
‘’Delia,aku minta maaf atas kejadian kemaren.’’Andreas menundukan
kepalanya tak enak menatap Adel,dia malu dan sangat menyesal.
‘’Tidak apa apa kok.’’Jawab Adel.
Setelahnya mereka tidak mengatakan apa apa lagi hanya
keheningan dan canggung diantara mereka.Mereka larut dalam pikiran masing
masing.
suasana taman yang
sepi semakin hening,Adel sungguh bingung dan tak tahu harus bagaimana untuk mengatakan
kalau dia akan menikah dengan Davian.
‘’Delia/kak Andreas.’’panggil Adel dan Andreas bersamaan.
‘’Kamu duluan/kakak duluan.’’Lagi lagi mereka berucap
serempak.
Mereka tersenyum canggung lalu Andreas meletakan paperbag
yang dia bawa dari tadi dan mengeluarkan isinya.
‘’Aku membuatkan mu bekal sebagai permintaan maaf.’’Kata
Andreas.
‘’Ayo di makan.’’Setelah Andreas membuka kotak bekalnya dan
memberikan sumpit pada Adel.
Adel mengambil salah satu makanan yang ada di kotak bekal dan
memakannya, yang entah dia tak tahu apa namanya tapi itu mirip dengan sushi.
‘’Bagaimana enak tidak?’’ Tanya Andreas
‘’Sangat enak.’’Kata Adel,dia menghabiskan setengah
makanannya lalu meletakan sumpitnya.
Andreas menyengritkan dahinya heran karna Adel menghentikan
makannya.
‘’Kenapa? Apa kamu tidak menyukainya?’’Tanya Andeas.
‘’Bukan.’’Adel menggelengkan kepalanya.
‘’Ada yang ingin aku bicarakan.’’Kata Adel
‘’Ada apa?’’Tanya Andreas penasaran.
‘’Soal jawaban atas pertanyaan kakak dan juga,aku ingin
memberitahu sesuatu pada kakak.’’Kata Adel ragu ragu.
‘’Oh ,ku pikir ada apa? Memangnya hal apa yang ingin kamu katakan
,sampai sampai kamu terlihat gugup dan ragu ragu gitu.’’Kata Andreas.
‘’Bilang aja jangan ragu.’’Lanjutnya,walau sebenarnya hatinya
merasa gelisah dan entak kenapa dia merasa sedikit takut.
‘’Aku….aku…’’Kata Adel yang ragu ragu.
‘’Aku menyukai Adel.’’Davian datang memotong ucapan Adel.
Adel dan Andreas kaget dengan kedatangan Davian yang tiba
tiba,Adel menoleh ke samping dimana Davian berdiri.
‘Loh,kok? Davian bisa disini!.’Batin Adel heran.
‘’Maksud e’lo.’’Kata Andreas berusaha tenang.
‘’E’lo tak sebodoh itu hingga tak mengerti maksud gue.’’Kata
Davian datar.
‘’Davian.’’Tegur Adel.
‘’Hah,Aku tidak perlu izin mu untuk berpacaran dengan Adel
tapi,itu penting untuk Adel.’’Kata Davian sedikit ramah.
‘’Jadi ku harap kau mau melepaskannya.’’Lanjutnya.
‘’Mengapa?’’Tanya Andreas.
Kedua tangannya mengepal erat,selama ini dia berusaha keras
untuk mendapatkan Adel dan selalu menghibur nya saat Davian menyakiti nya namun
__ADS_1
dengan mudah Davian masuk dan bilang untuk melepaskan sesuatu yang memang belum
dia miliki,seolah olah Davian tengah menghinanya.
‘’Jika kau melepaskannya itu akan menjadi baikuntuk kita
semua terutama Adel.’’Kata Davian.
‘’Hahaha…oh maaf.’’Andreas menghapus air mata di matanya
sehabis tertawa.
‘’Itu adalah kata kata terlucu yang pernah aku dengan dari
Davian.’’Kata Andreas.
‘’Melepaskan…..melepaskan apa?’’Tanya balik Andreas.
‘’Aku dan Delia itu tidak ada hubungan apa apa,lalu aku harus
melepaskan apa?’’Kata Andreas.
‘’Tentu saja melepaskan perasaan mu pada Adel.’’Jawab Davian.
‘’Davian…Davian,mudah sekali kau bilang melepaskan sementara
ini kau itu selalu menyakiti Delia.’’Balas Andreas.
‘’Selama 4 tahun Delia menyukai diri mu dan selama 4 tahun
pula dia sakit hati karna sikap mu.’’Kata Andreas.
‘’Aku memang tak tahu seperti apa dulu kisah kalian ,karna
aku baru sekarang mengenalnya namun yang ku tahu kalau Delia selama menyukai mu
dia selalu tertekan dengan sikap mu dan tak pernah merasa senang.’’Kata
Andreas.
‘’Kak Andreas.’’Kata Adel sendu.
‘’Meski aku mengenalnya belum lama tapi aku benar benar
mencintainya dan membuatnya selalu tertawa ceria setiap saat.’’Lanjutnya.
‘’Maaf.’’kata Adel.
Adel yang dari tadi diam ikut bicara ,dan meminta maaf pada
Andreas karna tak bisa membalas perasaan cintanya,dia tahu betapa tulusnya
menganggapnya sebagai seorang kakak
‘’Untuk apa kamu minta maaf?’’Andeas menatap Adel yang sedang
menunduk sambil memainkan jari telunjuknya.
‘’HAh ,sudahlah.’’Andreas memalingkan wajahnya kea rah lain.
‘’Jangan katakan,aku tahu apa yang kamu ingin katakan.’’Lanjutnya.
‘’Delia,apa kamu benar benar yakin dengan ini? Apa kamu yakin
kalau Davian tidak akan menyakiti kamu lagi?’’Tanya Andreas.
Adel terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Andreas begitu pun
dengan Davian.
‘’lihatkan kamu sendiri tidak bisa menjawabnya.’’Kata
Andreas.
‘’Kau lihat Davian,Delia tidak bisa menjawabnya.’’Andreas
melihat kearah Davian.
‘’Ya,aku jadi takut.’’Kata Davian.
‘Takut dia akan meninggalkan ku dan sudah menyerah pada ku.’Kata
Davian dalam hati.
‘’Hah.’’Andreas menghela nafas berat memejamkan matanya untuk
menertalkan hati yang sakit.
‘’Kalian tidak perlu izin dari ku karna aku tidak mmiliki hak
untuk itu,tapi dengar Davian aku akan mengawasi mu jika nanti kau membuat Delia
menangis aku kan merebutnya dari mu dan akan ku kau mengangis darah.’’Kata
Andreas serius.
‘’Akan ku ingat.’’Jawab Davian.
‘’Bagus lah, Delia semoga kamu bahagia dengan pilihan mu,selamat
__ADS_1
tinggal.’’Kata Andreas.
‘’Terima kasih untuk selama ini.’’Kata Adel tersenyum tulus.
‘’Em,boleh minta peluk untuk terakhir kalinya.’’Pinta
Andreas.
Adel mengangguk dan memeluk Andreas meski tubuhnya sedikit
bergetar, setelah melepaskan pelukannya Andreas langsung pergi.
‘’Kenapa kamu bisa ada di sini juga?’’Tanya Adel setelah
Andreas pergi.
‘’Ayo pulang.’’Davian menggandeng tangan Adel dan membawanya
menuju mobil tanpa berniat menjawab pertanyaan Adel barusan.
‘’Kebiasaan kalau aku bertanya tak pernah dijawab.’’Kata Adel
kesal namun tetap melangkah.
Sebenarnya setelah berpisah dengan Reina di taman Davian
pergi ke kampus karna tadi pagi Adel bilang akan ke kampus dan juga bukan hanya
Andreas yang menyukai Adel tapi ada dua lagi laki laki yang menyukai Adel itu
sebabnya dia ingin medatangi mereka juga untuk memberitahu mereka kalau Adel
sekarang miliknya.
Seperti yang dia katakan pada Adel ,dia tidak suka jika
miliknya di damba laki laki lain,namun dia tidak sengaja melihat Adel yang naik
ojek jadi dia mengikuti Adel ke taman untuk bertemu Andreas.
‘’Waw bagus banget mobilnya.’’Kata Adel melihat mobil warna
hitam didepannya.
‘’Ini milik mu,kok aku baru lihat.’’Lanjutnya.
‘’Bukan ini mobil perusahaan.’’Jawab Davian.
‘’Karna tidak mungkin aku menggunakan mobil milk ayah terus
jadi perusahanan memberi ku mobil untuk memudahkan ku untuk mengurus urusan
perusahaan.’’Lanjutnya.
‘’Bagaimana kalau kita kencan? kemana gitu,mumpung ada mobil
bagus.’’Kata Adel dengan mata berbinar.
‘’Jangan main main.’’Davian menyentil dahi Adel.
‘’Ini itu hanya untuk urusan perusahaan bukan untuk urusan
pribadi.’’Lanjutnya dan menyalakan mobil ,meninggalkan taman.
‘’Kali ini aja ya…ya…ya.’’ Bujuk Adel.
‘’Sekali tidak tetap tidak Adel,lebih baik kita pulang .’’
Balas Davian.
‘’Ih kamu mah enggak romantic bangat jadi cowok.’’Kata Adel
sebal dan memalingkan wajahnya ke jendela.
‘’Tadi aja bilangnya pacaran tapi di ajak kencan tidak mau,udah
gitu menyatakan cinta saja enggak malah langsung bilang ingin menikah,enggak romantic
banget.’’Kata Adel mengomel,Davian hany fokus menyetir tak menanggapi ucapan
Adel namun telinganya tetap mendengarkan.
‘’Beda banget sama kak Andreas sama Reno,kalau mereka pasti
setuju dan mengajak ku ke tempat yang indah dan bagus.’’Kata Adel.
‘’Adel.’’Davian menatap Adel dengan datar dan tajam penuh
peringtan.
Glek
Adel menelan ludahnya kasar ,punggungnya mendingin.
‘Mati aku! Kenapa harus keceplosan sih dan juga sejak kapan
Davian jadi menakutkan begini.’teriak Adel di dalam hati.
‘Apa salah ku?huhuhu. ’tangisnya di dalam hati.
__ADS_1