Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
54


__ADS_3

Sementara Rendy dia sebenarnya ingin menawarkan diri untuk


menggendong Adel tapi ke duluan oleh Davian jadi dia diam saja melihat Davian


menggendong Adel.


‘’Sepertinya rencana lo mendekatkan mereka berhasil.’’Kata


Kevin pelan  dan menepuk bahunya.


‘’Iyah ,tapi entah kenapa gue jadi kesel.’’Kata Satria.


‘’Sabar lo harus mencontoh Adel untuk mendapatkan


Laura.’’Kata Marsel menyemangati temannya.


Mereka pergi meninggalkan lapangan yang seharusnya dari tadi


mereka sudah pulang tapi mereka mau melihat pertandingan Satria dan Davian


dulu.


‘’Sebenarnya  tadi gue


ngerasa ada yang aneh tapi apa yah,ah sudahlah.’’Gumam Satria lalu pergi dari


sana .


Diki yang memang belum pergi terlalu jauh mendengar gumaman


Satria merasa ada sesuatu yang mereka lewatkan,tapi apa?.


Diki mengangkat bahu dan pergi mengambil tasnya lalu pergi


ke atap disana sudah ada seseorang yang tegah duduk sambil memegang tablet di


tangan kiri dan pena di tangan kakannya entah apa yang dia tulis sampai tak


menyadari kedatangan Diki.


‘’Sorry gue telat.’’Kata Diki dan duduk di sampingnya.


‘’Enggak apa apa.’’Katanya tersenyum.


‘’Apa kalian melakukan latihan tambahan?’’Tanyanya


‘’Bukan,tapi tadinya sih mau melihat pertandingan Kak Satria


dan Davian.’’Jawab Diki.


‘’Jadi hari ini pertandingannya  yahl.’’Katanya.


‘’Seharusnya, tapi di batalkan.’’Kata Diki.


‘’Kok bisa di batalkan.’’Tanyanya.


‘’Kaki Adel terkilir jadi Davian membatalkan


pertandingannya.’’Kata Diki


‘’Terus gimana keadaannya ,apa parah?’’Tanyanya khawatir


‘’Keliatannya sih tak terlalu parah sih, palingan cuman


keseleo doang tenang aja Davian udah mengantar Adel pulang tak perlu


khawatir.’’Kata Diki menenangkan.


‘’Davian, bukan Reno yang mengantarnya.’’Katanya heran.


‘’Reno tak masuk dia sedang sakit dan yah Davian yang


menggendong Adel pulang.’’Kata Diki.


‘’Di gendong, kok bisa.’’Katanya tambah heran karna Davian


mau menggendong Adel.


Waktu SMA dia pernah terpisah dengan kelompoknya saat


kemping dulu dan tak sengaja bertemu dengan kelompok Davian jadi dia ikut saat


di perjalan salah satu kelompoknya terkilir karna Davian cowok satu satunya dia


di minta menggendongnya tapi Davian menolak dan menyuruh mereka memapahnya.


‘’Lagian ini kan bukan kali pertama Davian menggendong  Adel.’’Kata Diki.


‘’Iyah sih.’’Katanya.


‘’Sudahlah jangan pusing pusing ngurusin soal Davian dan


kelakuan anehnya.’’Kata Diki.


‘’Jadi gimana apa sudah jadi.’’Tanya Diki.


‘’Ini.’’Dia menyerahkan tabletnya pada Diki.


‘’Wah bagus ,ceritanya juga menarik tapi kaya kenal


yah.’’Kata Diki entah kenapa latar ceritanya mirip dengan cerita cinta


seseorang tapi dia tak ingat cerita siapa ,dia cekikikan melihat Diki yang


sedang kebinggung .


Davian mengantar Adel dengan taksi sesampainya di restoran

__ADS_1


ayahnya Adel Davian menuntun Adel masuk ke dalam


‘’Ayah.’’Panggil Adel,Tomi yang mendangar Adel memanggilnya


pun menoleh


‘’Astaga Adel ,kamu kenapa.’’Tomi berlari saat melihat


Davian memapah Adel dan mendudukannya di kursi.


‘’Kamu kenapa sayang?’’Tanya Tomi khawatir ,dia berjongkok


di depan Adel.


‘’Adel enggak apa apa kok, yah.’’Kata Adel menenangkan


ayahnya.


‘’Adel cuman keseleo  om.’’Kata Davian


‘’Keseleo?’’Tomi melihat Davian lalu melihat kaki Adel.


‘’Kenapa sampai bisa keseleo begini?’’Tanya Tomi.


‘’Tadi Adel terlewat senang karna bisa memasukan bola dan


Adel lompatnya ketinggian hingga tersandung kaki Adel sendiri he..he..he.’’Kata


Adel,dia menggaruk pipinya yang tak gatal karna malu.


‘’Astaga kamu ini.’’Kata Tomi,dia menggelengkan kepala


dengan tingkah ceroboh anaknya


‘’Terus ini sudah di obati belum?’’Tanya Tomi.


‘’Sudah om tadi di klinik kampus.’’Kata Davian.


‘’Adel hanya perlu istirahat dan tidak boleh jalan


dulu.’’Tambahnya.


‘’Terima kasih yah Davian sudah mengantar Adel dan maaf Adel


selalu merepotkan mu.’’Tomi berdiri dan menepuk bahu Davian pelan.


‘’Sama sama om kalau gitu saya pulang dulu om.’’Kata Davian


pamit .


‘’Ah silahkan ,sekali lagi om ucapkan terima kasih.’’Kata


Tomi.


‘’Davian terima kasih dan maaf gara gara gue…..’’Kata Adel


‘’Tak masalah  lebih


baik lo istirahat supaya cepat sembuh,gue pergi.’’Kata Davian tersenyum kecil


dan pergi.


‘’Hm.’’Adel tersenyum.


‘’Ayo ayah bantu ke kamar.’’Kata Tomi membantu memapah Adel


untuk naik ke atas.


Sesampainya di kamar Adel langsung di dudukan di atas


kasur,kakinya di naikkan dan bersandar di ranjang.


‘’Kalau perlu apa apa  bilang ke ayah.’’Kata Tomi.


‘’Iyah ,terima kasih ayah.’’Kata Adel tersenyum manis.


‘’Sama sama,kalau gitu Ayah turun dulu.’’Tomi mengusap


kepala Adel sebelum pergi dari kamar Adel.


Davian tidak pulang ke rumahnya tapi kembali ke kampus untuk


mengambil motornya yang masih di kampus,Davian melihat Diki duduk di motornya


seperti sedang menunggu seseorang sambil memainkan hp’nya.


‘’E’lo belum pulang.’’Tanya Davian,Diki mendogakkan


kepalanya.


‘’Hm,kenapa lo balik lagi.’’Tanya balik Diki.


‘’Ngambil motor.’’Kata Davian.


‘’Davian gue mau tanya?’’Kata Diki serius.


‘’Mau tanya apa serius amat.’’Kata Davian.


‘’Sebenarnya perasaan e’lo ke Adel itu bagaimana.’’Tanya


Diki.


‘’Untuk apa lo menanyakan itu.’’Kata Davian dengan nada


datar tak suka.


‘’Gue cuman enggak mau aja lo nyakitin perasaan tulus Adel

__ADS_1


ke e’lo selama ini.’’Kata Diki.


‘’Entah tapi kalau bersamanya gue ngerasa tak pernah


bosan.’’Kata Davian.


‘’Begitu yah,gue harap lo enggak php’in Adel.’’Kata Diki.


‘’Kalau lo benar benar tidak menyukainya jangan memberinya


harapan bohong entah itu tindakan atau ucapan.’’Tambahnya.


‘’Kenapa lo peduli baget padanya.’’Tanya Davian tambah datar


.


‘’ Gue pernah melihat Adel menangis di taman belakang


kampus,jujur saja gue kasihan padanya.’’Kata Diki memberitau soal Adel yang


menangis di taman belakang.


‘Adel menangis,kenapa?’Pikir Davian.


‘’Jangan mengombang ambing perasaannya biarkan dia melupakan


lo kalau memang lo tak suka pada.’’Kata Diki lagi.


‘’Dan juga sebelum ada orang yang merebut hatinya Adel


sebaiknya lo perjelas  perasaan lo itu


jangan hanya melakukannya diam diam karna kita tak tau kapan hati seseorang itu


akan berubah.’’Nasihat Diki.


TRING


Diki mendapat pesan dia tersenyum dan menaruh hp nya di saku


sebelum pergi dia menatap Davian dan berkata.


‘’Gue pulang duluan.’’Kata Diki pamit.


‘’Ingatlah jangan sampai lo keduluan dan menyesal saat dia


sudah berada di pelukan pria lain.’’Setelah mengatakan itu Diki menjalankan


motornya meninggalkan parkiran.


‘’Hah.’’Davian menghela nafasnya


Lalu dia pun pergi meninggalkan kampus menuju ke rumahnya.


Sesampainya di rumah dia memasukan motornya ke bagasi lalu masuk ke dalam rumah


saat dia mau naik ke kamar di bertemu Marisa.


‘’Vian tumben baru pulang habis darimana kamu.’’Tanya Marisa


sedikit curiga.


‘’Tadi Vian mengantar Adel dulu lalu kembali ke kampus lagi


mengambil moror jadi baru pulang.’’Jawab Davian.


‘’Kamu mengantar Adel.’’Kata Marisa senang.


‘’Iyah kaki Adel terkilir saat latihan.’’Kata Davian mulai


melangkah naik.


‘’Adel terkilir,terus bagaimana keadaannya.’’Kata Marisa


khawatir.


‘’Dia tidak apa apa hanya keseleo doang,sudah yah mah Vian


lelah mau ke kamar.’’Kata Davian menghentikan langkahnya lalu melanjutkan


langkahnya lagi.


‘’Iyah sudah ,mandi dulu lalu istirahat.’’Kata Marisa


‘’Hn.’’


‘’Besok aku harus ke restoran Tomi lagi untuk melihat


keadaan Adel,mudah mudahan tidak parah.’’Kata Marisa lalu pergi ke dapur.


Setelah mandi Davian membaringkan tubuhnya di atas kasur dia


memejamkan matanya saat dia teringat perkataan Diki tadi dia langsung membuka


matanya.


Dia bangun dan berjalan ke lemari membukanya dan mengambil


kotak kecil yang terdapat di dalam lemari dia membukanya terdapat garpu kecil


di dalamnya yang di beri pita yang dulu Adel berikan saat membujuk Davian agar


mau melanjutkan kuliah.


‘’Sebenarnya sihir apa yang lo berikan  ke gue.’’Kata Davian sambil memandang garpu di


dalam kotak.

__ADS_1


__ADS_2