
‘’Pelatih untuk apa kita kesini?’’Tanya Reno
Saat rombongan mereka berada di depan restoran milik ayah Adel.
‘’Anggap saja untuk merayakan tim kita yang masuk perempat final.’’Jawab pak Gunawan.
‘’Meski kita di kalahkan UNI tapi setidaknya tahun ini kita berhasil
melangkah ke perempat final .’’Lanjutnya
‘’Intinya saya ingin meneraktir kalian karna kalian sudah berkerja keras selama ini.’’Kata pak Gunawan.
‘’Beneran ,pak.’’Tanya Satria tak percaya.
‘’Iyah.’’Jawab pak Gunawan.
‘’Wah saya jadi terharu pak.’’Kata Marsel mendengar perkataan
pak Gunawan.
‘’Lebay e’lo Sel.’’Kata Kevin yang kebetulan berdiri di samping Marsel.
‘’Biarin,ini kan pertama kalinya pak Gunawan mau mentraktir kita.’’Kata Marsel .
‘’Ayo kita masuk.’’Ajak pak Gunawan.
Mereka pun masuk ke dalam restoran dan di sambut oleh Tomi selaku pemilik restoran.
‘’Selamat datang.’’Kata Tomi menyambut tamunya.
‘’Anda dari kampus BIMA DARMA kan.’’Tomi mengompermasi.
‘’Benar kami dari BIMA DARMA yang kemarin telah memesan tempat.’’Jawab pak Gunawan.
‘’Baiklah,Silahkan duduk.’’Kata Tomi ramah.
‘’Selamat siang om Tomi.’’Sapa Reno,dia menghampiri Tomi dan
salim.
‘’Siang,nak Reno.’’Kata Tomi.
‘’Apa kabar mu ,sudah lama tidak berkunjung.’’Tanya Tomi.
‘’Baik om,saya sedang sibuk latihan jadi tidak sempat berkunjung.’’Kata Reno ramah dan sedikit bersalah.
‘’Om Tomi,selamat siang.’’Davian menyalami Tomi.
‘’Siang juga,Davian.’’Balas Tomi.
‘’Bagaimana kabar mu dan kedua orang tua mu.’’Tanya Tomi.
‘’Baik om ,mereka juga baik baik semua.’’Jawab Davian ramah.
‘’Syukurlah,maaf om belum sempat ke rumah akhir akhir ini.’’Kata Tomi.
‘’Adel tidak merepotkan mu kan.’’Tanya Tomi.
‘’Tidak om dia malah lebih anteng setelah kakinya terkilir.’’Jawab Davian.
‘’Baguslah,maaf yah kalau Adel membuat mu merasa tak
nyaman.’’Kata Tomi.
‘’Om tenang saja lagian mama dan papa senang Adel di sana,karna ada yang menemani mereka bersenang senang.’’Kata Davian.
‘’Ya sudah ayo kalian duduk,akan om siapkan minuman untuk kalian.’’Kata Tomi,lalu dia pergi ke dapur mempersiapkan hidangan untuk mereka.
Davian dan Reno duduk bersama dengan Satria dan pak Gunawan
serta anggota inti lainnya.
‘’Kalian sepertinya akrab dengan pemilik Restoran ini.’’Tanya
pak Gunawan.
‘’Iyah pelatih,om Tomi itu ayah nya Adel.’’Jawab Reno.
‘’Oh begitu.’’Kata pak Gunawan.
Saat mereka sedang menunggu hidangan mereka terdengar suara
pintu masuk restoran yang terbuka.
Triing
‘’Eh….kalian kenapa bisa ada di sini.’’Tanya Adel yang baru masuk bersama Lili dan Tia bingung kenapa semua anggota klub basket berada di
restoran milik ayahnya.
__ADS_1
‘’Adel.’’Kata Reno dan Rendy senang.
‘’Kami di teraktir pak Gunawan untuk perayaan.’’Kata Reno.
Tadi Adel di telepon ayahnya di minta ke restoran katanya mereka butuh orang karna setengah karyawan di restoran tidak bisa bekerja karna
sakit padahal mereka di reservasi untuk hari ini tapi dia tidak tahu kalau yang mereservari itu klub basket kampusnya.
‘’Begitu.’’Adel sedikit terkejut.
‘’Oh Adel kamu sudah datang,ayo segera ke dapur untuk menyiapka hidangan.’’Kata Tomi yang membawa nampan.
‘’Selamat siang om.’’Sapa Lili dan Tia.
‘’Siang,ternyata Lili dan Tia juga datang yah.’’Balas Tomi.
‘’Kami mau membantu juga.’’Kata Tia.
‘’Terima kasih.’’Kata Tomi.
‘’Kalau begitu saya permisi pak Gunawan dan semua.’’Pamit Adel
Mereka bertiga melangkah menuju dapur untuk menyiapkan minum
dan kue yang sudah di buat Tomi dan Ayu asisten Tomi.
‘’Oh kalian ada di sini.’’Kata Andreas saat masuk ke dalam restoran melihat Satria dan anggotanya.
‘’Ngapain e’lo kemari.’’Tanya Reno sinis dengan kedatangan Andreas.
‘’Santai,gue kesini cuman mengantar Adel dan kedua temannya saja.’’Jawab Andreas santai dan berjalan ke meja Reno dan lainnya.
‘’Kamu Andreas kan.’’Tanya pak Gunawan.
‘’Iyah pak,maaf saya menggangu waktu kalian.’’Kata Andreas.
‘’Tidak apa apa,ayo gabung saja.’’Balas pak Gunawan.
‘’Terima kasih pak.’’Andreas pun duduk di kursi kosong dekat
Davian.
‘’Kenapa mereka bisa di antar kak Andreas.’’Tanya Diki.
‘’Tadi gue melihat mereka sedang menunggu bis karna kasihan
membulatkan matanya karna kecolongan.
‘’Kak Andreas masih di sini.’’Kata Adel yang membawa minuman ke meja Satria.
‘’Ah iyah,aku mau memberikan ini tadi ketinggalan di mobil.’’Andreas
menyerahkan papar bag milik Adel.
‘’Terima kasih,aku lupa.’’Kata Adel.
‘’Maaf karna merepotkan kakak.’’Lanjutnya merasa tak enak.
‘’Tidak masalah.’’Balas Andreas.
‘’Kalau gitu sebagai ucapan terima kasih kak Andreas mau minum apa? Nanti saya bauatkan’’Tanya Adel setelah meletakkan semua minuman
yang dia bawa.
‘’Aku….’’Sebelum Andreas melanjutkan ucapannya Davian memotongnya.
‘’Biar senior Andreas minum minuman ku saja.’’Kata Davian dan
meletakan gelas miliknya pada Andreas yang duduk di sampingnya.
‘’Bisa kamu buatkan aku kopi.’’Lanjut Davian.
‘’Kopi? E’lo kan akhir akhir ini tidak bisa tidur nyenyak.’’Kata Adel
‘’Apa tidak masalah minum kopi?’’Lanjutnya yang mendapat
tatapan kusus dari sebagian orang.
‘’Kenapa kalian menatap ku seperti itu?’’Tanya Adel merasa tidak nyaman dengan tatapan yang tertuju padanya.
‘’E’lo seperti istri Davian saja.’’Kata Toni yang duduk tidak terlalu jauh dari meja Davian dan yang lain.
‘’Sampai tahu Davian tidak tidur nyenyak segala.’’Lanjutnya
yang membuat pipi Adel merah seperti kepiting rebus.
‘’I-itu karna kami tinggal bersama,su-sudahlah aku akan membuatkan Davian kopi dulu.’’Kata Adel gugup dan lari ke dapur.
Setelah menata minuman dan kue Lili dan Tia menata berbagai makanan yang di buat Tomi.
__ADS_1
‘’Ini.’’Adel meletakan cangkir kopi dan kue pesanan Davian.
‘’Kopinya tinggal robusta saja,soalnya arabikanya sudah habis.’’Kata Adel.
Davian meniupnya sebentar lalu meminumnya sedikit.
‘’Lumayan.’’Kata Davian.
‘’Kalau begitu saya permisi.’’Adel pamit dan kembali ke dapur
untuk membantu ayahnya.
‘’Aku tidak tahu kalau kamu suka dengan kopi arabika,Davian.’’ Tanya Laura ramah tak lupa senyum manisnya yang terpanpang di bibir seksinya.
‘Apa Laura dan Davian sudah mulai berbicara ‘aku’ ‘kamu’ yah.’Batin Satria sendu.
‘Gue harus bisa melerakan dirinya untuk bersama dengan laki
laki yang dia sukai yang selevel dengannya.’Lanjutnya.
‘’Semuanya,saya selaku pelatih kalian benar benar bangga dengan pencapaian kalian saat ini.’’Kata pak Gunawan memberi pidato setelah
semua hidangan tersedia di atas meja.
‘’Meski kita kalah dan tidak bisa mencapai final,tapi kalian
sudah berkerja keras selama turnamen berlangsung.’’Lanjutnya.
‘’Maka sebagai hadiah dari kerja keras kalian semua,hari ini
kita akan makan sepuasnya.’’
‘’Ini bukan perayaan kekalahan dan menyemangat atas kekalahan
kita,tapi ini perayaan sebagai awal untuk kemenangan kita di turnamen tahun depan.’’
‘’BIMA DARMA SEMANGAT .’’Teriak pak Gunawan.
‘’SEMANGATTTT.’’Teriak semua anggota klub basket.
‘’Gue enggak tahu kalau pak Gunawan bisa seperti itu juga.’’Kata Adel pelan pada Lili dan Tia yang duduk di fantri.
‘’Memang biasanya gimana.’’Tanya Tia.
‘’Serius dan tegas.’’Jawab Adel.
‘’Wih enak,Adel kemampuan masak e’lo berkembang banyak.’’Puji Diki.
‘’Darimana e’lo tahu itu masakan gue?’’Tanya Adel kaget karna
Diki mengatahuinya.
‘’Dari aromanya.’’Jawab Diki.
‘’Davian e’lo enggak makan.’’Tanya Diki pada Davian yang tidak memakan makanannya.
‘’Enggak.’’Jawab Davian singkat.
‘’Cih,datar amat.’’Kata Diki sebal.
‘’Adel minta lagi.’’Teriak Diki pada Adel.
‘’Lili e’lo lihat kelakuan pacar lo.’’Kata Tia .
‘’Enak aja siapa juga yang pacarnya.’’Bantah Lili.
‘’Hahaha kasihan bangat si e’lo Diki tidak diakui hahaha.’’Goda Tia pada Diki.
‘’Diam e’lo beruang,mau gue beritahu Fadli untuk biar di tembak terus di kurung.’’Balas Diki.
‘’Ngapai sih lo bawa bawa tuh anak.’’Kata Tia kesal.
‘’Kalian pacaran kenapa enggak bilang bilang sama Gue.’’Kata Adel sambil membawa pesanan Diki.
‘’Siapa yang pacaran.’’Kata Tia,Lili dan Diki bersamaan.
Tring
Bunyi pintu restoran di buka lalu masuk dua orang ,Adel melihat tamu yang datang untuk memberitahu kalau hari ini tidak menerima tamu.
‘’Maaf tuan kami sedang tidak……’’Tubuh Adel menegang saat
melihat ke dua orang yang baru datang.
Deg
Wajah Adel pucat dan tubuhnya bergetar kakinya menjadi lemas
mulut Adel terbuka tertutup tapi tidak ada suara yang keluar lidahnya kelu.
__ADS_1