Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
135


__ADS_3

Daniel yang baru pulang setelah bermain di rumah temannya


berdecak kesal saat melihat kakak dan calon kakak iparnya yang sedang


berpangkuan di ruang tamu.


‘’Ck,sekarang saja bermesraan terus sampai  tak kenal tempat.’’Kata Daniel pelan.


‘’Kemaren kemaren aja,sok sokan keras kepala tak tertarik,pas


udah ada yang mau ambil,langsung di lamar.’’Lanjutnya sebal.


Karna ini bukan pertama kalinya dia melihat kakaknya


bermesraan dengan calon kakak iparnya,walau dulu calon kakak iparnya tidak


mengetahui.


Sejujurnya dia kesal mata dan pikiran remajanya yang baru


saja di mulai sudah di kotori dengan adegan desawa.


‘’Jika kalian ingin bermesraan lakukan di dalam kamar.’’Adel


dan Davian sontak berbalik mendengar ada suara yang menegur mereka.


‘’D-Daniel.’’Kata Adel gugup melihat ada Daniel.


‘’Ka-kamu udah pulang.’’Tanya Adel canggung.


‘’Hm.’’Jawab Daniel datar.


‘’Hahaha.’’Adel tertawa canggung mendengar jawaban singkat


Daniel.


‘’Ka-kalau begitu aku ke atas dulu.’’Adel segera bangun dari


pangkuan Davian yang melonggar lalu lari ke atas dengan muka yang merah seperti


kepiting rebus karna malu di pergoki oleh Daniel.


‘’Darimana?’’Tanya Davian santai.


‘’Rumah teman.’’Jawab Daniel.


‘’Mandi, bersihkan badan mu sebentar lagi mama dan papa


pulang.’’Kata Davian lalu bangun dan pergi ke atas.


Papa dan mamanya memang sedang tidak ada di rumah atau lebih


tepatnya mama nya menyeret papa untuk pergi membali bahan bahan untuk BBQ ,mama


nya ingin merayakan aksi keren Davian saat memutuskan pembatalan perjodohan nya


tadi siang. Itulah sebabnya Davian dengan berani bermesraan dengan Adel karna


tak ada satu pun anggota keluarganya di rumah selain mereka.


Daniel mengangkat bahunya acuh akan sikap kakaknya yang biasa


saja walau sudah memperlihatkan sesuatu yang seharusnya tidak di lihat olehnya


sebelum waktunya.


Walau ini masih mending daripada yang sebelum


sebelumnya,Daniel melangkah naik menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.


Adel langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur saat dia sudah


di kamar dan berguling guling tak jelas di atasnya.


‘’Aaaahhh,malunya.’’Adel menutupi mukanya.


‘’Kenapa harus ke pergok Daniel sih?’’Lanjutnya.


‘’Ini semua salah Davian yang tiba tiba menarik dan memeluk ku.’’Kata


Adel sebal.


‘’Tapi kok aku mau lagi,yah.’’Lanjutnya.


‘’Yaakk,Adel kau mesum.’’Teriaknya sambil menyembunyikan


wajahnya yang merah dengan bantal.


Tok…tok…tok…


Cklek


Davian masuk menghampiri Adel dan duduk di tepi ranjang yang


belum di sadari Adel yang masih tenggelam dalam pikiran tentang tadi.


‘’Pembicaraan kita belum selesai jangan kabur.’’Kata Davian.


‘’Hah.’’Adel membuka bantalnya dan terkejut.


‘’Loh,Davian ngapain ke sini?’’Tanya Adel bingung.


Cetar


‘’Aww.’’Adel mengusap dahinya yang sentil Davian dengan


memayunkan bibir .


‘’Jangan pura pura lupa.’’Kata Davian.

__ADS_1


‘’Memangnya apa?’’Tanya Adel,dia benar benar lupa.


‘’Soal kuliah mu.’’Jawab Davian.


‘’Oh soal itu!Aku tidak tahu,masih bingung.’’Jawab Adel.


‘’Bukannya kamu bilang akan ikut lagi ujian keperawatan, kenapa


malah  bingung?’’Tanya Davian.


‘’Itu….Setalah mendengar perkataan dari propesor waktu


wawancara membuat aku sedikit ragu dan selalu bertanya tanya,apa aku bisa


bertanggung jawab atas sebuah nyawa ? apa lagi hanya dalam hitungan detik bisa


melayang kapan saja hanya karna satu kesalah yang terlihat sepele.’’Kata Adel


murung,tangannya meremas bantal yang dia pegang.


‘’Itu bukan alasan kamu menyerahkan.’’Tanya Davian.


‘’Bukan.’’Adel menggeleng.


‘’Hanya saja aku sedikit takut,kamu kan tahu seceroboh apa


aku ini.’’Kata Adel.


‘’Aku takut saat sedang keadaan darurat aku tidak bisa


mengendalikan emosi ku dan malah membahayakan pasien yang harus ku tolong.’’Lanjutnya.


‘’Menurut mu aku harus bagaimana?’’Tanya Adel .


Adel bangun dan duduk di samping Davian.


‘’Kenapa bertanya pada ku?’’ Tanya Davian


‘’Karna aku ingin selalu bersama mu,aku akan melakukan apa


pun yang kamu katakan.’’Jawab Adel.


‘’ Ini masa depan mu pikirkan sendiri,apa yang akan kamu


lakukan jangan selalu mengikuti keputusan ku atau pun ke inginan ku.’’Kata


Davian dingin.


‘’Pikirkan dengan baik,aku tidak mau ibu dari anak anak ku


wanita yang bodoh.’’lanjutnya yang menotok hati Adel.


‘’Baiklah.’’Kata Adel nanar sambil menunduk.


‘’Turunlah sebentar lagi mungkin mama pulang.’’Kata Davian


lalu beranjak dari kasur,keluar dari kamar Adel.


saking pelannya hingga tak terdengar oleh Adel.


‘Ini demi kebaikan mu,Adel.’ Kata Davian di dalam hati.


‘Maaf sayang.’Davian segera turun saat mendengar suara mobil.


Setelah kepergian Davian Adel bangun dan mencuci muka lalu


turun membantu Marisa menyiapkan pelalatan untuk bbq.


Selama bbq Adel terlihat murung di saat Tomi dan Marselo


bercanda Adel hanya merspon dengan senyum hambar. Dia kemali ke kamar lebih


dulu dengan alasan sudah mengantuk ,Davian menatap punggung Adel dengan tatapan


sulit di artikan.


‘Kenapa lagi dengan mereka,tadi masih mesra mesraan sekarang kok


jauh jauhan’Pikir Daniel heran saat melihat tingkah kakak dan calon kakak


iparnya lalu mengangkat bahu acuh.


‘Sudahlah,bukan urusan ku.’pikirnya sambil memakan danging


yang tadi di panggang.


……


Pluk


Pluk


Pluk


Andreas melempar batu ke danau sambil menyandarkan tubuhnya


ke pohon.


‘’Woi,dahlah galau mulu e’lo.’’Kata Satria datang menghampiri


Andreas dan duduk di sampingnya.


‘’Kalau e'lo mau galau tuh milih milih tempat ke,yang bagus atau gak


bisa nyegerin otak.’’Kata Satria sambil melihat sekeliling.


‘’Bukan ke danau ke gini,kalau siang sih masih mending ini malah malam


malam ,e’lo enggak serem apa?’’Kata Satria lagi dengan sedikit bercanda namun

__ADS_1


tak di gubris oleh Andreas.


‘’Ngak takut ke surupan e’lo,terus langsung nyemplung ke


danau.’’Lanjutnya menatap Andreas.


‘’Woy,Dre! E’lo enggak beneran kerasukan ,serius merinding


gue.’’Kata Satria was was bulu kuduknya merinding di tambah Andreas yang masih


bentah menatap danau.


‘’woy.’’Teriak Satria.


‘’Berisik e’lo.’’Bentak Andreas menatap Satria tajam.


‘’Syukur deh e’lo enggak kerasukan benaran.’’Satria mengelus


dadanya.


‘’Sana pergi jangan ganggu gue.’’Kata Andreas ketus.


‘’Ck,sudahi saja cosplay jadi sadboy.’’Kata Satria.


‘’Reno saja yang  sudah


mencintai Adel selama 4 tahun sudah mulai move on dan mulai menerima cewek


lain.’’Lanjutnya.


‘’Masa e’lo yang baru beberapa bulan malah galau melulu.’’Kata


Satria.


‘’Enggak semudah itu,gue udah berusaha keras untuk


mendapatkan hatinya tapi tiba tiba saja orang yang selama ini menyuekinya tiba


tiba bilang kalau dia menyukainya.’’Kata Andreas.


‘’Bukankah itu curang, terlebih dia sudah mau di jodohkan


dengan cewek lain. Gimana enggak kesel coba?’’Lanjutnya.


‘’Sebenarnya e’lo itu galau karna Adel dan Davian pacaran


atau kesel karna Davian nembak Adel.’’Tanya Satria.


Andreas menyeritkan dahi bingung dengan ucapan yang di katakan


Satria.


‘Maksudnya apa coba? Bukannya  sama saja!.’ Pikir Andreas.


‘’E’lo kan sedari awal juga tahu kalau Adel itu mencintai


Davian dan cepat atau lambat Davian juga pasti akan menyadari perasaannya


terlebih mereka tinggal satu atap dan e’lo pun udah tahu resiko yang bakal e’lo


tanggung saat mendekati Adel dulu.’’Kata Satria kali ini serius.


‘’Gue tahu melepaskan rasa itu sulit tapi bukan berarti tidak


mungkin,e’lo hanya perlu membuka hati e’lo untuk yang akan datang dan biarkan


waktu yang urus yang lainnya.’’Lanjutnya.


‘’Dengan e’lo melepaskannya e’lo dan mengiklaskannya, nanti


pasti akan datang sebuah kebahagian yang tak pernah lo duga,kaya gue sama


Laura.’’Kata Satria bahagia saat mengatakan bagian terakhir.


‘’E’lo mah bukan melepaskan tapi menunggu,bego.’’Kata Andreas


kesal sambil menoyor kepala Satria.


‘’Apa beda coba? Gue kan pernah tuh patah hati di tolah Laura


turus pas gue udah iklas dengan perasaan gue Lauara bilang akan mencoba untuk


menerima perasaan gue.’’Balas Satria.


Dulu setelah Satria mengantar Laura saat dia akan berangkat


ke Inggis,Satria langsung menghampiri mereka(Marsel ,Kevin dan Andreas)untuk


pamer kalau Laura akan mempertimbangkan perasaannya kalau sampai dia kembali


lagi cinta Satria untuknya masih ada untuknya,meski pun mereka bingung kapan


Satria pernah nembak Laura.


‘’Lagian e’lo mau Adel sedih ngeliat  e’lo kaya gini,kalau gitu mah e’lo sama aja


menyakiti hati Adel.’’Kata Satria.


‘’Terserah e’lo lah.’’Jawab Andreas malas.


Walau di dalam hati dia memikirkan ucapan Satria,dia tentu


tidak mau menyakiti wanita yang dia cintai,dia ingin selalu membuatnya bahagia.


‘’Udah yuh pergi,serius deh dari tadi gue merinding.’’Satria


menyusap tengkuknya lalu menyeret Andreas pergi dari danau.


Tanpa mereka ketahui ada yang memperhatikan mereka dari tadi

__ADS_1


di atas pohon seraya mengayun ayunkan kakinya.


Hayo siapa tuh yang memperhatikan Andreas sama Satria?


__ADS_2