
Daniel yang baru pulang setelah bermain di rumah temannya
berdecak kesal saat melihat kakak dan calon kakak iparnya yang sedang
berpangkuan di ruang tamu.
‘’Ck,sekarang saja bermesraan terus sampai tak kenal tempat.’’Kata Daniel pelan.
‘’Kemaren kemaren aja,sok sokan keras kepala tak tertarik,pas
udah ada yang mau ambil,langsung di lamar.’’Lanjutnya sebal.
Karna ini bukan pertama kalinya dia melihat kakaknya
bermesraan dengan calon kakak iparnya,walau dulu calon kakak iparnya tidak
mengetahui.
Sejujurnya dia kesal mata dan pikiran remajanya yang baru
saja di mulai sudah di kotori dengan adegan desawa.
‘’Jika kalian ingin bermesraan lakukan di dalam kamar.’’Adel
dan Davian sontak berbalik mendengar ada suara yang menegur mereka.
‘’D-Daniel.’’Kata Adel gugup melihat ada Daniel.
‘’Ka-kamu udah pulang.’’Tanya Adel canggung.
‘’Hm.’’Jawab Daniel datar.
‘’Hahaha.’’Adel tertawa canggung mendengar jawaban singkat
Daniel.
‘’Ka-kalau begitu aku ke atas dulu.’’Adel segera bangun dari
pangkuan Davian yang melonggar lalu lari ke atas dengan muka yang merah seperti
kepiting rebus karna malu di pergoki oleh Daniel.
‘’Darimana?’’Tanya Davian santai.
‘’Rumah teman.’’Jawab Daniel.
‘’Mandi, bersihkan badan mu sebentar lagi mama dan papa
pulang.’’Kata Davian lalu bangun dan pergi ke atas.
Papa dan mamanya memang sedang tidak ada di rumah atau lebih
tepatnya mama nya menyeret papa untuk pergi membali bahan bahan untuk BBQ ,mama
nya ingin merayakan aksi keren Davian saat memutuskan pembatalan perjodohan nya
tadi siang. Itulah sebabnya Davian dengan berani bermesraan dengan Adel karna
tak ada satu pun anggota keluarganya di rumah selain mereka.
Daniel mengangkat bahunya acuh akan sikap kakaknya yang biasa
saja walau sudah memperlihatkan sesuatu yang seharusnya tidak di lihat olehnya
sebelum waktunya.
Walau ini masih mending daripada yang sebelum
sebelumnya,Daniel melangkah naik menuju kamarnya untuk membersihkan dirinya.
Adel langsung menghempaskan tubuhnya ke kasur saat dia sudah
di kamar dan berguling guling tak jelas di atasnya.
‘’Aaaahhh,malunya.’’Adel menutupi mukanya.
‘’Kenapa harus ke pergok Daniel sih?’’Lanjutnya.
‘’Ini semua salah Davian yang tiba tiba menarik dan memeluk ku.’’Kata
Adel sebal.
‘’Tapi kok aku mau lagi,yah.’’Lanjutnya.
‘’Yaakk,Adel kau mesum.’’Teriaknya sambil menyembunyikan
wajahnya yang merah dengan bantal.
Tok…tok…tok…
Cklek
Davian masuk menghampiri Adel dan duduk di tepi ranjang yang
belum di sadari Adel yang masih tenggelam dalam pikiran tentang tadi.
‘’Pembicaraan kita belum selesai jangan kabur.’’Kata Davian.
‘’Hah.’’Adel membuka bantalnya dan terkejut.
‘’Loh,Davian ngapain ke sini?’’Tanya Adel bingung.
Cetar
‘’Aww.’’Adel mengusap dahinya yang sentil Davian dengan
memayunkan bibir .
‘’Jangan pura pura lupa.’’Kata Davian.
__ADS_1
‘’Memangnya apa?’’Tanya Adel,dia benar benar lupa.
‘’Soal kuliah mu.’’Jawab Davian.
‘’Oh soal itu!Aku tidak tahu,masih bingung.’’Jawab Adel.
‘’Bukannya kamu bilang akan ikut lagi ujian keperawatan, kenapa
malah bingung?’’Tanya Davian.
‘’Itu….Setalah mendengar perkataan dari propesor waktu
wawancara membuat aku sedikit ragu dan selalu bertanya tanya,apa aku bisa
bertanggung jawab atas sebuah nyawa ? apa lagi hanya dalam hitungan detik bisa
melayang kapan saja hanya karna satu kesalah yang terlihat sepele.’’Kata Adel
murung,tangannya meremas bantal yang dia pegang.
‘’Itu bukan alasan kamu menyerahkan.’’Tanya Davian.
‘’Bukan.’’Adel menggeleng.
‘’Hanya saja aku sedikit takut,kamu kan tahu seceroboh apa
aku ini.’’Kata Adel.
‘’Aku takut saat sedang keadaan darurat aku tidak bisa
mengendalikan emosi ku dan malah membahayakan pasien yang harus ku tolong.’’Lanjutnya.
‘’Menurut mu aku harus bagaimana?’’Tanya Adel .
Adel bangun dan duduk di samping Davian.
‘’Kenapa bertanya pada ku?’’ Tanya Davian
‘’Karna aku ingin selalu bersama mu,aku akan melakukan apa
pun yang kamu katakan.’’Jawab Adel.
‘’ Ini masa depan mu pikirkan sendiri,apa yang akan kamu
lakukan jangan selalu mengikuti keputusan ku atau pun ke inginan ku.’’Kata
Davian dingin.
‘’Pikirkan dengan baik,aku tidak mau ibu dari anak anak ku
wanita yang bodoh.’’lanjutnya yang menotok hati Adel.
‘’Baiklah.’’Kata Adel nanar sambil menunduk.
‘’Turunlah sebentar lagi mungkin mama pulang.’’Kata Davian
lalu beranjak dari kasur,keluar dari kamar Adel.
saking pelannya hingga tak terdengar oleh Adel.
‘Ini demi kebaikan mu,Adel.’ Kata Davian di dalam hati.
‘Maaf sayang.’Davian segera turun saat mendengar suara mobil.
Setelah kepergian Davian Adel bangun dan mencuci muka lalu
turun membantu Marisa menyiapkan pelalatan untuk bbq.
Selama bbq Adel terlihat murung di saat Tomi dan Marselo
bercanda Adel hanya merspon dengan senyum hambar. Dia kemali ke kamar lebih
dulu dengan alasan sudah mengantuk ,Davian menatap punggung Adel dengan tatapan
sulit di artikan.
‘Kenapa lagi dengan mereka,tadi masih mesra mesraan sekarang kok
jauh jauhan’Pikir Daniel heran saat melihat tingkah kakak dan calon kakak
iparnya lalu mengangkat bahu acuh.
‘Sudahlah,bukan urusan ku.’pikirnya sambil memakan danging
yang tadi di panggang.
……
Pluk
Pluk
Pluk
Andreas melempar batu ke danau sambil menyandarkan tubuhnya
ke pohon.
‘’Woi,dahlah galau mulu e’lo.’’Kata Satria datang menghampiri
Andreas dan duduk di sampingnya.
‘’Kalau e'lo mau galau tuh milih milih tempat ke,yang bagus atau gak
bisa nyegerin otak.’’Kata Satria sambil melihat sekeliling.
‘’Bukan ke danau ke gini,kalau siang sih masih mending ini malah malam
malam ,e’lo enggak serem apa?’’Kata Satria lagi dengan sedikit bercanda namun
__ADS_1
tak di gubris oleh Andreas.
‘’Ngak takut ke surupan e’lo,terus langsung nyemplung ke
danau.’’Lanjutnya menatap Andreas.
‘’Woy,Dre! E’lo enggak beneran kerasukan ,serius merinding
gue.’’Kata Satria was was bulu kuduknya merinding di tambah Andreas yang masih
bentah menatap danau.
‘’woy.’’Teriak Satria.
‘’Berisik e’lo.’’Bentak Andreas menatap Satria tajam.
‘’Syukur deh e’lo enggak kerasukan benaran.’’Satria mengelus
dadanya.
‘’Sana pergi jangan ganggu gue.’’Kata Andreas ketus.
‘’Ck,sudahi saja cosplay jadi sadboy.’’Kata Satria.
‘’Reno saja yang sudah
mencintai Adel selama 4 tahun sudah mulai move on dan mulai menerima cewek
lain.’’Lanjutnya.
‘’Masa e’lo yang baru beberapa bulan malah galau melulu.’’Kata
Satria.
‘’Enggak semudah itu,gue udah berusaha keras untuk
mendapatkan hatinya tapi tiba tiba saja orang yang selama ini menyuekinya tiba
tiba bilang kalau dia menyukainya.’’Kata Andreas.
‘’Bukankah itu curang, terlebih dia sudah mau di jodohkan
dengan cewek lain. Gimana enggak kesel coba?’’Lanjutnya.
‘’Sebenarnya e’lo itu galau karna Adel dan Davian pacaran
atau kesel karna Davian nembak Adel.’’Tanya Satria.
Andreas menyeritkan dahi bingung dengan ucapan yang di katakan
Satria.
‘Maksudnya apa coba? Bukannya sama saja!.’ Pikir Andreas.
‘’E’lo kan sedari awal juga tahu kalau Adel itu mencintai
Davian dan cepat atau lambat Davian juga pasti akan menyadari perasaannya
terlebih mereka tinggal satu atap dan e’lo pun udah tahu resiko yang bakal e’lo
tanggung saat mendekati Adel dulu.’’Kata Satria kali ini serius.
‘’Gue tahu melepaskan rasa itu sulit tapi bukan berarti tidak
mungkin,e’lo hanya perlu membuka hati e’lo untuk yang akan datang dan biarkan
waktu yang urus yang lainnya.’’Lanjutnya.
‘’Dengan e’lo melepaskannya e’lo dan mengiklaskannya, nanti
pasti akan datang sebuah kebahagian yang tak pernah lo duga,kaya gue sama
Laura.’’Kata Satria bahagia saat mengatakan bagian terakhir.
‘’E’lo mah bukan melepaskan tapi menunggu,bego.’’Kata Andreas
kesal sambil menoyor kepala Satria.
‘’Apa beda coba? Gue kan pernah tuh patah hati di tolah Laura
turus pas gue udah iklas dengan perasaan gue Lauara bilang akan mencoba untuk
menerima perasaan gue.’’Balas Satria.
Dulu setelah Satria mengantar Laura saat dia akan berangkat
ke Inggis,Satria langsung menghampiri mereka(Marsel ,Kevin dan Andreas)untuk
pamer kalau Laura akan mempertimbangkan perasaannya kalau sampai dia kembali
lagi cinta Satria untuknya masih ada untuknya,meski pun mereka bingung kapan
Satria pernah nembak Laura.
‘’Lagian e’lo mau Adel sedih ngeliat e’lo kaya gini,kalau gitu mah e’lo sama aja
menyakiti hati Adel.’’Kata Satria.
‘’Terserah e’lo lah.’’Jawab Andreas malas.
Walau di dalam hati dia memikirkan ucapan Satria,dia tentu
tidak mau menyakiti wanita yang dia cintai,dia ingin selalu membuatnya bahagia.
‘’Udah yuh pergi,serius deh dari tadi gue merinding.’’Satria
menyusap tengkuknya lalu menyeret Andreas pergi dari danau.
Tanpa mereka ketahui ada yang memperhatikan mereka dari tadi
__ADS_1
di atas pohon seraya mengayun ayunkan kakinya.
Hayo siapa tuh yang memperhatikan Andreas sama Satria?