Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
61


__ADS_3

‘’Senior.’’Panggil Adel lagi.


Mendengar ada yang memanggil


Satria menoleh ke asal suara tanpa menyauti panggilan tersebut.


‘’Tumben senior datang lebih


awal?’’Tanya Adel.


‘’Gimana e’lo sama Davian


kemarin?’’Satria balik bertanya pada Adel.


‘’Hehehe.’’Adel tersenyum lebar.


‘’Tentu saja kami bersenang


–senang.’’Kata Adel


‘’Kami pergi ke taman terus naik


sepeda berdua sambil makan es krim Davian juga membelikan saya roti dan


mengantar pulang.’’Adel menjabarkan semua yang dia lakukan kemarin.


‘’Pokoknya itu kencan yang


sempurna.’’Kata Adel senangnya.


‘Ya sempurna kecuali bagian gue


harus dapat nilai A di ujian semester nanti.’Batin Adel nanar.


‘’Oh selamat kalau begitu.’’Kata


Satria tambah mendung.


‘’Lalu bagaimana dengan senior


sendiri?’’Tanya Adel penasaran.


‘’Hah……..gagal.’’Kata Satria lesu.


‘’Kok bisa?’’Tanya Adel padahalkan


itu kesempatan yang bagus.


‘’Kemarin gue mau mengungkapkan


perasaan gue tapi saat Laura ada di depan gue pikiran gue jadi kosong dan yang


keluar hanya omong kosong.’’Kata Satria.


‘’Mungkin sekarang Laura


mengganggap gue pria  pengecut yang tak


memiliki karisma.’’Satria menghela nafas.


‘’Tidak!senior itu juga punya


karisma,buktinya pak Gunawan menjadikan senior kapten tim.’’Kata Adel memberi


semangat.


‘Kalau senior menyerah dengan


Laura bisa gawat buat gue,Laura bisa semakin menjadi ancaman.’Pikir Adel.


‘’Apa gue cari cara lain aja yah,


buat mengungkapkan perasaan gue?’’Kata Satria sambil memegang dagunya.


‘’Seperti menulis surat cinta


gitu.’’Katanya lagi.


‘’Hah.’’


‘’Kalau gue ngungkapinya pake


suratkan lebih gampang dan enggak bikin gugup.’’Kata Satria


‘’Jangan.’’Kata Adel sedikit


teriak.


‘’Kenapa itukan ide yang


bagus.’’Kata Satria.


‘’Menurut saya Laura itu tipe


seperti Davian.’’Kata Adel


‘’Nantinya bukan membalasnya tapi


malah mengoreksi kesalahan dari penulisan kata –kata di surat yang senior


beri.’’Kata Adel


‘’Senior mau di permalukan di lagi


dan citra senior tambah jatuh di depan Laura.’’Kata Adel sambil mengingat


kejadian saat Davian menilai surat yang dia berikan.


‘’Tentu saja tidak.’’Satria


menggeleng.


‘’Terus gue harus bagaimana


dong.’’Kata Satria.


‘’Emm……..Ahhhh.’’Adel menarik


Satria dan memojokkannya ke dinding dengan kedua tangan mengurungnya.


‘’Apa –apa sih lo, Del!sorry ,yang


gue  masih suka dengan Laura.’’Kata


Satria yang salah paham dengan posisi ambigu yang di lakukan Adel.


‘’Ge’er banget.’’Kata Adel sebal.


‘’Saya itu mau memberi senior


contoh untuk menembak Laura.’’Kata Adel.


‘’Emangnya e’lo pernah nembak


seseorang  sebelumnya.’’Kata Satria tak


yakin dengan ucapan Adel.


‘’Belum.Davian itu cinta pertama


saya dan sekarang masih berjuang  untuk mendapatkannya.’’Kata


Adel enteng.


‘’Lah terus ngapain e’lo mau


memberi gue contoh kalau lo juga belum pernah punya pengalaman.’’Satria


melepaskan kurungan Adel.


‘’Saya emang belum pernah tapi


saya itu suka membaca komik romantic di jamin pasti berhasil.’’Adel bersedekap


dada.


‘’Dan juga saya pernah mengalami


sendiri.’’Tambahnya


‘’Gue enggak percaya emang siapa

__ADS_1


yang melakukannya ke elo,Reno.’’Kata Satria.


‘’Da-vi-an.’’Adel mengejahnya.


‘’E’lo serius.’’Kata Satria


terkejut ,Adel mengganggukan kepala nya.


‘’Baiklah ayo lakukan.’’Kata


Satria dan kembali ke posisinya.


‘’Pertama senior ajak Laura pergi


ke tempat yang agak sepi lalu dorong dia seperti ini.’’Adel mengurung  Satria seperti Davian dulu.


‘’Terus dekatkan wajah senior pada


Laura pasti dia akan bilang ginikan’’Ada apa ini?apa yang senior lakukan?’’Terus


senior cium Laura.’’Kata Adel


‘’Apa! cium.’’Kata Satria kaget.


‘’Iya ,lalu senior bilang’’Jika


kamu bisa melupakan ini,maka cobalah melupakannya’’Gitu.’’Adel melangkah


mundur.


‘’Sekarang senior coba,jangan lupa


teimingnya harus tepat agar terlihat keren.’’Kata Adel lagi.


‘’Agar senior tidak gugup nanti


bayangin aja kalau saya itu Laura supaya jadi terbiasa.’’Tambahnya


Satria melangkah ke depan Adel


lalu memojokan nya dan mengurung Adel seperti tadi Adel dia mendekatkan


wajahnya.


‘’Ahhh…… tidak bisa .’’Satria


mundur selangkah.


‘’Kenapa tidak bisa?’’Tanya Adel


‘’Gue enggak bisa


membayangkannya.’’Kata Satria


‘’Kenapa?’’Tanya Adel.


‘’Coba aja lo bayangin kalau gue


itu Davian.’’Kata Satria


Adel melihat Satria sambil mencoba


membayangkan wajah Davian lalu dia menggelengkan kepalanya.


‘’Enggak bisakan.’’Kata Satria


,Adel menggangguk.


‘’Kalau gitu enggak perlu


ngebayangin.’’Kata Adel


‘’Kita ulangi.’’Katanya lagi


 Satria menaruh tangannya ke tembok dan


mengurung Adel yang mendongkakan wajahnya ke atas perlahan Satria mendekatkan


wajahnya terlihat seperti mau mencium bibir Adel lalu.


CKREKK


‘’Ma-maaf mengganggu.’’Kata Toni,


hendak mencium Adel pas dia membuka pintu klub,lalu di menutup kembali pintunya


dan kabur Adel dan Satria saling bertatapan dan mengangkat bahu,tanpa mereka


sadari itu akan jadi kesalah paham yang mungkin bisa membuat orang yang mereka


sukai semakin menjauh.


‘’Hai Davian,mau ke klub.’’Kata


Laura saat melihat Davian akan pergi ke klub basket.


‘’Bareng yuk.’’Katanya


‘’Ayok.’’Kata Davian.


‘’Oh yah!kemari e’lo baik –baik


saja.’’Tanya Laura,sebenarnya dia ingin memastikan apa yang di lakukan Davian kemarin


dengan Adel.


‘’Iyah,bagaimana dengan lo ,apa


pulang dengan selamat?’’Kata Davian.


‘’Gue pulang dengan selamat


kok.’’Kata Laura sambil tersenyum.


‘’Karna kapten bersama lo jadi gue


enggak terlalu khawatir .’’Kata Davian.


‘Jadi e’lo enggk mengkhawatirin


gue Davian,gue pikir lo mengkhawatirin gue mangkaya nanya gitu.’Batin Laura


sedikit sendu.


‘’Tapi kemarin itu benar –benar


menegangkan.’’Kata Davian yang terlihat senang.


‘’Benar kita seperti main film


gengsters saja.’’Kata Laura.


Pas di belokan mereka berpisah


menuju klub masing –masing ,sesampainya Davian langsung mengganti pakaian


dan  pergi kelapangan entah kenapa hari


ini dia ingin cepat –cepat ke lapangan.


‘’Hoy ,tumben lo sudah di


lapangan.’’Tanya Diki yang melihat Davian sudah di lapangan.


‘’Kenapa tidak boleh?’’Tanya balik


Davian.


‘’Boleh emang siapa yang


lalang.’’Jawab Diki.


‘’Hey kalian melihat Satria


tidak.’’Tanya Kevin yang dari tadi celingukan mencari Satria.


‘’Tidak senior,e’lo Dav.’’Kata


Diki,Davian hanya menggeleng.


‘’Kemana yah ,tumben dia belum

__ADS_1


datang biasanya paling awal.’’Kata Kevin heran.


‘’Mungkin kapten sedang bersama


Adel.’’Kata Toni yang mendengar kalau wakil kapten nya mencari kaptennya.


‘’Apa pak Gunawan memanggil


mereka.’’Tanya Kevin.


‘’Enggak.’’Jawab Toni


‘’Sebenarnya yah tadi pas gue


masuk ruangan klub gue melihat sesuatu yang menarik.’’Tambah Toni.


‘’Apaan.’’Tanya Diki penasaran.


‘’Coba kalian tebak.’’Kata Toni


misterius.


‘’Gue lagi males main tebak


tebakan,mending e’lo bilang langsung aja deh.’’Kata Marsel yang terlihat kesal.


‘’Kenapa lo Sel?’’Tanya Toni


melihat temannya yang aneh.


‘’Enggak ada,Toni cepetan.’’Kata


Marsel.


‘’Cih e’lo enggak asiyk Sel’’Kata


Toni sebal


‘’Udah bilang aja gue


penasaran.’’Kata Diki tak sabaran.


‘’Gue ngeliat……’’Jeda Toni untuk


membuat teman temannya semakin penasaran.


‘’Gue ngeliat Satria mau cium Adel


di ruangan klub tadi.’’Kata Toni dramatis.


‘’HAAHH.’’


‘’Kalau e’lo mau ngelucu cari yang


lain enggak lucu.’’Kata Kevin.


‘’Kali ini candaan e’lo enggak


lucu Ton!’’Kata Marsel


‘’Padahal gue udah serius


dengerinnya.’’Kata Diki kecewa.


‘’Yeh beneran gue enggak


bohong,sumpah.’’Toni menggngkat dua jarinya membentuk V.


‘’Seriusan lo.’’Tanya Kevin yang


masih tak percaya.


‘’Serius ,gue ngeliat pakai mata


gue sendiri pas Satria menojokkan Adel ke gini lalu mendekatkan wajahnya ke


wajah Adel.’’Toni memojokan Rendy ke tembok untuk mempraktekan adegan Satria


dan Adel.


‘’Minggir, gue masih nolmal


tau.’’Kata Rendy kesal dan menatap jijik.


‘’Bukannya Kapten itu menyukai


Laura untuk apa dia mencium Adel.’’Kata Diki.


‘’Mungkin karna Laura menolaknya


terus jadi dia pindah mendekati Adel yang lebih gampang.’’Kata Toni sambil


menggangkat bahu.


‘’Kalau gitu saingan lo manbah


Dav.’’Kata Diki pelan pada Davian tapi dia terkejut Davian tidak ada di


sampingnya.


‘Sejak kapan Davian pergi.’Pikir


Diki,dia tidak sadar kapan Davian perginya.


‘’Senior sampai kapan kau berdiri


terus disini.’’Kata Adel yang kesal


Tadi saat mereka terpegok oleh


Toni Adel menarik Satria untuk langsung menemui Laura dan memperaktekannya tapi


dari tadi Satria belum juga menghampiri Laura .


‘’Kita sudah setengah jam


lebih  masa belum siap –siap


juga.’’Tambahnya.


‘’Gue masih belum siap Adel kita


tunda lain kali aja yah.’’Satria berbalik melangkah pergi tapi Adel


menghentikannya.


‘’Enggak bisa,kalau di tunda


–tunda mulu kapan majunya.’’Adel mendorong Satria untuk berbalik  untuk menghampiri Laura.


‘’Gue beneran belum siap


Adel.’’Satria berbalik jadi menghadap Adel yang terus mendorongnya


Karna perbedaan kekuatan di antara


mereka membuat  Adel  jadi terdorong oleh Satria,  mereka terjatuh dengan posisi Adel di bawah


Satria.


Grebrug


‘’Aduh….seniorrrr.’’Kata Adel yang


semakin kesal. dengan Satria.


‘’Maaf –maaf.’’Satria bangun dan


membantu Adel.


‘Untung bibir gue masih


aman.’Pikir Adel


Tanpa mereka sadari Davian melihat


saat  Adel dan Satria yang berpelukan


karna mereka saling dorong hingga mereka terjatuh,dia menepalkan tangannya erat


dan berbalik pergi.

__ADS_1


‘’Cih.’’


__ADS_2