
‘’Selamat pagi kak.’’Sapa Daniel
‘’Selamat pagi.’’Balas Davian
‘’Oh yah kak! Apa semalam kakak sudah memakan kuenya?’’tanya Daniel
‘’Sudah.’’Jawab Davian
‘’Lalu bagaimana dengan rasanya.’’Kata Daniel antusias
‘’Tidak terlalu buruk rasanya lumayan enak.’’Kata Davian
‘’Benarkah ,baguslah kalau begitu.’’Kata Daniel lega
‘’Sepertinya benar.’’Kata Davian
‘’Apa yang benar kak?’’tanya Daniel penasaran
‘’Adel bilang kalau kamu yang jadi jaminan kalau kue itu tak
beracun.’’Kata Davian
‘’Itu benar, tak terhitung berapa banyak aku mencicipi kue
gosong dan bantet yang dia buat,agar kue yang akan di berikan ke kakak itu tak
akan membuat sakit perut.’’Kata Daniel sedikit prustasi saat mengingatnya
‘’Terima kasih.’’Davian mengacak acak rambut Daniel
‘’Ih kakak rambut ku jadi kusut lagi kan.’’Daniel merapikan
rambutnya lagi
‘’Hahaha…’’Davian tertawa geli melihat adiknya
‘’Daniel apa menurutmu kak seperti kakek- kakek?’’Tanya
Davian
‘’Tidak! siapa yang bilang kakak seperti kakek-
kakek?’’Tanya Daniel
‘’Dia bilang kalau sikap dan prilaku kakak itu seperti
kakek-kakek yang bosan hidup karna sudah melihat bermacam –macam hal.’’Kata
Davian.
‘’Pasti Adel kan yang bilang! kakak jangan dengerin
dia.’’Kata Daniel
‘’Kalian berdua jangan ngobrol terus,cepat turun tante
Marisa sudah nunggu.’’Teriak Adel di bawah tangga.
Davian dan Daniel pun menghentikan obrolan mereka dan segera turun dari tangga menuju ruang
makan untuk sarapan.Mereka pun makan dengan hening hanya dentingan sendok dan
piring yang terdengar.
‘’Uh gue udah enggak sabar lagi .’’Kata Tia sambil menata
rambut Adel
‘’Gue juga udah enggak sabar.’’Balas Lili
‘’Sabar kali .’’Kata Adel
‘’AKHIRNYA BESOK ACARA KELULUSAN’’Teriak mereka gembira
‘’Hahahahah’’
‘’Hari baru….’’Kata Lili
‘’Tempat baru…’’Kata Adel
‘’Gebetan baru…’’Teriak Tia,Adel dan Lili menatap dirinya
‘’Apa.’’Kata Tia
‘’Emang enggak boleh .’’Kata Tia
‘’Boleh.’’Kata Adel dan Lili
‘’Senang amat kalian.’’Kata Mia yang terganggu
‘’Iyah dong.’’Kata Tia senang
‘’Lo masih belajar Mia,besokkan kita akan wisuda.’’Kata Lili
‘’Tau rajin amat lo.’’Kata Tia
‘’Bukan rajin gue cuman mempersiapkan untuk ujian masuk biar
gue bisa lolos.’’Kata Mia
Mereka bertiga mengangguk bersama karna setau mereka Mia
kuliah di kampus yang cukup ternama dan
kemungkina bisa lolos itu sedikit,tiba tiba telepon Adel berdering.
Kudarizaka fumikiri
made atashi wa muchuu de hashita
‘’Halo’’Adel langsung mengangkatnya
__ADS_1
‘’……’’
‘’Tidak gue bebas.’’Kata Adel
‘’……….’’
‘’Iyah bisa,gue ke sana sekarang.’’Adel menutup teleponnya
dan merapihkan tasnya lalu berlari pergi
‘’Gue duluan yah bay.’’Kata Adel melarikan diri
‘’Adel angkat telepon dari siapa kok buru-buru banget.’’Tanya
Tia pada Lili dan Mia ,Lili mengangkat bahunya lalu menatap Mia.
‘’Kalau lo tanya gue ,geu tanya sama siapa.’’Kata Mia
Adel pergi ke halte menunggu bis dia pergi ke sebuah kafe
yang lumayan dekat dengan sekolahannya sekitar 9menit Adel sampai ke sana.
Kring
Adel membuka pintu kafe dan langsung menghampiri salah satu
karyawan di sana.
‘’Lo udah datang Del.’’Katanya
‘’Iyah Kak.’’Kata Adel
‘’ Cepat ganti baju sana ,hari ini kafe sangat sibuk banget
.’’Katanya
‘’Kalau gitu gue langsung ganti baju dulu.’’Adel pergi
mengganti baju dan menyimpan tasnya.
‘’ Kita ke kafe yuh,lagian di sekolah juga enggak ada
kegiatan apa pun.’’Ajak Diki
‘’Boleh juga tuh, gue juga lagi bosen nih.’’Kata Rafa yang
duduk di sebelah Davian
‘’Gue ikut dong.’’Kata Semi
‘’Lo mau ikut Dav.’’Tanya Diki.
‘’Ya udah yuk.’’Kata Davian
Mereka berempat keluar menuju parkiran mengambil kendaraan
meraka masing masing dan pergi ke kafe yang dekat sekolah. Dan kebetulan kafe
Setelah mereka masuk dan mencari tempat untuk mereka duduki
dan langsung memesan minuman dan makanan, mereka mengobrol menunggu pesanan
mereka datang.
‘’Dav lo belum memutuskan kuliah dimana?’’Tanya Diki
‘’Lo masih belum memutuskan.’’Kata Semi
‘’Kurasa udah.’’Kata Davian
‘’Sebenarnya udah apa belum sih ,terus lo mau kemana.’’Kata
Rafa dia penasaran
‘’Mungkin BIMA DARMA.’’Kata Davian
‘’Apa.’’Kata mereka kaget
‘’Kenapa lo mau ke sana setau gue kampus itu kan biasa-biasa
aja ,apa lagi untuk lo yang bisa di bilang jenius .’’Tanya Rafa tambah
penasaran dengan si jenius satu ini.
‘’Karna di sana ada sesuatu yang menarik.’’Kata Davian ’Lebih
tepatnya seseorang yang menarik dan gue juga mau mencari jawaban dari apa yang
membuat gue resahselama ini.’Lanjutnya dalam hati.
‘’Sesuatu yang menarik! Apa?’’Tanya Diki yang penasaran juga
‘’Lo jangan bikin gue tambah penasaran .’’Kata Diki lagi.
‘’Del ,tolong lo berikan pesanan ini ke meja yang di
sana.’’Kata Roni menunjuk ke meja yang di maksudnya
‘’Oke.’’Adel mengambil nampannya.
Adel berjalan ke arah meja tersebut saat dia berada cukup dekat dia mendengar
suara Davian dan menghentikan langkahnya.
‘’Gimana nih ,itu kan Davian dan teman-temannya .’’Kata Adel
pelan
‘’Bisa gawat kalau Davian tau gue kerja di sini.’’Kata Adel
gugup
__ADS_1
‘’Gimana caranya yah biar enggak ketauan.’’Adel celingukan
mencari sesuatu yang bisa dia pakai untuk menutupi wajahnya,dia melihat sebuah
topeng yang tertinggal di meja dia menggambilnya dan memakai topeng tersebut.
‘Dengan begini semoga Davian tidak mengelali gue.’Batin Adel
,dia melanjutkan langkahnya
‘’Ini tuan pesanan kalian.’’Adel berusaha merubah suaranya
‘’HUWAAAAA……’’
Mereka berempat teriak karna terkejut melihat Adel yang
mengenakan topeng yang cukup seram berdiri di samping mereka.
‘’Silahkan ,selamat menikmati makanannya.’’Kata Adel setelah
menyajikan pesanan mereka lalu langsung meninggalkan mereka takut nanti ketauan
kalau kelamaan.
‘’Gila tuh pelayan bikin gue kaget aja.’’Rafa mengusap-usap
dadanya
‘’Jantung gue rasanya mau copot.’’Kata Diki melakukan hal
yang sama dengan Rafa.
‘’Lo sih Fa pesan yang gituan kan dapat bonus
kegituan.’’Kata Semi yang mengatur nafasnya
‘’Kok lo nyalahin gue,lagian apa hubungannya coba sama
pesanan gue.’’Kata Rafa yang tak terima di salahkan.
‘’Ya elo kan pesan ayam jerit jadinya kaya gini.’’Jelas Semi
‘’Seumur-umur gue pesan ayam jerit baru kali ini gue
dapet yang kaya ginian.’’Kata Rafa
‘’Sebaiknya kalian minum dulu .’’Kata Davian pada teman-teman yang masih
mengusap dada mereka.
Mereka meminum minuman mereka setelah tenang mereka memakan makanannya
sekalian untuk melampiaskan kekesalan mereka.
‘’Hhem.’’
Adel berhenti saat
dia menabrak seseorang lalu dia melepaskan topeng yang di kenakannya dia terkejut saat tau siapa yang dia tabrak tadi.
‘’Eh ,bapak ada apa yah?’’Tanya Adel gugup
‘’Ada apa,ada
apa.’’Katanya sedikit marah
‘’Kamu pikir saya tidak lihat apa yang kamu lakukan tadi
pada pelangan.’’Kata pak menejer
‘’Itu …tadi…’’Adel menundukkan kepalanya
‘’Kalau sampai kamu lakukan itu lagi kamu saya pecat.’’Kata
pak menejer lalu pergi meninggalkan Adel
‘’Maaf pak tidak akan saya ulangi lagi.’’Kata Adel yang
masih memunduk
‘’Lagian lo sih aneh aneh aja jadi kena marahkan.’’Kata Roni
yang menghampiri Adel
‘’Maaf enggak sengaja.’’Kata Adel
‘’Emang kenapa sih lo sampe pakai topeng segala.’’Tanya Roni
‘’Ada gebetan kak,jadi pakai topeng biar enggak
ketauan.’’Kata Adel sambil menaruh topengnya.
‘’Gebetan apa mantan.’’Kata Roni mengoda
‘’Gebetan.’’Kata Adel
‘’Masa sih gue sih percaya kalau itu mantan lo,terus lo mau
balas dendam mangkanya lo pake topeng serem kaya gini.’’Kata Roni menggambil
topengnya dan memakainya
‘’Yang ada cuman itu doang.’’Kata Adel kesal
‘’Beneran bukan karna balas dendam nih.’’Goda Roni
‘’Au ah gelap.’’Kata Adel kesal lalu pergi
‘’Kalau gelau pasang lampu Del.’’Kata Roni saat Adel pergi
lalu dia tertawa puas setelah melihat Adel yang kesal.
__ADS_1
‘’Hahahahah.’’