Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku

Cinta Pertamaku Menjadi Suamiku
75


__ADS_3

‘’Adel….’’Teriak Tia memanggil Adel saat melihat Adel.


Adel berjalan menghampiri mereka dan duduk di samping Lili.


‘’Del ,e’lo habis pergi kemana?’’Tanya Lili.


‘’Tadi pagi gue sama Tia mencemput lo,tapi restoran nya masih


di kunci.’’Tambah Lili.


‘’Gue nginap di rumah tante Marisa.’’Jawab Adel.


‘’Hah,e’lo tinggal lagi di rumahnya Davian?’’Tanya Tia.


‘’Enggak!tante Marisa cuman meminta gue nginap di


rumahnya,setelah pesta penyambutan ke pulangan Daniel.’’Kata Adel.


‘’Tapi gue binggung deh.’’Kata Adel.


‘’Bingung Kenapa?’’Tanya  Tia.


‘’Tante Marisa meminta gue untuk tinggal lagi di


rumahnya.’’Kata Adel.


KILAS BALIK….


‘’Tante Adel bantu yah.’’Kata Adel yang mengambil piring dan


gelas kotor bekas pesta tadi.


‘’Terima kasih.’’Kata Marisa.


‘’Adel,apa kamu tidak mau tinggal di sini lagi.’’Kata Marisa


sambil mencuci piring dan Adel di sebelahnya mengelap piring yang sudah di


cuci.


‘’Tante sih berharap kamu mau tinggal di sini lagi.’’Kata


Marisa.


Adel menghentikan tangannya dia bingung harus menjawab apa


pada Marisa.


‘’Apa alasan kamu tidak mau tinggal lagi itu karna


Davian?’’Tanya Marisa.


‘’Ti-tidak tante! bukan karna itu.’’Jawab Adel sedikit


terbata.


‘’Tante tahu di kampus Davian selalu bersama dengan perempuan


yang waktu itu ke rumahkan.’’Kata Marisa,Adel menunduk secara tidak langsung


membenarkan ucapan Marisa.


‘’Mereka juga terlihat seperti orang pacaran kan selalu


bersama sama.’’Lanjut Marisa.


‘’Iyah tante.’’Kata Adel


‘’Dan katanya wanita itu sangat pintar sama seperti Davian


dia juga cantik dan berkarisma.’’Kata Marisa.


‘’Tante juga sudah melihatnya sendiri,dia memang wanita yang


sempurna untuk di jadikan pasangan.’’Tambahnya membuat Adel tertunduk sedih.


‘’Tapi….’’Marisa berbalik ke Adel lalu memegang tangan Adel.


‘’Wanita yang sempurna itu bukan berarti adalah pasangan yang


cocok yang bisa melengkapi kekurangan dan menojolkan pasanangnya.’’Kata Marisa.


‘’Dan tante yakin pasangan yang cocok dengan Davian hanya


kamu,Adel.’’Lanjut Marisa dengan penuh keyakinan.


‘’Eh….ke-kenapa tante seyakin itu.’’Kata Adel wajahnya sudah merah.


‘’Karna Tante mamanya Davian ,tante bisa melihat apa yang


kurang dari  Davian dan hanya kamu yan


bisa melengkapinya.’’Kata Marisa.


‘’Aku yang ceroboh ini mana mungkin bisa melengkapi


Davian,tante.’’Kata Adel ragu.


‘’Jangan merendahkan dirimu sendiri Adel.Kamu memiliki ke


lebihan yang tidak kamu sadari.’’Marisa berusaha memberi semangat.


‘’Jadi bagaimana kalau kamu tinggal di sini lagi .’’Kata


Marisa.


‘’Akan Adel pikirkan.’’Kata Adel,mereka pun melanjutkan


pekerjaan mereka.


Tanpa mereka tahu ada seseorang di balik tembok yang


mendengarkan percakapan mereka.


KILAS BALIK SELESAI…..


‘’Sepertinya tante Marisa benar benar menginginkan e’lo

__ADS_1


menjadi kekasihnya Davian.’’Kata Lili.


‘’Sebenarnya sih bukan tante Marisa doang tapi om Marselo


juga.’’Kata Adel.


‘’Terus apa yang akan e’lo lakukan.’’Tanya Tia.


‘’Hah…..entahlah,gue engak tahu.’’Kata Adel bingung.


‘’Sudah lah ke kelas yuk.’’Adel bangun dan berjalan menuju


kelas begitu pun Lili dan Tia juga pergi.


Seperti biasa setelah mata kuliah selesai Adel akan pergi ke


klub basket meski sebenarnya dia masih malu apa lagi salah satu seniornya yang


rese selalu mengodanya soal kejadian waktu itu.


Karna sebentar lagi akan di adakan turnamen maka latihannya  di tambah membuat Adel juga harus telat untuk


pulang.


Dan juga sekarang pak Gunawan memberi dia tugas sehingga dia


harus pulang agak malam.


‘’Hah ,sudah jam setengah Sembilan.’’Kata Adel melihat jam


tangannya.


Dia sedang berjalan menuju halte untuk mencari kendaraan.


Adel berhenti dia melihat ke belakang dia merasa ada yang mengikutinya


tapi dia tidak menemukan siapa siapa lalu dia melanjutkan langkahnya.


Tiba tiba ada yang menepuk bahunya dia berbalik dan melihat


ada dua orang di belakangnya.


‘’Ma-mau apa kalian.’’Kata Adel ketakutan dia mundur beberapa


langkah.


‘’Tenanglah ,kami tidak akan menyakiti mu.’’Kata salah satu


mereka.


‘’Justru kami akan mengajakmu bersenang –senang.’’Dia


menyeringai mesum.


‘’Ja-jangan mendekat.’’Adel semakin takut.


‘’Jangan takut nona manis ,kami jamin kalau kau bakalan


suka.’’Kata Yang lain tersenyum.


Adel semakin gelisah dia melihat ke sekitar tapi tidak ada


‘’Wah….. gue suka gadis yang keras kepala semakin menantang


semakin seru.’’Kata pria itu menjilat bibirnya.


‘’Ayo kejar.’’Kata yang satunya.


Mereka mengejar Adel dan semakin dekat Adel yang melihat


mereka mengejarnya dan hampir menyusulnya semakin ketakutan.


‘Mereka semakin dekat.’Pikir Adel.


‘Davian tolong gue…..gue takut...tolong gue.’Adel terus


berlari sambil menyebut nama Davian berharap Davian akan datang menolongnya.


DEG


Tiba tiba dada Davian terasa sakit dia merasa sangat cemas


dan tanpa dia sadari dia melajukan motornya bukan lagi ke arah rumahnya.


‘Kenapa dada ku tiba –tiba sakit?ada apa yah,perasaan ku jadi


enggak enak.’Pikir Davian.


‘’Hayo mau kemana.’’Pria itu berhasil menyusul Adel dan


menghadangnya.


‘’Apa kau tidak cape berlari terus.’’Lanjutnya.


‘’Kami tidak mau kau kecapean kalau kau kecapenkan kau tidak


akan bisa merasakan kesenangannya.’’Kata yang lain.


‘’Pergi…..jangan mendekat.’’Adel mundur perlahan.


‘’Kalau kalian mendekat gue bakalan teriak.’’Ancam Adel.


‘’Hahahahaha.’’Mereka tertawa.


Adel semakin gelisah dan saat Adel hendak berbalik dan lari


lagi mereka menahan ke dua tangan Adel.


‘’Sudah kami bilang ,jangan lari lagi.’’Kata Pria yang lain.


‘’Lepaskan …..dasar brengsek lepaskan .’’Adel memberotak.


‘’Hahaha,lepaskan itu tidak mungkinkan ,karna mu kami sudah


berlari –lari malam malam gini jadi kamu harus bertanggung jawab.’’Kata pria yang


satunya.

__ADS_1


‘’Lepaskan gue ….kalau enggak gue bakalan teriak biar kalian


di pukuli.’’Kata Adel yang berusaha membebaskan diri.


‘’Silahkan saja ,tidak aka ada yang mendengar mu nona


manis.’’Katanya.


‘’Tolong…..tolong ….tolong.’’Adel berteriak keras.


‘’Wah kencang juga suara mu, gue semakin tidak sabar


mendengar suara merdu mu nona manis.’’Kata pria yang lain.


‘Apa malam ini gue bakalan kehilangan sesuatu yang gue jaga


selama ini dan akan di ambil oleh mereka yang tidak berhak


memikinya….hiks.’Batin Adel.


‘Seseorang plis tolongin gue hiks…..Davian tolong gue…..gue


takut…..hiks…hiks.’Adel semakin ketakutan.


Tangan salah satu dari mereka merobek baju Adel membuat b’h


Adel terlihat sedikit,dia semakin gemetar kakinya lemas.


‘’Jangan….hentikan …tolong jangan.’’Teriak Adel.


‘’Ssstt ….jangan takut kami hanya akan membuat mu


kesenangan.’’Dia meletakan jarinya di bibir Adel.


‘Hiks…..ayah ,Davian tolong… gue enggak mau….hiks.’Pikir Adel


‘Enggak gue enggak boleh nyerah …pasti akan ada yang lewat


e’lo jangan menyerah dulu Adel e’lo harus mempertahankannya.’Tekad Adel.


‘’Lho,kenapa aku malah ke arah sini ini kan bukan arah


rumah.’’Kata Davian yang baru sadar kalau dia di jalan yang salah.


‘’Sebaiknya gue balik arah.’’Sebelum Davian berbalik arah dia


mendengar teriakan seseorang.


‘’Tolong……tolong…..siapa pun tolong.’’Adel berteriak lebih


keras dari tadi.


‘’Itu …..suara wanita.’’Kata Davian.


Davian melajukan motornya lebih cepat entah kenapa hatinya


mengatakan jika dia tidak kesana dia akan menyasal.


‘Sepertinya percuma…hiks Ayah maaf hiks …..Davian maaf.’Batin


Adel yang sudah pasrah memejamkan matanya.


Davian melihat ada dua orang yang sedang menyekal seorang


wanita,tiba –tiba dia sangat marah saat melihat salah satu dari mereka merobek


baju wanita itu.


Davian turun dari motor dan menerjang pria yang merobek baju


Adel hingga mundur beberapa langkah Davian tidak memperdulikan motornya yang


terjatuh.


BUGK….


‘’Siapa kau ?berani sekali kau menggangu kami.’’Kata yang


masih memegangi Adel.


Adel yang mendengar memberanikan diri membuka mata dia


terkejut dan juga senang melihat orang yang ada di sampingnya.


‘’Da-Davian.’’Kata Adel pelan dia benar benar tak percaya


Davian datang menolongnya.


Davian menoleh saat mendengar namanya di panggil dan betapa


terkejutnya saat melihat  wanita yang dia


tolong adalah Adel.


‘’Adel.’’Kata Davian,dia tambah terkejut melihat kondisi Adel


yang cukup memperhatinkan dengan  bajunya


yang robek sebelah.


‘’Kuran ajar kalian.’’Kata Davian yang marah dan menghajar


yang satunya.


‘’Rupanya ada yang mau jadi pahlawan kesiangan.’’Kata preman


yang tadi pukul Davian dia berdiri lagi.


‘’Ayo kita hajar dia.’’Katanya lagi pada temannya.


Mereka menyerang Davian tapi Davian bisa menghidarinya,mereka


pun berkelahi 2 lawan 1.


Brug


Adel menjatuhkan dirinya kakinya sudah lemas dari tadi ,dia

__ADS_1


melihat Davian yang berkelahi dengan dua orang preman tadi.


‘’


__ADS_2