
CKLEK
Davian masuk ke kamar orang tuanya membawa nampan berisi
makanan untuk Mamanya yang masih bersedih,mama nya tak mau keluar kamar dari
kemarin.
‘’Mah.’’Panggil Davian pada Marisa yang berbaring
membelakanginya.
‘’Mah ,makan.’’Kata Davian,papanya meminta dia membujuk
mamanya untuk makan.
‘’Mama tak ***** makan.’’Balas Marisa.
‘’Hah.’’Davian menghela nafas.
‘’Kenapa mama tidak pergi jalan atau mengambil foto.’’Kata
Davian percuma juga membujuk mamanya karna kalau mama bilang tidak maka tidak.
‘’Ajak teman mama untuk soping atau ngerumpi gitu dari pada tiduran di rumah
aja.’’Tambah Davian
‘’Mama lagi enggak mood untuk melakukan apa pun.’’Kata
Marisa.
‘’Apa kamu merasa baik baik saja.’’Tanya Marisa.
‘’Tidakkah kamu merasa kehilangan sesuatu.’’Tanyanya lagi.
‘’Tidak aku merasa nyaman.’’Jawab Davian.
‘’Nyaman?’’Kata Marisa,dia bangun dan duduk.
‘’Kenyamanan apa yang kamu bicarakan.’’Marisa berbalik
melihat Davian.
‘’Tidak punya sesuatu yang tidak bisa kamu lakukan,kamu
melakukan semua dengan sempurna.’’Kata Marisa.
‘’Bukankah itu kenapa kamu jadi begitu datar dan bosan
tercekik dalam gelembung kamu sendiri.’’Kata Marisa Davian hanya diam tidak
bisa membalas ucapan mamanya.
‘’Kamu memutuskan untuk langsung bekerja karna bosan dengan pelajaran yang sangat
mudah kamu kuasai tapi kamu tiba tiba memutuskan kuliah di ‘’BIMA DARMA’’ itu
kamu lakukan karna benci dengan zona nyamanmu.’’Marisa melihat raut wajah
Davian.
‘’Sebaiknya kamu segera berangkat ke kampus,makanannya taruh
saja di meja nanti mama makan.’’Kata Marisa dan membaringkan lagi tubuh di
ranjang.
Davian menaruh nampannya setelah berpamitan dengan mamanya
dia berangkat dengan motornya ke kampus,di jalan Davian terus teringat ucapan
mamanya dia akui itu memang benar.
Dia mau bekerja karna setiap mata pelajaran yang di beri
oleh guru dia bisa langsung menguasainya tampa kesulitan dan dia juga selalu
dengan mudah menyesesaikan masalah.
‘’EEEEHHHHH.’’Teriak Lili dan Tia di depan wajah Adel.
‘’Berisik,kalian ingin membuat telinga gue tuli yah!.’’Kata
Adel mengusap telinganya yang berdengung.
‘’Lo serius kan Del.’’Kata Tia yang tak perduli protes yang
Adel berikan.
‘’Jadi lo sekarang tidak di sana lagi.’’Tanya Lili.
‘’Iyah kemarin gue sama ayah pindah kita tinggal di loteng
restoran lagi.’’Jawab Adel.
‘’Terus bagaimana perasaan lo.’’Tanya Lili lagi.
__ADS_1
‘’Entahlah.’’Kata Adel sendu,dia bangun berjalan ke depan
pagar.
‘’Sebenarnya gue sedih harus pindah dan berpisah dengan
tante Marisa,gue udah nyaman banget disana yah walau pun Davian selalu
mengabaikan gue atau marahin gue tapi bisa melihatnya yang habis bungun
tidur,habis olahlaga dan bisa melihatnya tersenyum dan bersemangat saat main
game.’’Kata Adel perlahan air matanya turun.
‘’Itu membuat hati gue senang tapi gue juga merasa sakit
hati saat dia bilang kalau gue dan ayah itu cuman numpang di rumahnya apa lagi dia
mengatakannya pada Laura.’’Kata Adel,air matanya sudah mengaril deras.
‘’Ya ampun Del sabar yah.’’Lili memeluk Adel Tia pun ikut
memeluk Adel.
‘’Sudahlah Del mending lo lupain aja tuh si bren*sek
Davian.’’Kata Tia kesal saat mendengar ucapan Adel tadi.
‘’Hm.’’Adel terus menangis di pelukan kedua sahabatnya.
‘’Yeee gue menang .’’Kata Diki saat motornya lebih dulu
sampai di parkiran dari pada Davian.
‘’Memang sejak kapan kita balapan.’’Kata Davian,tadi di
jalan Davian bertemu Diki dan sedikit kejar kejaran.
‘’Cih,ngaku aja lo kesalkan karna yang menang itu gue.’’Kata
Diki turun dari motornya.
‘’Hah terserah lo lah.’’Kata Davian dan pergi mengingalkan
Diki dia malas meladeninya.
‘’Kenapa tuh anak enggak biasanya mukanya di tekuk ke
gitu.’’Kata Diki yang pergi juga.
membaca buku di kelas,dia dan Davian satu jurusan jadi satu kelas.
‘Godain ah pasti seru.’Pikir Diki dengan senyum aneh.
‘Eh tapi enggak deh nanti kaya waktu itu,serem.’Pikir Diki
lagi
‘’Kayanya dia lagi sedih tapi kenapa?’’Tanyanya entah pada
siapa.
‘’Ternyata seorang Davian bisa sedih juga yah,gue penasaran
siapa yang bisa membuat Davian bersedih seperti itu.’’Kata Diki pelan.
Lili masuk ke kelas setelah Adel merasa tenang mereka pergi
ke kelas karna sebentar lagi dosen akan datang,dia menatap Davian yang sedang
membaca buku hidmat tampa sedikit pun rasa bersalah dengan sangat tajam kalau
bukan karna dosen sudah datang dia ingin sekali menampar wajah tampan Davian.
Diki melihat tatapan tajam yang di arahkan Lili pada Davian
tersirah penuh amarah dia mengerutkan keningnya bertanya apa ada masalah antara
Lili dan Davian.
‘Apa mereka berdua punya masalah yah.’Pikir Diki yang masih
melihat ke arah Lili.
‘ sudahlah Itu kan urusan mereka, ngapain juga gue ikut
campur.’Pikir Diki dan melihat kembali ke depan.
Saat pelajaran selesai dan dosen pergi Lili berdiri
menghampiri Davian di saat dia akan menampar Davian,Diki menangkap tangannya
dan membawa Lili ke luar kelas.
Davian yang melihat Diki menarik Lili ke luar hanya
mengangkat bahu,Laura menghampiinya mengajaknya pergi ke kantin.
__ADS_1
‘’Lepas,Diki lepasain tangan gue.’’Teriak Lili tapi Diki
diam saja.
‘’Lo mau membawa gue kemana.’’Tanya Lili lagi,Diki masih
tetap diam sampai mereka samapi di atap.
‘’Ngapain lo bawa gue ke sini?’’Tanya Lili.
‘’Lo sama Davian ada masalah apa?’’Tanya Diki.
‘’Kenapa, lo enggak terima gitu kalau gue mau nampar sahabat
lo.’’Kata Lili sewot.
‘’Bukan gitu maksud gue.’’Kata Diki
‘’Baru gitu aja lo udah enggak terima apa lagi gue yang
sering mendengar sahabat gue di sakitin dan di hina sama sahabat baik lo
itu.’’Kata Lili yang mengeruarkan uneng unengnya pada Diki.
‘’Maksud lo apa?Davian menghina Adel.’’Tanya Diki
‘’Apa itu soal surat cinta Adel dulu.’’Kata Diki
‘’Bukan,tapi soal Davian bilang kalau Adel dan ayahnya itu cuma
numpang di rumahnya di depan Laura.’’Jelas Lili.
‘’Jadi beneran Adel tuh tinggal satu rumah dengan
Davian.’’Kata Diki walau dia sudah tau tetap saja itu mengejutkannya.
‘Aduh pake keceplosan segara lagi,biarlah toh Adel juga
sudah pindah.’Pikir Lili
‘’Iyah tapi dulu sekarang Adel sudah pindah gara gara
perkataan sahabat lo itu.’’Kata Lili sebel.
‘’Apa karna itu tadi pagi wajah Davian kusut.’’Kata Diki
sambil mengusap dagunya.
‘’Pasti habis di marahi tante Marisa kan karna dia Adel jadi pindah,dia pantas
mendapatkannya.’’Kata Lili.
‘’Ya udah kali lo jangan sewot sama gue sama Davian
sana.’’Kata Diki
‘’Dah ah gue lapar.’’Tambahnya.
‘’Kalau lapar ya ke
kantin ngapain lo narik gue ke sini.’’Kata Lili yang kesal sudah di tarik ke
atap..
Diki menarik kembali tangan Lili pergi menuju kantin,Lili
hanya menghela nafas dengan kelakuan Diki yang aneh.
‘’Lah Lili pergi kemana sih di kelas enggak ada di kantin
juga enggak ada.’’ Tia menggerutu karna tak menenukan Lili.
Dia Dan Adel tadi ke kelas Lili tapi kelasnya sudah kosong
jadi mereka langsung ke kantin siapa tau Lili sudah ada di sana.
‘’Tumben tumbenan tuh anak kaya gini.’’Kata Adel yang
melihat sekeliling mencari Lili.
Karna Adel hanya fokus mencari Lili dia tidak melihat Davian
dan Laura yang berjalan ke arahnya hingga mereka saling berpapasan Davian dan
Adel berhenti saling berhadapan.
Adel melihat Davian membawa nampan berisi dua mangkuk bakso
dan dua jus dan di sampingnya ada Laura mendadak suasana di kantin menjadi
canggung.Lili dan Diki yang baru datang melihat keadaan yang canggung pun
saling menatap satu sama lain.
‘Kenapa suasananya canggung begini,apa yang terjadi.’Pikir
Lili dan Diki.
__ADS_1