
‘’Senior.’’Panggil Adel lagi.
Mendengar ada yang memanggil
Satria menoleh ke asal suara tanpa menyauti panggilan tersebut.
‘’Tumben senior datang lebih
awal?’’Tanya Adel.
‘’Gimana e’lo sama Davian
kemarin?’’Satria balik bertanya pada Adel.
‘’Hehehe.’’Adel tersenyum lebar.
‘’Tentu saja kami bersenang
–senang.’’Kata Adel
‘’Kami pergi ke taman terus naik
sepeda berdua sambil makan es krim Davian juga membelikan saya roti dan
mengantar pulang.’’Adel menjabarkan semua yang dia lakukan kemarin.
‘’Pokoknya itu kencan yang
sempurna.’’Kata Adel senangnya.
‘Ya sempurna kecuali bagian gue
harus dapat nilai A di ujian semester nanti.’Batin Adel nanar.
‘’Oh selamat kalau begitu.’’Kata
Satria tambah mendung.
‘’Lalu bagaimana dengan senior
sendiri?’’Tanya Adel penasaran.
‘’Hah……..gagal.’’Kata Satria lesu.
‘’Kok bisa?’’Tanya Adel padahalkan
itu kesempatan yang bagus.
‘’Kemarin gue mau mengungkapkan
perasaan gue tapi saat Laura ada di depan gue pikiran gue jadi kosong dan yang
keluar hanya omong kosong.’’Kata Satria.
‘’Mungkin sekarang Laura
mengganggap gue pria pengecut yang tak
memiliki karisma.’’Satria menghela nafas.
‘’Tidak!senior itu juga punya
karisma,buktinya pak Gunawan menjadikan senior kapten tim.’’Kata Adel memberi
semangat.
‘Kalau senior menyerah dengan
Laura bisa gawat buat gue,Laura bisa semakin menjadi ancaman.’Pikir Adel.
‘’Apa gue cari cara lain aja yah,
buat mengungkapkan perasaan gue?’’Kata Satria sambil memegang dagunya.
‘’Seperti menulis surat cinta
gitu.’’Katanya lagi.
‘’Hah.’’
‘’Kalau gue ngungkapinya pake
suratkan lebih gampang dan enggak bikin gugup.’’Kata Satria
‘’Jangan.’’Kata Adel sedikit
teriak.
‘’Kenapa itukan ide yang
bagus.’’Kata Satria.
‘’Menurut saya Laura itu tipe
seperti Davian.’’Kata Adel
‘’Nantinya bukan membalasnya tapi
malah mengoreksi kesalahan dari penulisan kata –kata di surat yang senior
beri.’’Kata Adel
‘’Senior mau di permalukan di lagi
dan citra senior tambah jatuh di depan Laura.’’Kata Adel sambil mengingat
kejadian saat Davian menilai surat yang dia berikan.
‘’Tentu saja tidak.’’Satria
menggeleng.
‘’Terus gue harus bagaimana
dong.’’Kata Satria.
‘’Emm……..Ahhhh.’’Adel menarik
Satria dan memojokkannya ke dinding dengan kedua tangan mengurungnya.
‘’Apa –apa sih lo, Del!sorry ,yang
gue masih suka dengan Laura.’’Kata
Satria yang salah paham dengan posisi ambigu yang di lakukan Adel.
‘’Ge’er banget.’’Kata Adel sebal.
‘’Saya itu mau memberi senior
contoh untuk menembak Laura.’’Kata Adel.
‘’Emangnya e’lo pernah nembak
seseorang sebelumnya.’’Kata Satria tak
yakin dengan ucapan Adel.
‘’Belum.Davian itu cinta pertama
saya dan sekarang masih berjuang untuk mendapatkannya.’’Kata
Adel enteng.
‘’Lah terus ngapain e’lo mau
memberi gue contoh kalau lo juga belum pernah punya pengalaman.’’Satria
melepaskan kurungan Adel.
‘’Saya emang belum pernah tapi
saya itu suka membaca komik romantic di jamin pasti berhasil.’’Adel bersedekap
dada.
‘’Dan juga saya pernah mengalami
sendiri.’’Tambahnya
‘’Gue enggak percaya emang siapa
__ADS_1
yang melakukannya ke elo,Reno.’’Kata Satria.
‘’Da-vi-an.’’Adel mengejahnya.
‘’E’lo serius.’’Kata Satria
terkejut ,Adel mengganggukan kepala nya.
‘’Baiklah ayo lakukan.’’Kata
Satria dan kembali ke posisinya.
‘’Pertama senior ajak Laura pergi
ke tempat yang agak sepi lalu dorong dia seperti ini.’’Adel mengurung Satria seperti Davian dulu.
‘’Terus dekatkan wajah senior pada
Laura pasti dia akan bilang ginikan’’Ada apa ini?apa yang senior lakukan?’’Terus
senior cium Laura.’’Kata Adel
‘’Apa! cium.’’Kata Satria kaget.
‘’Iya ,lalu senior bilang’’Jika
kamu bisa melupakan ini,maka cobalah melupakannya’’Gitu.’’Adel melangkah
mundur.
‘’Sekarang senior coba,jangan lupa
teimingnya harus tepat agar terlihat keren.’’Kata Adel lagi.
‘’Agar senior tidak gugup nanti
bayangin aja kalau saya itu Laura supaya jadi terbiasa.’’Tambahnya
Satria melangkah ke depan Adel
lalu memojokan nya dan mengurung Adel seperti tadi Adel dia mendekatkan
wajahnya.
‘’Ahhh…… tidak bisa .’’Satria
mundur selangkah.
‘’Kenapa tidak bisa?’’Tanya Adel
‘’Gue enggak bisa
membayangkannya.’’Kata Satria
‘’Kenapa?’’Tanya Adel.
‘’Coba aja lo bayangin kalau gue
itu Davian.’’Kata Satria
Adel melihat Satria sambil mencoba
membayangkan wajah Davian lalu dia menggelengkan kepalanya.
‘’Enggak bisakan.’’Kata Satria
,Adel menggangguk.
‘’Kalau gitu enggak perlu
ngebayangin.’’Kata Adel
‘’Kita ulangi.’’Katanya lagi
Satria menaruh tangannya ke tembok dan
mengurung Adel yang mendongkakan wajahnya ke atas perlahan Satria mendekatkan
wajahnya terlihat seperti mau mencium bibir Adel lalu.
CKREKK
‘’Ma-maaf mengganggu.’’Kata Toni,
hendak mencium Adel pas dia membuka pintu klub,lalu di menutup kembali pintunya
dan kabur Adel dan Satria saling bertatapan dan mengangkat bahu,tanpa mereka
sadari itu akan jadi kesalah paham yang mungkin bisa membuat orang yang mereka
sukai semakin menjauh.
‘’Hai Davian,mau ke klub.’’Kata
Laura saat melihat Davian akan pergi ke klub basket.
‘’Bareng yuk.’’Katanya
‘’Ayok.’’Kata Davian.
‘’Oh yah!kemari e’lo baik –baik
saja.’’Tanya Laura,sebenarnya dia ingin memastikan apa yang di lakukan Davian kemarin
dengan Adel.
‘’Iyah,bagaimana dengan lo ,apa
pulang dengan selamat?’’Kata Davian.
‘’Gue pulang dengan selamat
kok.’’Kata Laura sambil tersenyum.
‘’Karna kapten bersama lo jadi gue
enggak terlalu khawatir .’’Kata Davian.
‘Jadi e’lo enggk mengkhawatirin
gue Davian,gue pikir lo mengkhawatirin gue mangkaya nanya gitu.’Batin Laura
sedikit sendu.
‘’Tapi kemarin itu benar –benar
menegangkan.’’Kata Davian yang terlihat senang.
‘’Benar kita seperti main film
gengsters saja.’’Kata Laura.
Pas di belokan mereka berpisah
menuju klub masing –masing ,sesampainya Davian langsung mengganti pakaian
dan pergi kelapangan entah kenapa hari
ini dia ingin cepat –cepat ke lapangan.
‘’Hoy ,tumben lo sudah di
lapangan.’’Tanya Diki yang melihat Davian sudah di lapangan.
‘’Kenapa tidak boleh?’’Tanya balik
Davian.
‘’Boleh emang siapa yang
lalang.’’Jawab Diki.
‘’Hey kalian melihat Satria
tidak.’’Tanya Kevin yang dari tadi celingukan mencari Satria.
‘’Tidak senior,e’lo Dav.’’Kata
Diki,Davian hanya menggeleng.
‘’Kemana yah ,tumben dia belum
__ADS_1
datang biasanya paling awal.’’Kata Kevin heran.
‘’Mungkin kapten sedang bersama
Adel.’’Kata Toni yang mendengar kalau wakil kapten nya mencari kaptennya.
‘’Apa pak Gunawan memanggil
mereka.’’Tanya Kevin.
‘’Enggak.’’Jawab Toni
‘’Sebenarnya yah tadi pas gue
masuk ruangan klub gue melihat sesuatu yang menarik.’’Tambah Toni.
‘’Apaan.’’Tanya Diki penasaran.
‘’Coba kalian tebak.’’Kata Toni
misterius.
‘’Gue lagi males main tebak
tebakan,mending e’lo bilang langsung aja deh.’’Kata Marsel yang terlihat kesal.
‘’Kenapa lo Sel?’’Tanya Toni
melihat temannya yang aneh.
‘’Enggak ada,Toni cepetan.’’Kata
Marsel.
‘’Cih e’lo enggak asiyk Sel’’Kata
Toni sebal
‘’Udah bilang aja gue
penasaran.’’Kata Diki tak sabaran.
‘’Gue ngeliat……’’Jeda Toni untuk
membuat teman temannya semakin penasaran.
‘’Gue ngeliat Satria mau cium Adel
di ruangan klub tadi.’’Kata Toni dramatis.
‘’HAAHH.’’
‘’Kalau e’lo mau ngelucu cari yang
lain enggak lucu.’’Kata Kevin.
‘’Kali ini candaan e’lo enggak
lucu Ton!’’Kata Marsel
‘’Padahal gue udah serius
dengerinnya.’’Kata Diki kecewa.
‘’Yeh beneran gue enggak
bohong,sumpah.’’Toni menggngkat dua jarinya membentuk V.
‘’Seriusan lo.’’Tanya Kevin yang
masih tak percaya.
‘’Serius ,gue ngeliat pakai mata
gue sendiri pas Satria menojokkan Adel ke gini lalu mendekatkan wajahnya ke
wajah Adel.’’Toni memojokan Rendy ke tembok untuk mempraktekan adegan Satria
dan Adel.
‘’Minggir, gue masih nolmal
tau.’’Kata Rendy kesal dan menatap jijik.
‘’Bukannya Kapten itu menyukai
Laura untuk apa dia mencium Adel.’’Kata Diki.
‘’Mungkin karna Laura menolaknya
terus jadi dia pindah mendekati Adel yang lebih gampang.’’Kata Toni sambil
menggangkat bahu.
‘’Kalau gitu saingan lo manbah
Dav.’’Kata Diki pelan pada Davian tapi dia terkejut Davian tidak ada di
sampingnya.
‘Sejak kapan Davian pergi.’Pikir
Diki,dia tidak sadar kapan Davian perginya.
‘’Senior sampai kapan kau berdiri
terus disini.’’Kata Adel yang kesal
Tadi saat mereka terpegok oleh
Toni Adel menarik Satria untuk langsung menemui Laura dan memperaktekannya tapi
dari tadi Satria belum juga menghampiri Laura .
‘’Kita sudah setengah jam
lebih masa belum siap –siap
juga.’’Tambahnya.
‘’Gue masih belum siap Adel kita
tunda lain kali aja yah.’’Satria berbalik melangkah pergi tapi Adel
menghentikannya.
‘’Enggak bisa,kalau di tunda
–tunda mulu kapan majunya.’’Adel mendorong Satria untuk berbalik untuk menghampiri Laura.
‘’Gue beneran belum siap
Adel.’’Satria berbalik jadi menghadap Adel yang terus mendorongnya
Karna perbedaan kekuatan di antara
mereka membuat Adel jadi terdorong oleh Satria, mereka terjatuh dengan posisi Adel di bawah
Satria.
Grebrug
‘’Aduh….seniorrrr.’’Kata Adel yang
semakin kesal. dengan Satria.
‘’Maaf –maaf.’’Satria bangun dan
membantu Adel.
‘Untung bibir gue masih
aman.’Pikir Adel
Tanpa mereka sadari Davian melihat
saat Adel dan Satria yang berpelukan
karna mereka saling dorong hingga mereka terjatuh,dia menepalkan tangannya erat
dan berbalik pergi.
__ADS_1
‘’Cih.’’