Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
70


__ADS_3

‘’Terima kasih yah sudah menemani


gue.’’Kata Adel


‘’Iya,lo sama siapa aja.’’Kata


Lili


‘’Del nanti bagi kue nya yah,gue


mau coba juga.’’Kata Tia.


‘’Tenang nanti gue buat untuk


kalian juga.’’Kata Adel mengacungkan jempolnya pada Tia.


‘’Kalau gitu kita pulang


yah.’’kata Lili


‘’Dah Adel,jangan lupa


kuenya.’’Kata Tia.


Setelah mengantar pulang Adel Lili


menjalankan mobilnya pergi meninggalkan restoran Adel.


Adel masuk sambil membawa plastik


besar di kedua tangannya,sebelum pulang tadi mereka ke supermarket dulu untuk


membeli bahan bahan kue dan pesanan ayahnya.


‘’Ayah ini barang yang ayah pesan.’’Adel


menyerahkan plastic yang di tangan kirinya.


‘’Oh terima kasih ,maaf ayah jadi


merepotkan mu dan menggangu mu.’’Kata Tomi mengambil alih plastik yang di


berikan Adel dan menyerahkannya pada karyawannya.


‘’Enggak menganggu kok Yah, tadi


juga pas ayah mengirim pesan Adel memang sedang ada di super maket.’’Kata Adel.


‘’Memang kamu habis beli apa?’’Tomi


membuka kantong plastik yang ada di dekat Adel.


‘’Kamu mau bikin kue.’’Tanya Tomi


saat melihat isi kantongnya.


‘’Iyah Ayah,besok Ruri mau ulang


tahun Adel mau memberi dia hadiah,soalnya dia terlihat kesepian.’’Kata Adel.


‘’Kalau gitu ayah akan


bantu.’’Kata Tomi.


‘’Terima kasih ayah!Adel ke atas


dulu yah mau bersih bersih.’’Adel meninggalkan Tomi dan naik ke atas.


‘’Apa aku terima saja yah,tawara


Marisa dan Selo.’’Kata Tomi pelan saat melihat punggung Adel.


Sesuai perkata Tomi tadi sore dia


membantu Adel membuat kue ulang tahun dan beberapa kue kering pesanan Lili dan


Tia dan bukan hanya untuk mereka tapi untuk Daniel dan Ruri juga,mereka membuat


sampai tengah malam baru selesai.


………..


‘’Nih.’’Adel memberikan dua


bingkisan kecil berisi keu.


‘’Wah terima kasih…..ammm.’’Kata


Tia yang langsung membukanya lalu memakannya kuenya.


‘’Itu satu lagi untuk siapa


Del.’’Tanya Lili yang melihat Adel membawa lebih.


‘’Ini?’’Kata Adel mengangkat


tangannya.


Biasanya mereka tahu untuk siapa


tapi melihat tingkah Adel beberapa hari ini membuat mereka  penasaran untuk siapa bingkisan itu.


‘’Untuk Rendy kemari kan dia sudah


menolong gue memcarikan komik.’’Kata Adel


‘’Kirain untuk siapa?’’kata Tia.


‘’Dah ah,gue mau cari Rendy dulu


buat ngasih ini.’’Kata Adel lalu pergi meninggalkan Tia dan Lili.


 Adel bertanya ke beberapa orang setelah tahu


bahwa  Rendy ada di kelasnya Adel pergi


ke kelas Rendy.


Adel melihat sekeliling  kelas mencari keberadaan Rendy,tindakan Adel


di lihat oleh Laura.


‘’Davian.’’Laura menepuk bahu


Davian.


‘’Sudah lama tidak melihat Adel


kesini kan.’’Kata Laura,Davian melihat Adel yang tersenyum melihat ke arahnya

__ADS_1


sambil membawa bingkisan membuat Davian tersenyum tipis.


‘’Itu dia.’’Kata Adel saat melihat


Rendy yang sedang duduk di belakang Davian.


Adel berjalan ke arah Davian dan


Laura ingin menghampiri Rendy yang duduk di belakang mereka saat Adel


melewatinya senyum Davian luntur melihat Adel yang berjalan ke  arah Rendy.


‘’Rendy.’’Panggil Adel


‘’Iyah!Adel ada apa?’’Balas Rendy


,dia sedikit terkejut  melihat Adel di


sampingnya.


‘’Apa ada tugas dari kak


Satria?’’Tanya Rendy.


‘’Bukan,ini gue mau kasih e’lo kue


.’’Kata Adel dan menyerahkan bingkisan yang dia bawa.


‘’Untuk kemarin.’’Lanjutnya.


‘’Gue kan cuman bantuin e’lo cari


buku doang ,pake di kasih hadiah segala jadi enak gue eh…maksud gue jadi enggak


enak.’’Kata Rendy dan mengambil bingkisan di tangan Adel.


‘’Tapi berkat e’lo gue jadi


tertolong.’’kata Adel.


Davian menutup bukunya lalu


beranjak dari bangkunya pergi keluar kelas ,Laura juga bangun saat melihat


Davian pergi tapi dia tidak melihat Davian.


‘’Kemana perginya Davian?’’Tanya


Laura,karna dia tak melihat Davian Laura pergi ke kelasnya temannya.


‘’Ya sudah yah .’’Kata Adel sambil


melambaikan tangan.


‘’Terima kasih yah atas


kuenya.’’Kata Rendy.


‘’sama sama.’’Balas Adel.


‘’Loh,Davian kemana?’’Kata Adel


saat berbalik tak menemukan Davian.


‘’Tadi dia keluar.’’Kata Leon.


kue juga karna sudah membawakan hp.’’Kata Adel.


‘’Yah sudahlah,nanti saja di


kasihnya!’’Tambahnya lalu pergi


……


‘’Hah’’Davian menghela nafas untuk


ke sekian kalinya.


‘’Jangan kebanyakan menghela nafas


nanti cepat tua.’’Diki memasukan kue ke dalam mulut Davian.


‘’Mmmhhh.’’Davian menatap tajam


Diki.


‘’Mending makan kue.’’Kata Diki


yang tak merasa bersalah.


Davian bangun kemudian duduk,tadinya


dia pergi ke atap untuk menenangkan pikirannya dengan melihat langit tapi malah


di ganggu Diki.


‘’Ngapain lo kesini.’’Kata Davian


ketus.


‘’Ganggu aja.’’Tambahnya.


‘’Bagaimana rasa kue nya?’’Tanya


Diki yang tak perduli dengan ucapan Davian.


‘’Enak enggak!.’’Kata Diki.


‘’Bisa engak sih lo diam!jangan


buat gue tambah kesal.’’kata Davian kesal karna keinget kejadian tadi pas Diki


bahas kue.


‘’Kenapa e’lo kesal?’’Tanya Diki


‘’Ah…..apa karna Adel mau memberi


Rendy kue yah.’’Goda Diki,Davian semakin menatap Diki tajam.


‘’Apa?jangan menatap gue seperti


itu.’’Kata Diki yang melihat Davian menatapnya tajam.


‘’Sudahlah jangan pikirin Adel


terus.’’Kata Diki santai.


‘’Siapa juga yang mikirin

__ADS_1


Adel.’’Kata Davian ,dia kembali menatap langit.


‘’Gue saranin lebih baik lo


turunin sedikit gengsi lo itu,sebelum Adel di rebut yang lain.’’Kata Diki.


‘’Kalau lo bilang suka sekarang


mungkin bakal di terima.’’Tambahnya.


‘’Siapa bilang gue cinta sama


Adel?’’kata Davian yang menatap Diki.


‘Gue kan bilang suka bukan


cinta?lagian……’Pikir Diki


‘’Kalau e’lo kesal karna Adel itu


memberi perhatian pada cowok lain dan kesal saat dia mencueki e’lo itu tanda lo


cemburu dan berarti lo suka dengan Adel.’’Kata Diki lalu memberikan kue


berbentuk hati pada Davian.


Davian memikirkan perkataan Diki


dia menatap kue yang yang di pengangnya,merasa familiar dengan aromanya.


‘Darimana Diki mendapatkan kue


ini,aromanya mirip kue yang di buat Adel waktu itu.’Pikir Davian.


‘’Gue bukannya gengsi,cuman gue


masih binggung dengan apa yang gue rasakan.’’Kata Davian lalu memakan kuenya.


‘’Binggung?’’tanya Diki.


‘Seorang Davian bisa di buat


binggung juga ternyata.’Batin Diki.


‘’Hm,gue binggung perasaan yang


gue rasakan ini itu beneran cinta atau hanya sekedar perasaan kesal karna  kucing kecil  yang selalu mencari perhatian gue sekarang


malah balik dekat dengan orang lain.’’Kata Davian.


‘’Kucing!jadi e’lo selama ini  nyamain Adel sama kucing.’’Kata Diki.


‘’Terus gue harus nyamainnya


dengan apa?anjing.’’Tanya Davian.


‘’Ya enggak gitu juga kali.’’Kata


Diki yang menepuk dahinya.


‘Kalau di pikir pikir enggak salah


juga sih apa yang di bilang Davian Adel mirip anak kucing yang selalu mengikuti


dan mencari perhatiannya.’pikir Diki.


‘’Terus rencana e’lo apa?’’Tanya


Diki


‘’Mencari tahunya atau membiarkan


waktu yang menjawabnya.’’Tambahnya.


‘’Entahlah.’’Jawab Davian,Diki


hanya menghela nafas


‘’E’lo dapat darimana kue


tadi.’’Tanya Davian.


‘’Kenapa e’lo jadi tanya soal


kue.’’Kata Diki


‘’Kue yang lo berikan tadi itu


mirip kue buatan Adel.’’Jelas Davian


‘’E’lo kok bisa tahu kue itu


buatan Adel.’’Tanya Diki terkejut.


‘’Jadi bener itu buatan


Adel.’’Kata Davian.


‘’Ahm,gue tadi minta dari


Lili.’’Jawab Diki


Davian tersenyum samar dia senang


karna Diki tidak memdapatkan kue juga dan setelah di pikirkan lagi dia akhirnya


tahu kenapa Adel memberikan Rendy kue.


‘’Sebagai ucapan terima kasih


untuk kemarin,yah!.’’Gumam Davian,dia mulai mengerti kebiasaan Adel yang selalu


memberi sesuatu sebagai ucapan terima kasih.


‘’E’lo bicara sesuatu


Davian?’’Tanya Diki yang mendengar samar samar.


‘’Tidak.’’Kata Davian lalu bangkit


berdiri dan meninggalkan Diki.


‘’ Mau kemana e’lo.’’Tanya Diki.


‘’Rumah sakit.’’Jawab Davian yang


sudah tidak terlihat Diki.


.

__ADS_1


__ADS_2