
‘’Adel….’’Teriak Tia memanggil Adel saat melihat Adel.
Adel berjalan menghampiri mereka dan duduk di samping Lili.
‘’Del ,e’lo habis pergi kemana?’’Tanya Lili.
‘’Tadi pagi gue sama Tia mencemput lo,tapi restoran nya masih
di kunci.’’Tambah Lili.
‘’Gue nginap di rumah tante Marisa.’’Jawab Adel.
‘’Hah,e’lo tinggal lagi di rumahnya Davian?’’Tanya Tia.
‘’Enggak!tante Marisa cuman meminta gue nginap di
rumahnya,setelah pesta penyambutan ke pulangan Daniel.’’Kata Adel.
‘’Tapi gue binggung deh.’’Kata Adel.
‘’Bingung Kenapa?’’Tanya Tia.
‘’Tante Marisa meminta gue untuk tinggal lagi di
rumahnya.’’Kata Adel.
KILAS BALIK….
‘’Tante Adel bantu yah.’’Kata Adel yang mengambil piring dan
gelas kotor bekas pesta tadi.
‘’Terima kasih.’’Kata Marisa.
‘’Adel,apa kamu tidak mau tinggal di sini lagi.’’Kata Marisa
sambil mencuci piring dan Adel di sebelahnya mengelap piring yang sudah di
cuci.
‘’Tante sih berharap kamu mau tinggal di sini lagi.’’Kata
Marisa.
Adel menghentikan tangannya dia bingung harus menjawab apa
pada Marisa.
‘’Apa alasan kamu tidak mau tinggal lagi itu karna
Davian?’’Tanya Marisa.
‘’Ti-tidak tante! bukan karna itu.’’Jawab Adel sedikit
terbata.
‘’Tante tahu di kampus Davian selalu bersama dengan perempuan
yang waktu itu ke rumahkan.’’Kata Marisa,Adel menunduk secara tidak langsung
membenarkan ucapan Marisa.
‘’Mereka juga terlihat seperti orang pacaran kan selalu
bersama sama.’’Lanjut Marisa.
‘’Iyah tante.’’Kata Adel
‘’Dan katanya wanita itu sangat pintar sama seperti Davian
dia juga cantik dan berkarisma.’’Kata Marisa.
‘’Tante juga sudah melihatnya sendiri,dia memang wanita yang
sempurna untuk di jadikan pasangan.’’Tambahnya membuat Adel tertunduk sedih.
‘’Tapi….’’Marisa berbalik ke Adel lalu memegang tangan Adel.
‘’Wanita yang sempurna itu bukan berarti adalah pasangan yang
cocok yang bisa melengkapi kekurangan dan menojolkan pasanangnya.’’Kata Marisa.
‘’Dan tante yakin pasangan yang cocok dengan Davian hanya
kamu,Adel.’’Lanjut Marisa dengan penuh keyakinan.
‘’Eh….ke-kenapa tante seyakin itu.’’Kata Adel wajahnya sudah merah.
‘’Karna Tante mamanya Davian ,tante bisa melihat apa yang
kurang dari Davian dan hanya kamu yan
bisa melengkapinya.’’Kata Marisa.
‘’Aku yang ceroboh ini mana mungkin bisa melengkapi
Davian,tante.’’Kata Adel ragu.
‘’Jangan merendahkan dirimu sendiri Adel.Kamu memiliki ke
lebihan yang tidak kamu sadari.’’Marisa berusaha memberi semangat.
‘’Jadi bagaimana kalau kamu tinggal di sini lagi .’’Kata
Marisa.
‘’Akan Adel pikirkan.’’Kata Adel,mereka pun melanjutkan
pekerjaan mereka.
Tanpa mereka tahu ada seseorang di balik tembok yang
mendengarkan percakapan mereka.
KILAS BALIK SELESAI…..
‘’Sepertinya tante Marisa benar benar menginginkan e’lo
__ADS_1
menjadi kekasihnya Davian.’’Kata Lili.
‘’Sebenarnya sih bukan tante Marisa doang tapi om Marselo
juga.’’Kata Adel.
‘’Terus apa yang akan e’lo lakukan.’’Tanya Tia.
‘’Hah…..entahlah,gue engak tahu.’’Kata Adel bingung.
‘’Sudah lah ke kelas yuk.’’Adel bangun dan berjalan menuju
kelas begitu pun Lili dan Tia juga pergi.
Seperti biasa setelah mata kuliah selesai Adel akan pergi ke
klub basket meski sebenarnya dia masih malu apa lagi salah satu seniornya yang
rese selalu mengodanya soal kejadian waktu itu.
Karna sebentar lagi akan di adakan turnamen maka latihannya di tambah membuat Adel juga harus telat untuk
pulang.
Dan juga sekarang pak Gunawan memberi dia tugas sehingga dia
harus pulang agak malam.
‘’Hah ,sudah jam setengah Sembilan.’’Kata Adel melihat jam
tangannya.
Dia sedang berjalan menuju halte untuk mencari kendaraan.
Adel berhenti dia melihat ke belakang dia merasa ada yang mengikutinya
tapi dia tidak menemukan siapa siapa lalu dia melanjutkan langkahnya.
Tiba tiba ada yang menepuk bahunya dia berbalik dan melihat
ada dua orang di belakangnya.
‘’Ma-mau apa kalian.’’Kata Adel ketakutan dia mundur beberapa
langkah.
‘’Tenanglah ,kami tidak akan menyakiti mu.’’Kata salah satu
mereka.
‘’Justru kami akan mengajakmu bersenang –senang.’’Dia
menyeringai mesum.
‘’Ja-jangan mendekat.’’Adel semakin takut.
‘’Jangan takut nona manis ,kami jamin kalau kau bakalan
suka.’’Kata Yang lain tersenyum.
Adel semakin gelisah dia melihat ke sekitar tapi tidak ada
‘’Wah….. gue suka gadis yang keras kepala semakin menantang
semakin seru.’’Kata pria itu menjilat bibirnya.
‘’Ayo kejar.’’Kata yang satunya.
Mereka mengejar Adel dan semakin dekat Adel yang melihat
mereka mengejarnya dan hampir menyusulnya semakin ketakutan.
‘Mereka semakin dekat.’Pikir Adel.
‘Davian tolong gue…..gue takut...tolong gue.’Adel terus
berlari sambil menyebut nama Davian berharap Davian akan datang menolongnya.
DEG
Tiba tiba dada Davian terasa sakit dia merasa sangat cemas
dan tanpa dia sadari dia melajukan motornya bukan lagi ke arah rumahnya.
‘Kenapa dada ku tiba –tiba sakit?ada apa yah,perasaan ku jadi
enggak enak.’Pikir Davian.
‘’Hayo mau kemana.’’Pria itu berhasil menyusul Adel dan
menghadangnya.
‘’Apa kau tidak cape berlari terus.’’Lanjutnya.
‘’Kami tidak mau kau kecapean kalau kau kecapenkan kau tidak
akan bisa merasakan kesenangannya.’’Kata yang lain.
‘’Pergi…..jangan mendekat.’’Adel mundur perlahan.
‘’Kalau kalian mendekat gue bakalan teriak.’’Ancam Adel.
‘’Hahahahaha.’’Mereka tertawa.
Adel semakin gelisah dan saat Adel hendak berbalik dan lari
lagi mereka menahan ke dua tangan Adel.
‘’Sudah kami bilang ,jangan lari lagi.’’Kata Pria yang lain.
‘’Lepaskan …..dasar brengsek lepaskan .’’Adel memberotak.
‘’Hahaha,lepaskan itu tidak mungkinkan ,karna mu kami sudah
berlari –lari malam malam gini jadi kamu harus bertanggung jawab.’’Kata pria yang
satunya.
__ADS_1
‘’Lepaskan gue ….kalau enggak gue bakalan teriak biar kalian
di pukuli.’’Kata Adel yang berusaha membebaskan diri.
‘’Silahkan saja ,tidak aka ada yang mendengar mu nona
manis.’’Katanya.
‘’Tolong…..tolong ….tolong.’’Adel berteriak keras.
‘’Wah kencang juga suara mu, gue semakin tidak sabar
mendengar suara merdu mu nona manis.’’Kata pria yang lain.
‘Apa malam ini gue bakalan kehilangan sesuatu yang gue jaga
selama ini dan akan di ambil oleh mereka yang tidak berhak
memikinya….hiks.’Batin Adel.
‘Seseorang plis tolongin gue hiks…..Davian tolong gue…..gue
takut…..hiks…hiks.’Adel semakin ketakutan.
Tangan salah satu dari mereka merobek baju Adel membuat b’h
Adel terlihat sedikit,dia semakin gemetar kakinya lemas.
‘’Jangan….hentikan …tolong jangan.’’Teriak Adel.
‘’Ssstt ….jangan takut kami hanya akan membuat mu
kesenangan.’’Dia meletakan jarinya di bibir Adel.
‘Hiks…..ayah ,Davian tolong… gue enggak mau….hiks.’Pikir Adel
‘Enggak gue enggak boleh nyerah …pasti akan ada yang lewat
e’lo jangan menyerah dulu Adel e’lo harus mempertahankannya.’Tekad Adel.
‘’Lho,kenapa aku malah ke arah sini ini kan bukan arah
rumah.’’Kata Davian yang baru sadar kalau dia di jalan yang salah.
‘’Sebaiknya gue balik arah.’’Sebelum Davian berbalik arah dia
mendengar teriakan seseorang.
‘’Tolong……tolong…..siapa pun tolong.’’Adel berteriak lebih
keras dari tadi.
‘’Itu …..suara wanita.’’Kata Davian.
Davian melajukan motornya lebih cepat entah kenapa hatinya
mengatakan jika dia tidak kesana dia akan menyasal.
‘Sepertinya percuma…hiks Ayah maaf hiks …..Davian maaf.’Batin
Adel yang sudah pasrah memejamkan matanya.
Davian melihat ada dua orang yang sedang menyekal seorang
wanita,tiba –tiba dia sangat marah saat melihat salah satu dari mereka merobek
baju wanita itu.
Davian turun dari motor dan menerjang pria yang merobek baju
Adel hingga mundur beberapa langkah Davian tidak memperdulikan motornya yang
terjatuh.
BUGK….
‘’Siapa kau ?berani sekali kau menggangu kami.’’Kata yang
masih memegangi Adel.
Adel yang mendengar memberanikan diri membuka mata dia
terkejut dan juga senang melihat orang yang ada di sampingnya.
‘’Da-Davian.’’Kata Adel pelan dia benar benar tak percaya
Davian datang menolongnya.
Davian menoleh saat mendengar namanya di panggil dan betapa
terkejutnya saat melihat wanita yang dia
tolong adalah Adel.
‘’Adel.’’Kata Davian,dia tambah terkejut melihat kondisi Adel
yang cukup memperhatinkan dengan bajunya
yang robek sebelah.
‘’Kuran ajar kalian.’’Kata Davian yang marah dan menghajar
yang satunya.
‘’Rupanya ada yang mau jadi pahlawan kesiangan.’’Kata preman
yang tadi pukul Davian dia berdiri lagi.
‘’Ayo kita hajar dia.’’Katanya lagi pada temannya.
Mereka menyerang Davian tapi Davian bisa menghidarinya,mereka
pun berkelahi 2 lawan 1.
Brug
Adel menjatuhkan dirinya kakinya sudah lemas dari tadi ,dia
__ADS_1
melihat Davian yang berkelahi dengan dua orang preman tadi.
‘’