Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Ling-ling


__ADS_3

“Berarti kalau seperti itu aku harus semakin giat mencarikan calon istri yang baik untuk Raka, dengan begitu kita bisa segera berpisah, lalu Raka menikah dan bisa menuntaskan kebutuhannya. Baiklah, sepertinya mulai saat ini aku harus bekerja lebih keras lagi demi calon pendamping hidup Raka.” Sahut Riri dengan menggebu-gebu.


“Dasar wanita gila. Bukannya memperbaiki pernikahan kalian kau malah berniat untuk mencarikan istri baru untuk suamimu. Terserah kau sajalah, aku bisa ikut gila berlama-lama denganmu.” Arlin sudah malas mendebat dan menasehati Riri, sahabatnya itu memang sedikit keras kepala dan sulit untuk digoyahkan.


“Kau sudah tahu alasannya, sudahlah kita tidak usah berdebat lagi. Lebih baik ayo kita menonton drama bersama. Sudah lama kita tidak menonton bersama-sama sampai begadang seperti biasanya.” Ajak Riri mengalihkan pembicaran.


“Pikirkan lagi apa yang akan kau lakukan sebelum kau menyesal. Kau memiliki mertua yang sangat menyayangimu bahkan Raka sejak awal ingin menjalani pernikahan ini denganmu tapi kau menolaknya. Ingatlah Ri, sesuatu akan terasa berharga setelah kau kehilangannya. Jadi jangan sampai kau menyesal setelah kehilangan.” Nasehat Arlin kembali sambil mulai ikut menonton tayangan televisi. Riri diam tidak menyahuti perkataan Arlin namun didalam hatinya ia mulai memikirkan ucapan Arlin. Orang yang ia anggap sebagai saudarinya sendiri, sama seperti Jessi.

__ADS_1


Dikamar Elang,


Tok tok tok “Kak, apa kau sudah tidur?” Raka mengetuk pintu kamar yang digunakan oleh Elang. Laki-laki itu menyahut dan menyuruh Raka untuk masuk. Ia tahu adiknya masih ingin bercengkrama dengannya, sama sepertinya yang masih merindukan Raka.


“Masih merindukanku?” ledek Elang sambil duduk disofa.


“Terimakasih.” Elang menyesap teh yang dibawakan adiknya. ”Kau pasti ingin bertanya mengenai aku dan istrimu?” tebak Elang yang memang benar adanya, itu salah satu hal yang ingin ditanyakan oleh Raka. “Apa kau masih mengingat Lingling? Gadis kecil yang dulu ikut bimbel bersamamu?” tanya Elang tiba-tiba. Lingling adalah gadis kecil yang Raka sukai namun dia tidak pernah berani untuk sekedar menegur. Lingling banyak memiliki pengagum dan Raka salah satunya.

__ADS_1


“Kenapa kau tiba-tiba membahas gadis kecil itu?” tanya Raka tidak paham.


“Kau benar-benar tidak mengenalinya? Lingling adalah istrimu sendiri. Aku memanggilnya Lynx setelah tau kalau gadis kecil itu adalah Linglingmu. Kau tidak tahu nama aslinya sebab kau hanya mendengar saat teman-temannya memanggilnya dengan panggilan ‘Lynx’ sehingga kau memberikannya julukan Lingling yang hanya kau sendiri yang tahu. Gadis kecil itu sudah tumbuh dan bermetamorfosa menjadi istrimu.” Jelas Elang yang membuat Raka shock, ia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan gadis kecil yang dulu sangat ia sukai.


“Bagaimana kau bisa tahu jika itu adalah Lingling?” Raka masih tidak bisa mempercayai fakta yang ada.


“Kami sempat dekat, tapi kau jangan salah sangka. Hubunganku dan dia hanya sebatas junior dan senior saja. Kami banyak bercerita karna aku kagum dengan kepintaran dan kecerdasaannya, sampai tiba-tiba obrolan kita mengarah pada tempat dimana kami menjalani bimbingan belajar. Rupanya sejak kecil ia sudah mengikuti bimbel ditempat yang sama denganmu. Dia juga menceritakan dulu ada sosok laki-laki kecil bertubuh tambun yang membuatnya gemas namun dia tidak berani mendekatinya karna laki-laki itu sepertinya tidak suka padanya. Laki-laki itu selalu sibuk dengan rubiknya. Tapi meskipun terlihat tidak menyukainya, laki-laki kecil itu selalu menunggui dirinya sampai dijemput barulah laki-laki kecil itu pulang kerumahnya, sehingga dia tidak pernah kesepian saat menunggu jemputan tiba. Siapa lagi kalau bukan kau? Itu kau kan? Kau selalu beralasan pulang terlambat karna menjaga dan menemani Lingling. Kau ingat?” beber Elang panjang lebar yang membuat Raka melongo tidak percaya.

__ADS_1


__ADS_2