Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
45


__ADS_3

CKLEK


Davian masuk ke kamar orang tuanya membawa nampan berisi


makanan untuk Mamanya yang masih bersedih,mama nya tak mau keluar kamar dari


kemarin.


‘’Mah.’’Panggil Davian pada Marisa yang berbaring


membelakanginya.


‘’Mah ,makan.’’Kata Davian,papanya meminta dia membujuk


mamanya untuk makan.


‘’Mama tak ***** makan.’’Balas Marisa.


‘’Hah.’’Davian menghela nafas.


‘’Kenapa mama tidak pergi jalan atau mengambil foto.’’Kata


Davian percuma juga membujuk mamanya karna kalau mama bilang tidak maka tidak.


‘’Ajak teman mama untuk soping  atau ngerumpi gitu dari pada tiduran di rumah


aja.’’Tambah Davian


‘’Mama lagi enggak mood untuk melakukan apa pun.’’Kata


Marisa.


‘’Apa kamu merasa baik baik saja.’’Tanya Marisa.


‘’Tidakkah kamu merasa  kehilangan sesuatu.’’Tanyanya lagi.


‘’Tidak aku merasa nyaman.’’Jawab Davian.


‘’Nyaman?’’Kata Marisa,dia bangun dan duduk.


‘’Kenyamanan apa yang kamu bicarakan.’’Marisa berbalik


melihat Davian.


‘’Tidak punya sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan,kamu


melakukan semua dengan sempurna.’’Kata Marisa.


‘’Bukankah itu kenapa kamu jadi begitu datar dan bosan


tercekik dalam gelembung kamu sendiri.’’Kata Marisa Davian hanya diam tidak


bisa membalas ucapan mamanya.


‘’Kamu memutuskan untuk langsung bekerja  karna bosan dengan pelajaran yang sangat


mudah kamu kuasai tapi kamu tiba tiba memutuskan kuliah di ‘’BIMA DARMA’’ itu


kamu lakukan karna benci dengan zona nyamanmu.’’Marisa melihat raut wajah


Davian.


‘’Sebaiknya kamu segera berangkat ke kampus,makanannya taruh


saja di meja nanti mama makan.’’Kata Marisa dan membaringkan lagi tubuh di


ranjang.


Davian menaruh nampannya setelah berpamitan dengan mamanya


dia berangkat dengan motornya ke kampus,di jalan Davian terus teringat ucapan


mamanya dia akui itu memang benar.


Dia mau bekerja karna setiap mata pelajaran yang di beri


oleh guru dia bisa langsung menguasainya tampa kesulitan dan dia juga selalu


dengan mudah  menyesesaikan masalah.


‘’EEEEHHHHH.’’Teriak Lili dan Tia di depan wajah Adel.


‘’Berisik,kalian ingin membuat telinga gue tuli yah!.’’Kata


Adel mengusap telinganya yang berdengung.


‘’Lo serius kan Del.’’Kata Tia yang tak perduli protes yang


Adel berikan.


‘’Jadi lo sekarang tidak di sana lagi.’’Tanya Lili.


‘’Iyah kemarin gue sama ayah pindah kita tinggal di loteng


restoran lagi.’’Jawab Adel.


‘’Terus bagaimana perasaan lo.’’Tanya Lili lagi.

__ADS_1


‘’Entahlah.’’Kata Adel sendu,dia bangun berjalan ke depan


pagar.


‘’Sebenarnya gue sedih harus pindah dan berpisah dengan


tante Marisa,gue udah nyaman banget disana yah walau pun Davian selalu


mengabaikan gue atau marahin gue tapi bisa melihatnya yang habis bungun


tidur,habis olahlaga dan bisa melihatnya tersenyum dan bersemangat saat main


game.’’Kata Adel perlahan air matanya turun.


‘’Itu membuat hati gue senang tapi gue juga merasa sakit


hati saat dia bilang kalau gue dan ayah itu cuman numpang di rumahnya apa lagi dia


mengatakannya pada Laura.’’Kata Adel,air matanya sudah mengaril deras.


‘’Ya ampun Del sabar yah.’’Lili memeluk Adel Tia pun ikut


memeluk Adel.


‘’Sudahlah Del mending lo lupain aja tuh si bren*sek


Davian.’’Kata Tia kesal saat mendengar ucapan Adel tadi.


‘’Hm.’’Adel terus menangis di pelukan kedua sahabatnya.


‘’Yeee gue menang .’’Kata Diki saat motornya lebih dulu


sampai di parkiran dari pada Davian.


‘’Memang sejak kapan kita balapan.’’Kata Davian,tadi di


jalan Davian bertemu Diki dan sedikit kejar kejaran.


‘’Cih,ngaku aja lo kesalkan karna yang menang itu gue.’’Kata


Diki turun dari motornya.


‘’Hah terserah lo lah.’’Kata Davian dan pergi mengingalkan


Diki dia malas meladeninya.


‘’Kenapa tuh anak enggak biasanya mukanya di tekuk ke


gitu.’’Kata Diki yang pergi juga.


membaca buku di kelas,dia dan Davian satu jurusan jadi satu kelas.


‘Godain ah pasti seru.’Pikir Diki dengan senyum aneh.


‘Eh tapi enggak deh nanti kaya waktu itu,serem.’Pikir Diki


lagi


‘’Kayanya dia lagi sedih tapi kenapa?’’Tanyanya entah pada


siapa.


‘’Ternyata seorang Davian bisa sedih juga yah,gue penasaran


siapa yang bisa membuat Davian bersedih seperti itu.’’Kata Diki pelan.


Lili masuk ke kelas setelah Adel merasa tenang mereka pergi


ke kelas karna sebentar lagi dosen akan datang,dia menatap Davian yang sedang


membaca buku hidmat tampa sedikit pun rasa bersalah dengan sangat tajam kalau


bukan karna dosen sudah datang dia ingin sekali menampar wajah tampan Davian.


Diki melihat tatapan tajam yang di arahkan Lili pada Davian


tersirah penuh amarah dia mengerutkan keningnya bertanya apa ada masalah antara


Lili dan Davian.


‘Apa mereka berdua punya masalah yah.’Pikir Diki yang masih


melihat ke arah Lili.


‘ sudahlah Itu kan urusan mereka, ngapain juga gue ikut


campur.’Pikir Diki dan melihat kembali ke depan.


Saat pelajaran selesai dan dosen pergi Lili berdiri


menghampiri Davian di saat dia akan menampar Davian,Diki menangkap tangannya


dan membawa Lili ke luar kelas.


Davian yang melihat Diki menarik Lili ke luar hanya


mengangkat bahu,Laura menghampiinya mengajaknya pergi ke kantin.

__ADS_1


‘’Lepas,Diki lepasain tangan gue.’’Teriak Lili tapi Diki


diam saja.


‘’Lo mau membawa gue kemana.’’Tanya Lili lagi,Diki masih


tetap diam sampai mereka samapi di atap.


‘’Ngapain lo bawa gue ke sini?’’Tanya Lili.


‘’Lo sama Davian ada masalah apa?’’Tanya Diki.


‘’Kenapa, lo enggak terima gitu kalau gue mau nampar sahabat


lo.’’Kata Lili sewot.


‘’Bukan gitu maksud gue.’’Kata Diki


‘’Baru gitu aja lo udah enggak terima apa lagi gue yang


sering mendengar sahabat gue di sakitin dan di hina sama sahabat baik lo


itu.’’Kata Lili yang mengeruarkan uneng unengnya pada Diki.


‘’Maksud lo apa?Davian menghina Adel.’’Tanya Diki


‘’Apa itu soal surat cinta Adel dulu.’’Kata Diki


‘’Bukan,tapi soal Davian bilang kalau Adel dan ayahnya itu cuma


numpang di rumahnya di depan Laura.’’Jelas Lili.


‘’Jadi beneran Adel tuh tinggal satu rumah dengan


Davian.’’Kata Diki walau dia sudah tau tetap saja itu mengejutkannya.


‘Aduh pake keceplosan segara lagi,biarlah toh Adel juga


sudah pindah.’Pikir Lili


‘’Iyah tapi dulu sekarang Adel sudah pindah gara gara


perkataan sahabat lo itu.’’Kata Lili sebel.


‘’Apa karna itu tadi pagi wajah Davian kusut.’’Kata Diki


sambil mengusap dagunya.


‘’Pasti habis di marahi tante Marisa kan karna dia  Adel jadi pindah,dia pantas


mendapatkannya.’’Kata Lili.


‘’Ya udah kali lo jangan sewot sama gue sama Davian


sana.’’Kata Diki


‘’Dah ah gue lapar.’’Tambahnya.


‘’Kalau lapar ya  ke


kantin ngapain lo narik gue ke sini.’’Kata Lili yang kesal sudah di tarik ke


atap..


Diki menarik kembali tangan Lili pergi menuju kantin,Lili


hanya menghela nafas dengan kelakuan Diki yang aneh.


‘’Lah Lili pergi kemana sih di kelas enggak ada di kantin


juga enggak ada.’’ Tia menggerutu karna tak menenukan Lili.


Dia Dan Adel tadi ke kelas Lili tapi kelasnya sudah kosong


jadi mereka langsung ke kantin siapa tau Lili sudah ada di sana.


‘’Tumben tumbenan tuh anak kaya gini.’’Kata Adel yang


melihat sekeliling mencari Lili.


Karna Adel hanya fokus mencari Lili dia tidak melihat Davian


dan Laura yang berjalan ke arahnya hingga mereka saling berpapasan Davian dan


Adel berhenti saling berhadapan.


Adel melihat Davian membawa nampan berisi dua mangkuk bakso


dan dua jus dan di sampingnya ada Laura mendadak suasana di kantin menjadi


canggung.Lili dan Diki yang baru datang melihat keadaan yang canggung pun


saling menatap satu sama lain.


‘Kenapa suasananya canggung begini,apa yang terjadi.’Pikir


Lili dan Diki.

__ADS_1


__ADS_2