
‘’Terima kasih yah sudah menemani
gue.’’Kata Adel
‘’Iya,lo sama siapa aja.’’Kata
Lili
‘’Del nanti bagi kue nya yah,gue
mau coba juga.’’Kata Tia.
‘’Tenang nanti gue buat untuk
kalian juga.’’Kata Adel mengacungkan jempolnya pada Tia.
‘’Kalau gitu kita pulang
yah.’’kata Lili
‘’Dah Adel,jangan lupa
kuenya.’’Kata Tia.
Setelah mengantar pulang Adel Lili
menjalankan mobilnya pergi meninggalkan restoran Adel.
Adel masuk sambil membawa plastik
besar di kedua tangannya,sebelum pulang tadi mereka ke supermarket dulu untuk
membeli bahan bahan kue dan pesanan ayahnya.
‘’Ayah ini barang yang ayah pesan.’’Adel
menyerahkan plastic yang di tangan kirinya.
‘’Oh terima kasih ,maaf ayah jadi
merepotkan mu dan menggangu mu.’’Kata Tomi mengambil alih plastik yang di
berikan Adel dan menyerahkannya pada karyawannya.
‘’Enggak menganggu kok Yah, tadi
juga pas ayah mengirim pesan Adel memang sedang ada di super maket.’’Kata Adel.
‘’Memang kamu habis beli apa?’’Tomi
membuka kantong plastik yang ada di dekat Adel.
‘’Kamu mau bikin kue.’’Tanya Tomi
saat melihat isi kantongnya.
‘’Iyah Ayah,besok Ruri mau ulang
tahun Adel mau memberi dia hadiah,soalnya dia terlihat kesepian.’’Kata Adel.
‘’Kalau gitu ayah akan
bantu.’’Kata Tomi.
‘’Terima kasih ayah!Adel ke atas
dulu yah mau bersih bersih.’’Adel meninggalkan Tomi dan naik ke atas.
‘’Apa aku terima saja yah,tawara
Marisa dan Selo.’’Kata Tomi pelan saat melihat punggung Adel.
Sesuai perkata Tomi tadi sore dia
membantu Adel membuat kue ulang tahun dan beberapa kue kering pesanan Lili dan
Tia dan bukan hanya untuk mereka tapi untuk Daniel dan Ruri juga,mereka membuat
sampai tengah malam baru selesai.
………..
‘’Nih.’’Adel memberikan dua
bingkisan kecil berisi keu.
‘’Wah terima kasih…..ammm.’’Kata
Tia yang langsung membukanya lalu memakannya kuenya.
‘’Itu satu lagi untuk siapa
Del.’’Tanya Lili yang melihat Adel membawa lebih.
‘’Ini?’’Kata Adel mengangkat
tangannya.
Biasanya mereka tahu untuk siapa
tapi melihat tingkah Adel beberapa hari ini membuat mereka penasaran untuk siapa bingkisan itu.
‘’Untuk Rendy kemari kan dia sudah
menolong gue memcarikan komik.’’Kata Adel
‘’Kirain untuk siapa?’’kata Tia.
‘’Dah ah,gue mau cari Rendy dulu
buat ngasih ini.’’Kata Adel lalu pergi meninggalkan Tia dan Lili.
Adel bertanya ke beberapa orang setelah tahu
bahwa Rendy ada di kelasnya Adel pergi
ke kelas Rendy.
Adel melihat sekeliling kelas mencari keberadaan Rendy,tindakan Adel
di lihat oleh Laura.
‘’Davian.’’Laura menepuk bahu
Davian.
‘’Sudah lama tidak melihat Adel
kesini kan.’’Kata Laura,Davian melihat Adel yang tersenyum melihat ke arahnya
__ADS_1
sambil membawa bingkisan membuat Davian tersenyum tipis.
‘’Itu dia.’’Kata Adel saat melihat
Rendy yang sedang duduk di belakang Davian.
Adel berjalan ke arah Davian dan
Laura ingin menghampiri Rendy yang duduk di belakang mereka saat Adel
melewatinya senyum Davian luntur melihat Adel yang berjalan ke arah Rendy.
‘’Rendy.’’Panggil Adel
‘’Iyah!Adel ada apa?’’Balas Rendy
,dia sedikit terkejut melihat Adel di
sampingnya.
‘’Apa ada tugas dari kak
Satria?’’Tanya Rendy.
‘’Bukan,ini gue mau kasih e’lo kue
.’’Kata Adel dan menyerahkan bingkisan yang dia bawa.
‘’Untuk kemarin.’’Lanjutnya.
‘’Gue kan cuman bantuin e’lo cari
buku doang ,pake di kasih hadiah segala jadi enak gue eh…maksud gue jadi enggak
enak.’’Kata Rendy dan mengambil bingkisan di tangan Adel.
‘’Tapi berkat e’lo gue jadi
tertolong.’’kata Adel.
Davian menutup bukunya lalu
beranjak dari bangkunya pergi keluar kelas ,Laura juga bangun saat melihat
Davian pergi tapi dia tidak melihat Davian.
‘’Kemana perginya Davian?’’Tanya
Laura,karna dia tak melihat Davian Laura pergi ke kelasnya temannya.
‘’Ya sudah yah .’’Kata Adel sambil
melambaikan tangan.
‘’Terima kasih yah atas
kuenya.’’Kata Rendy.
‘’sama sama.’’Balas Adel.
‘’Loh,Davian kemana?’’Kata Adel
saat berbalik tak menemukan Davian.
‘’Tadi dia keluar.’’Kata Leon.
kue juga karna sudah membawakan hp.’’Kata Adel.
‘’Yah sudahlah,nanti saja di
kasihnya!’’Tambahnya lalu pergi
……
‘’Hah’’Davian menghela nafas untuk
ke sekian kalinya.
‘’Jangan kebanyakan menghela nafas
nanti cepat tua.’’Diki memasukan kue ke dalam mulut Davian.
‘’Mmmhhh.’’Davian menatap tajam
Diki.
‘’Mending makan kue.’’Kata Diki
yang tak merasa bersalah.
Davian bangun kemudian duduk,tadinya
dia pergi ke atap untuk menenangkan pikirannya dengan melihat langit tapi malah
di ganggu Diki.
‘’Ngapain lo kesini.’’Kata Davian
ketus.
‘’Ganggu aja.’’Tambahnya.
‘’Bagaimana rasa kue nya?’’Tanya
Diki yang tak perduli dengan ucapan Davian.
‘’Enak enggak!.’’Kata Diki.
‘’Bisa engak sih lo diam!jangan
buat gue tambah kesal.’’kata Davian kesal karna keinget kejadian tadi pas Diki
bahas kue.
‘’Kenapa e’lo kesal?’’Tanya Diki
‘’Ah…..apa karna Adel mau memberi
Rendy kue yah.’’Goda Diki,Davian semakin menatap Diki tajam.
‘’Apa?jangan menatap gue seperti
itu.’’Kata Diki yang melihat Davian menatapnya tajam.
‘’Sudahlah jangan pikirin Adel
terus.’’Kata Diki santai.
‘’Siapa juga yang mikirin
__ADS_1
Adel.’’Kata Davian ,dia kembali menatap langit.
‘’Gue saranin lebih baik lo
turunin sedikit gengsi lo itu,sebelum Adel di rebut yang lain.’’Kata Diki.
‘’Kalau lo bilang suka sekarang
mungkin bakal di terima.’’Tambahnya.
‘’Siapa bilang gue cinta sama
Adel?’’kata Davian yang menatap Diki.
‘Gue kan bilang suka bukan
cinta?lagian……’Pikir Diki
‘’Kalau e’lo kesal karna Adel itu
memberi perhatian pada cowok lain dan kesal saat dia mencueki e’lo itu tanda lo
cemburu dan berarti lo suka dengan Adel.’’Kata Diki lalu memberikan kue
berbentuk hati pada Davian.
Davian memikirkan perkataan Diki
dia menatap kue yang yang di pengangnya,merasa familiar dengan aromanya.
‘Darimana Diki mendapatkan kue
ini,aromanya mirip kue yang di buat Adel waktu itu.’Pikir Davian.
‘’Gue bukannya gengsi,cuman gue
masih binggung dengan apa yang gue rasakan.’’Kata Davian lalu memakan kuenya.
‘’Binggung?’’tanya Diki.
‘Seorang Davian bisa di buat
binggung juga ternyata.’Batin Diki.
‘’Hm,gue binggung perasaan yang
gue rasakan ini itu beneran cinta atau hanya sekedar perasaan kesal karna kucing kecil yang selalu mencari perhatian gue sekarang
malah balik dekat dengan orang lain.’’Kata Davian.
‘’Kucing!jadi e’lo selama ini nyamain Adel sama kucing.’’Kata Diki.
‘’Terus gue harus nyamainnya
dengan apa?anjing.’’Tanya Davian.
‘’Ya enggak gitu juga kali.’’Kata
Diki yang menepuk dahinya.
‘Kalau di pikir pikir enggak salah
juga sih apa yang di bilang Davian Adel mirip anak kucing yang selalu mengikuti
dan mencari perhatiannya.’pikir Diki.
‘’Terus rencana e’lo apa?’’Tanya
Diki
‘’Mencari tahunya atau membiarkan
waktu yang menjawabnya.’’Tambahnya.
‘’Entahlah.’’Jawab Davian,Diki
hanya menghela nafas
‘’E’lo dapat darimana kue
tadi.’’Tanya Davian.
‘’Kenapa e’lo jadi tanya soal
kue.’’Kata Diki
‘’Kue yang lo berikan tadi itu
mirip kue buatan Adel.’’Jelas Davian
‘’E’lo kok bisa tahu kue itu
buatan Adel.’’Tanya Diki terkejut.
‘’Jadi bener itu buatan
Adel.’’Kata Davian.
‘’Ahm,gue tadi minta dari
Lili.’’Jawab Diki
Davian tersenyum samar dia senang
karna Diki tidak memdapatkan kue juga dan setelah di pikirkan lagi dia akhirnya
tahu kenapa Adel memberikan Rendy kue.
‘’Sebagai ucapan terima kasih
untuk kemarin,yah!.’’Gumam Davian,dia mulai mengerti kebiasaan Adel yang selalu
memberi sesuatu sebagai ucapan terima kasih.
‘’E’lo bicara sesuatu
Davian?’’Tanya Diki yang mendengar samar samar.
‘’Tidak.’’Kata Davian lalu bangkit
berdiri dan meninggalkan Diki.
‘’ Mau kemana e’lo.’’Tanya Diki.
‘’Rumah sakit.’’Jawab Davian yang
sudah tidak terlihat Diki.
.
__ADS_1