Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
133


__ADS_3

‘’Delia,aku minta maaf atas kejadian kemaren.’’Andreas menundukan


kepalanya tak enak menatap Adel,dia malu dan sangat menyesal.


‘’Tidak apa apa kok.’’Jawab Adel.


Setelahnya mereka tidak mengatakan apa apa lagi hanya


keheningan dan canggung diantara mereka.Mereka larut dalam pikiran masing


masing.


 suasana taman yang


sepi semakin hening,Adel sungguh bingung dan tak tahu harus bagaimana untuk mengatakan


kalau dia akan menikah dengan Davian.


‘’Delia/kak Andreas.’’panggil Adel dan Andreas bersamaan.


‘’Kamu duluan/kakak duluan.’’Lagi lagi mereka berucap


serempak.


Mereka tersenyum canggung lalu Andreas meletakan paperbag


yang dia bawa dari tadi dan mengeluarkan isinya.


‘’Aku membuatkan mu bekal sebagai permintaan maaf.’’Kata


Andreas.


‘’Ayo di makan.’’Setelah Andreas membuka kotak bekalnya dan


memberikan sumpit pada Adel.


Adel mengambil salah satu makanan yang ada di kotak bekal dan


memakannya, yang entah dia tak tahu apa namanya tapi itu mirip dengan sushi.


‘’Bagaimana enak tidak?’’ Tanya Andreas


‘’Sangat enak.’’Kata Adel,dia menghabiskan setengah


makanannya lalu meletakan sumpitnya.


Andreas menyengritkan dahinya heran karna Adel menghentikan


makannya.


‘’Kenapa? Apa kamu tidak menyukainya?’’Tanya Andeas.


‘’Bukan.’’Adel menggelengkan kepalanya.


‘’Ada yang ingin aku bicarakan.’’Kata Adel


‘’Ada apa?’’Tanya Andreas penasaran.


‘’Soal jawaban atas pertanyaan kakak dan juga,aku ingin


memberitahu sesuatu pada kakak.’’Kata Adel ragu ragu.


‘’Oh ,ku pikir ada apa? Memangnya hal apa yang ingin kamu katakan


,sampai sampai kamu terlihat gugup dan ragu ragu gitu.’’Kata Andreas.


‘’Bilang aja jangan ragu.’’Lanjutnya,walau sebenarnya hatinya


merasa gelisah dan entak kenapa dia merasa sedikit takut.


‘’Aku….aku…’’Kata Adel yang ragu ragu.


‘’Aku menyukai Adel.’’Davian datang memotong ucapan Adel.


Adel dan Andreas kaget dengan kedatangan Davian yang tiba


tiba,Adel menoleh ke samping dimana Davian berdiri.


‘Loh,kok? Davian bisa disini!.’Batin Adel heran.


‘’Maksud e’lo.’’Kata Andreas berusaha tenang.


‘’E’lo tak sebodoh itu hingga tak mengerti maksud gue.’’Kata


Davian datar.


‘’Davian.’’Tegur Adel.


‘’Hah,Aku tidak perlu izin mu untuk berpacaran dengan Adel


tapi,itu penting untuk Adel.’’Kata Davian sedikit ramah.


‘’Jadi ku harap kau mau melepaskannya.’’Lanjutnya.


‘’Mengapa?’’Tanya Andreas.


Kedua tangannya mengepal erat,selama ini dia berusaha keras


untuk mendapatkan Adel dan selalu menghibur nya saat Davian menyakiti nya namun

__ADS_1


dengan mudah Davian masuk dan bilang untuk melepaskan sesuatu yang memang belum


dia miliki,seolah olah Davian tengah menghinanya.


‘’Jika kau melepaskannya itu akan menjadi baikuntuk kita


semua terutama Adel.’’Kata Davian.


‘’Hahaha…oh maaf.’’Andreas menghapus air mata di matanya


sehabis tertawa.


‘’Itu adalah kata kata terlucu yang pernah aku dengan dari


Davian.’’Kata Andreas.


‘’Melepaskan…..melepaskan apa?’’Tanya balik Andreas.


‘’Aku dan Delia itu tidak ada hubungan apa apa,lalu aku harus


melepaskan apa?’’Kata Andreas.


‘’Tentu saja melepaskan perasaan mu pada Adel.’’Jawab Davian.


‘’Davian…Davian,mudah sekali kau bilang melepaskan sementara


ini kau itu selalu menyakiti Delia.’’Balas Andreas.


‘’Selama 4 tahun Delia menyukai diri mu dan selama 4 tahun


pula dia sakit hati karna sikap mu.’’Kata Andreas.


‘’Aku memang tak tahu seperti apa dulu kisah kalian ,karna


aku baru sekarang mengenalnya namun yang ku tahu kalau Delia selama menyukai mu


dia selalu tertekan dengan sikap mu dan tak pernah merasa senang.’’Kata


Andreas.


‘’Kak Andreas.’’Kata Adel sendu.


‘’Meski aku mengenalnya belum lama tapi aku benar benar


mencintainya dan membuatnya selalu tertawa ceria setiap saat.’’Lanjutnya.


‘’Maaf.’’kata Adel.


Adel yang dari tadi diam ikut bicara ,dan meminta maaf pada


Andreas karna tak bisa membalas perasaan cintanya,dia tahu betapa tulusnya


menganggapnya sebagai seorang kakak


‘’Untuk apa kamu minta maaf?’’Andeas menatap Adel yang sedang


menunduk sambil memainkan jari telunjuknya.


‘’HAh ,sudahlah.’’Andreas memalingkan wajahnya kea rah lain.


‘’Jangan katakan,aku tahu apa yang kamu ingin katakan.’’Lanjutnya.


‘’Delia,apa kamu benar benar yakin dengan ini? Apa kamu yakin


kalau Davian tidak akan menyakiti kamu lagi?’’Tanya Andreas.


Adel terdiam tak bisa menjawab pertanyaan Andreas begitu pun


dengan Davian.


‘’lihatkan kamu sendiri tidak bisa menjawabnya.’’Kata


Andreas.


‘’Kau lihat Davian,Delia tidak bisa menjawabnya.’’Andreas


melihat kearah Davian.


‘’Ya,aku jadi takut.’’Kata Davian.


‘Takut dia akan meninggalkan ku dan sudah menyerah pada ku.’Kata


Davian dalam hati.


‘’Hah.’’Andreas menghela nafas berat memejamkan matanya untuk


menertalkan hati yang sakit.


‘’Kalian tidak perlu izin dari ku karna aku tidak mmiliki hak


untuk itu,tapi dengar Davian aku akan mengawasi mu jika nanti kau membuat Delia


menangis aku kan merebutnya dari mu dan akan ku kau mengangis darah.’’Kata


Andreas serius.


‘’Akan ku ingat.’’Jawab Davian.


‘’Bagus lah, Delia semoga kamu bahagia dengan pilihan mu,selamat

__ADS_1


tinggal.’’Kata Andreas.


‘’Terima kasih untuk selama ini.’’Kata Adel tersenyum tulus.


‘’Em,boleh minta peluk untuk terakhir kalinya.’’Pinta


Andreas.


Adel mengangguk dan memeluk Andreas meski tubuhnya sedikit


bergetar, setelah melepaskan pelukannya Andreas langsung pergi.


‘’Kenapa kamu bisa ada di sini juga?’’Tanya Adel setelah


Andreas pergi.


‘’Ayo pulang.’’Davian menggandeng tangan Adel dan membawanya


menuju mobil tanpa berniat menjawab pertanyaan Adel barusan.


‘’Kebiasaan kalau aku bertanya tak pernah dijawab.’’Kata Adel


kesal namun tetap melangkah.


Sebenarnya setelah berpisah dengan Reina di taman Davian


pergi ke kampus karna tadi pagi Adel bilang akan ke kampus dan juga bukan hanya


Andreas yang menyukai Adel tapi ada dua lagi laki laki yang menyukai Adel itu


sebabnya dia ingin medatangi mereka juga untuk memberitahu mereka kalau Adel


sekarang miliknya.


Seperti yang dia katakan pada Adel ,dia tidak suka jika


miliknya di damba laki laki lain,namun dia tidak sengaja melihat Adel yang naik


ojek jadi dia mengikuti Adel ke taman untuk bertemu Andreas.


‘’Waw bagus banget mobilnya.’’Kata Adel melihat mobil warna


hitam didepannya.


‘’Ini milik mu,kok aku baru lihat.’’Lanjutnya.


‘’Bukan ini mobil perusahaan.’’Jawab Davian.


‘’Karna tidak mungkin aku menggunakan mobil milk ayah terus


jadi perusahanan memberi ku mobil untuk memudahkan ku untuk mengurus urusan


perusahaan.’’Lanjutnya.


‘’Bagaimana kalau kita kencan? kemana gitu,mumpung ada mobil


bagus.’’Kata Adel dengan mata berbinar.


‘’Jangan main main.’’Davian menyentil dahi Adel.


‘’Ini itu hanya untuk urusan perusahaan bukan untuk urusan


pribadi.’’Lanjutnya dan menyalakan mobil ,meninggalkan taman.


‘’Kali ini aja ya…ya…ya.’’ Bujuk Adel.


‘’Sekali tidak tetap tidak Adel,lebih baik kita pulang .’’


Balas Davian.


‘’Ih kamu mah enggak romantic bangat jadi cowok.’’Kata Adel


sebal dan memalingkan wajahnya ke jendela.


‘’Tadi aja bilangnya pacaran tapi di ajak kencan tidak mau,udah


gitu menyatakan cinta saja enggak malah langsung bilang ingin menikah,enggak romantic


banget.’’Kata Adel mengomel,Davian hany fokus menyetir tak menanggapi ucapan


Adel namun telinganya tetap mendengarkan.


‘’Beda banget sama kak Andreas sama Reno,kalau mereka pasti


setuju dan mengajak ku ke tempat yang indah dan bagus.’’Kata Adel.


‘’Adel.’’Davian menatap Adel dengan datar dan tajam penuh


peringtan.


Glek


Adel menelan ludahnya kasar ,punggungnya mendingin.


‘Mati aku! Kenapa harus keceplosan sih dan juga sejak kapan


Davian jadi menakutkan begini.’teriak Adel di dalam hati.


‘Apa salah ku?huhuhu. ’tangisnya di dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2