
Sementara Rendy dia sebenarnya ingin menawarkan diri untuk
menggendong Adel tapi ke duluan oleh Davian jadi dia diam saja melihat Davian
menggendong Adel.
‘’Sepertinya rencana lo mendekatkan mereka berhasil.’’Kata
Kevin pelan dan menepuk bahunya.
‘’Iyah ,tapi entah kenapa gue jadi kesel.’’Kata Satria.
‘’Sabar lo harus mencontoh Adel untuk mendapatkan
Laura.’’Kata Marsel menyemangati temannya.
Mereka pergi meninggalkan lapangan yang seharusnya dari tadi
mereka sudah pulang tapi mereka mau melihat pertandingan Satria dan Davian
dulu.
‘’Sebenarnya tadi gue
ngerasa ada yang aneh tapi apa yah,ah sudahlah.’’Gumam Satria lalu pergi dari
sana .
Diki yang memang belum pergi terlalu jauh mendengar gumaman
Satria merasa ada sesuatu yang mereka lewatkan,tapi apa?.
Diki mengangkat bahu dan pergi mengambil tasnya lalu pergi
ke atap disana sudah ada seseorang yang tegah duduk sambil memegang tablet di
tangan kiri dan pena di tangan kakannya entah apa yang dia tulis sampai tak
menyadari kedatangan Diki.
‘’Sorry gue telat.’’Kata Diki dan duduk di sampingnya.
‘’Enggak apa apa.’’Katanya tersenyum.
‘’Apa kalian melakukan latihan tambahan?’’Tanyanya
‘’Bukan,tapi tadinya sih mau melihat pertandingan Kak Satria
dan Davian.’’Jawab Diki.
‘’Jadi hari ini pertandingannya yahl.’’Katanya.
‘’Seharusnya, tapi di batalkan.’’Kata Diki.
‘’Kok bisa di batalkan.’’Tanyanya.
‘’Kaki Adel terkilir jadi Davian membatalkan
pertandingannya.’’Kata Diki
‘’Terus gimana keadaannya ,apa parah?’’Tanyanya khawatir
‘’Keliatannya sih tak terlalu parah sih, palingan cuman
keseleo doang tenang aja Davian udah mengantar Adel pulang tak perlu
khawatir.’’Kata Diki menenangkan.
‘’Davian, bukan Reno yang mengantarnya.’’Katanya heran.
‘’Reno tak masuk dia sedang sakit dan yah Davian yang
menggendong Adel pulang.’’Kata Diki.
‘’Di gendong, kok bisa.’’Katanya tambah heran karna Davian
mau menggendong Adel.
Waktu SMA dia pernah terpisah dengan kelompoknya saat
kemping dulu dan tak sengaja bertemu dengan kelompok Davian jadi dia ikut saat
di perjalan salah satu kelompoknya terkilir karna Davian cowok satu satunya dia
di minta menggendongnya tapi Davian menolak dan menyuruh mereka memapahnya.
‘’Lagian ini kan bukan kali pertama Davian menggendong Adel.’’Kata Diki.
‘’Iyah sih.’’Katanya.
‘’Sudahlah jangan pusing pusing ngurusin soal Davian dan
kelakuan anehnya.’’Kata Diki.
‘’Jadi gimana apa sudah jadi.’’Tanya Diki.
‘’Ini.’’Dia menyerahkan tabletnya pada Diki.
‘’Wah bagus ,ceritanya juga menarik tapi kaya kenal
yah.’’Kata Diki entah kenapa latar ceritanya mirip dengan cerita cinta
seseorang tapi dia tak ingat cerita siapa ,dia cekikikan melihat Diki yang
sedang kebinggung .
Davian mengantar Adel dengan taksi sesampainya di restoran
__ADS_1
ayahnya Adel Davian menuntun Adel masuk ke dalam
‘’Ayah.’’Panggil Adel,Tomi yang mendangar Adel memanggilnya
pun menoleh
‘’Astaga Adel ,kamu kenapa.’’Tomi berlari saat melihat
Davian memapah Adel dan mendudukannya di kursi.
‘’Kamu kenapa sayang?’’Tanya Tomi khawatir ,dia berjongkok
di depan Adel.
‘’Adel enggak apa apa kok, yah.’’Kata Adel menenangkan
ayahnya.
‘’Adel cuman keseleo om.’’Kata Davian
‘’Keseleo?’’Tomi melihat Davian lalu melihat kaki Adel.
‘’Kenapa sampai bisa keseleo begini?’’Tanya Tomi.
‘’Tadi Adel terlewat senang karna bisa memasukan bola dan
Adel lompatnya ketinggian hingga tersandung kaki Adel sendiri he..he..he.’’Kata
Adel,dia menggaruk pipinya yang tak gatal karna malu.
‘’Astaga kamu ini.’’Kata Tomi,dia menggelengkan kepala
dengan tingkah ceroboh anaknya
‘’Terus ini sudah di obati belum?’’Tanya Tomi.
‘’Sudah om tadi di klinik kampus.’’Kata Davian.
‘’Adel hanya perlu istirahat dan tidak boleh jalan
dulu.’’Tambahnya.
‘’Terima kasih yah Davian sudah mengantar Adel dan maaf Adel
selalu merepotkan mu.’’Tomi berdiri dan menepuk bahu Davian pelan.
‘’Sama sama om kalau gitu saya pulang dulu om.’’Kata Davian
pamit .
‘’Ah silahkan ,sekali lagi om ucapkan terima kasih.’’Kata
Tomi.
‘’Davian terima kasih dan maaf gara gara gue…..’’Kata Adel
‘’Tak masalah lebih
baik lo istirahat supaya cepat sembuh,gue pergi.’’Kata Davian tersenyum kecil
dan pergi.
‘’Hm.’’Adel tersenyum.
‘’Ayo ayah bantu ke kamar.’’Kata Tomi membantu memapah Adel
untuk naik ke atas.
Sesampainya di kamar Adel langsung di dudukan di atas
kasur,kakinya di naikkan dan bersandar di ranjang.
‘’Kalau perlu apa apa bilang ke ayah.’’Kata Tomi.
‘’Iyah ,terima kasih ayah.’’Kata Adel tersenyum manis.
‘’Sama sama,kalau gitu Ayah turun dulu.’’Tomi mengusap
kepala Adel sebelum pergi dari kamar Adel.
Davian tidak pulang ke rumahnya tapi kembali ke kampus untuk
mengambil motornya yang masih di kampus,Davian melihat Diki duduk di motornya
seperti sedang menunggu seseorang sambil memainkan hp’nya.
‘’E’lo belum pulang.’’Tanya Davian,Diki mendogakkan
kepalanya.
‘’Hm,kenapa lo balik lagi.’’Tanya balik Diki.
‘’Ngambil motor.’’Kata Davian.
‘’Davian gue mau tanya?’’Kata Diki serius.
‘’Mau tanya apa serius amat.’’Kata Davian.
‘’Sebenarnya perasaan e’lo ke Adel itu bagaimana.’’Tanya
Diki.
‘’Untuk apa lo menanyakan itu.’’Kata Davian dengan nada
datar tak suka.
‘’Gue cuman enggak mau aja lo nyakitin perasaan tulus Adel
__ADS_1
ke e’lo selama ini.’’Kata Diki.
‘’Entah tapi kalau bersamanya gue ngerasa tak pernah
bosan.’’Kata Davian.
‘’Begitu yah,gue harap lo enggak php’in Adel.’’Kata Diki.
‘’Kalau lo benar benar tidak menyukainya jangan memberinya
harapan bohong entah itu tindakan atau ucapan.’’Tambahnya.
‘’Kenapa lo peduli baget padanya.’’Tanya Davian tambah datar
.
‘’ Gue pernah melihat Adel menangis di taman belakang
kampus,jujur saja gue kasihan padanya.’’Kata Diki memberitau soal Adel yang
menangis di taman belakang.
‘Adel menangis,kenapa?’Pikir Davian.
‘’Jangan mengombang ambing perasaannya biarkan dia melupakan
lo kalau memang lo tak suka pada.’’Kata Diki lagi.
‘’Dan juga sebelum ada orang yang merebut hatinya Adel
sebaiknya lo perjelas perasaan lo itu
jangan hanya melakukannya diam diam karna kita tak tau kapan hati seseorang itu
akan berubah.’’Nasihat Diki.
TRING
Diki mendapat pesan dia tersenyum dan menaruh hp nya di saku
sebelum pergi dia menatap Davian dan berkata.
‘’Gue pulang duluan.’’Kata Diki pamit.
‘’Ingatlah jangan sampai lo keduluan dan menyesal saat dia
sudah berada di pelukan pria lain.’’Setelah mengatakan itu Diki menjalankan
motornya meninggalkan parkiran.
‘’Hah.’’Davian menghela nafasnya
Lalu dia pun pergi meninggalkan kampus menuju ke rumahnya.
Sesampainya di rumah dia memasukan motornya ke bagasi lalu masuk ke dalam rumah
saat dia mau naik ke kamar di bertemu Marisa.
‘’Vian tumben baru pulang habis darimana kamu.’’Tanya Marisa
sedikit curiga.
‘’Tadi Vian mengantar Adel dulu lalu kembali ke kampus lagi
mengambil moror jadi baru pulang.’’Jawab Davian.
‘’Kamu mengantar Adel.’’Kata Marisa senang.
‘’Iyah kaki Adel terkilir saat latihan.’’Kata Davian mulai
melangkah naik.
‘’Adel terkilir,terus bagaimana keadaannya.’’Kata Marisa
khawatir.
‘’Dia tidak apa apa hanya keseleo doang,sudah yah mah Vian
lelah mau ke kamar.’’Kata Davian menghentikan langkahnya lalu melanjutkan
langkahnya lagi.
‘’Iyah sudah ,mandi dulu lalu istirahat.’’Kata Marisa
‘’Hn.’’
‘’Besok aku harus ke restoran Tomi lagi untuk melihat
keadaan Adel,mudah mudahan tidak parah.’’Kata Marisa lalu pergi ke dapur.
Setelah mandi Davian membaringkan tubuhnya di atas kasur dia
memejamkan matanya saat dia teringat perkataan Diki tadi dia langsung membuka
matanya.
Dia bangun dan berjalan ke lemari membukanya dan mengambil
kotak kecil yang terdapat di dalam lemari dia membukanya terdapat garpu kecil
di dalamnya yang di beri pita yang dulu Adel berikan saat membujuk Davian agar
mau melanjutkan kuliah.
‘’Sebenarnya sihir apa yang lo berikan ke gue.’’Kata Davian sambil memandang garpu di
dalam kotak.
__ADS_1