Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Bercerai


__ADS_3

“Aku akan bercerai dari Raka, selain itu aku juga akan ikut Gerry kembali ke negaranya.” Riri menjawab tanpa berani menatap pada Arlin maupun Eric karna ia yakin keduanya pasti sangat murka.


“Ri!! sentak Eric, ia tidak menyangka kekhawatirannya akan benar-benar terjadi. Riri menundukkan wajahnya dan berhenti memainkan ponselnya. Ia tahu Eric pasti kaget mendengar perkatannya. Arlin membelai lembut lengan Eric agar menurunkan emosinya. Pemuda itu terlihat mengatur nafasnya sebelum bicara lagi dengan Riri. “Apa kau sudah pikirkan baik-baik? Apa Raka sudah tahu?” tanyanya lagi.


“Sudah, dan dia juga sudah menyetujuinya. Ini yang terbaik bagi kami kak daripada kami saling selingkuh satu sama lain. Tidak etis dipandang orang, lebih baik kita berpisah dan menjalani kehidupan masing-masing dengan pasangan masing-masing juga.” Jawab Riri dengan suara yang lirih.


“Apa kedua orang tua kalian sudah tahu?” cecar Eric


Riri menggeleng, “Belum kak, aku tidak berani mengatakannya karna dalam gugatan perceraian semua kesalahan dilimpahkan kepadaku agar prosesnya lebih cepat selesai dan nama Raka tidak dicoret dari daftar ahli waris Janitra. Aku akan ikut Gerry kembali ke negaranya kurang dari dua minggu lagi. Jadi selama proses perceraian berlangsung aku tidak akan hadir, Gerry sudah mengatur pengacara untuk mengurusnya.” Jelas Riri yang masih belum berani menatap Eric dan Arlin.

__ADS_1


“Kau tahu Ri, aku kecewa dengan keputusanmu tapi aku akan bahagia jika kau bahagia karna berhasil mendapatkan laki-laki impianmu.” Ucap Arlin tiba-tiba yang membuat Eric terkejut. Bagaimana bisa Arlin justru berbalik arah dan mendukung Riri. “Kau bahagia kan?” Arlin mengulang pertanyaannya namun lidah Riri kelu. Benar kata Arlin impiannya sudah terwujud, tapi kenapa ia tidak merasa bahagia? Kenapa ia justru merasa sedih?


“Lin kau—“ ucapan Eric terpotong saat Arlin menyelanya.


“Kita hanya penonton kak, tidak berhak menentukan jalan cerita pemain utama. Yang penting keduanya sama-sama bahagia. Kau lihat Raka sudah bahagia dengan pilihannya, bahkan aku sering melihat Raka tersenyum saat sedang bersama Shelo. Begitu juga Riri yang bahagia karna mendapatkan Gerry, pria bule dengan mata biru keabu-abuan. Kalau mereka bahagia seharusnya kita bahagia, jangan memaksakan mereka untuk terus bersama jika justru menyakiti satu sama lainnya.” Ucap Arlin panjang lebar lalu menarik Eric untuk membantunya menyiapkan makan malam. Meninggalkan Riri sendiri dengan sejuta pikiran yang berekelebat dan berkecamuk didalam hatinya.


*


*

__ADS_1


*


“Jadi berkas dan keperluanmu untuk pergi bersama Gerry sudah selesai?” tanya Eric pada Riri. Kini mereka berempat sedang menikmati makan siang bersama karna ini merupakan hari libur.


“Iya kak, untuk berkas perceraian juga sudah aku berikan pada pengacaraku.” Jawab Riri tidak bersemangat.


“Aku akan mengurus perceraian kita setelah kau pergi.” Ucap Raka tiba-tiba yang membuat Riri kaget, karna setelah perbincangan mereka tempo lalu, Raka sama sekali tidak pernah mengajaknya berbicara.


“Baiklah, kalau kau perlu sesuatu bisa menghubungi pengacaraku. Kau tidak perlu meninggalkan villa ini, tempatilah sesukamu. Kau juga kak, Lin.” Riri menatap Raka, Eric dan Arlin bergantian.

__ADS_1


“Tidak perlu, untuk apa aku tinggal ditempat seseorang yang akan menjadi mantan istriku. Aku masih mampu untuk membeli tempat tinggal sendiri. Lagipula Shelo sudah menawariku beberapa tempat menarik untuk kami tinggali nantinya.” Sahut Raka dingin. Riri tidak menyangka jika ternyata Raka sudah memikirkan sejauh itu.


__ADS_2