Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Pertama kali tidur bersama


__ADS_3

Mereka berempat kembali ke Villa sekitar pukul sepuluh malam. Sesampainya di villa semuanya masuk kedalam kamar masing-masing. Begitu juga dengan Raka dan Riri yang memasuki kamar Riri yang kini menjadi kamar milik mereka. Tanpa banyak bicara, Riri memilih untuk lebih dulu masuk ke dalam bathroom untuk berendam dan membersihkan diri. Berbeda dengan suaminya yang tampaknya sangat lelah dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Tiga puluh menit kemudian Riri sudah selesai mandi dan berganti pakaian. Riri sudah mengganti pakain tidurnya menggunakan sleepware dengan model stelan dan atasan semi kemeja. Wanita itu memang tidak begitu menyukai gaun tidur, ia lebih nyaman menggunakan piyama atau baby doll bercelana.


“Raka, bangunlah. Kau belum membersihkan dirimu, bersihkan dulu dirimu dan ganti pakaianmu.” Riri menggoyang-goyangkan kaki suaminya agar segera bangun dan membersihkan dirinya.


“Enghhhh…” Raka melenguh dan mencoba untuk bangun.


“Ada apa?” tanya Raka masih belum tersadar, sepertinya laki-laki itu tidak mendengar perkataan istrinya tadi.


“Cepatlah mandi, bersihkan dirimu. Aku sudah menyiapkan air hangatnya. Bersihkan dulu dirimu baru tidur, aku risih jika ada orang yang belum membersihkan dirinya tapi langsung tidur. Apalagi kini kau tidur satu ranjang bersamaku, jagalah kebersihan dirimu sendiri ka. Itu juga untuk kebaikanmu, sana lekaslah mandi.” Riri mendorong tubuh Raka yang memang sudah terduduk diatas Ranjang. Dengan perlahan namun pasti, Raka bangun dari duduknya lalu berjalan menuju bathroom dan mengikuti perintah Riri.


Tidak butuh waktu lama, lima belas menit kemudian Raka sudah keluar dari bathroom menggunakan handuk kimono yang Riri siapkan sebelumnya di dalam bathroom. Laki-laki itu menatap Riri yang masih memainkan ponselnya.

__ADS_1


“Ri, kau tidak menyiapkan pakaian ganti untukku?” tanya Raka yang tidak melihat pakaian ganti untukknya.


“Kau tidak menyuruhku tadi, baiklah akan aku siapkan.” Kata Riri hendak beranjak namun ditahan oleh Raka.


“Tidak perlu, biar aku siapkan sendiri. Tapi lain kali tolong bisa kah kau menyiapkan pakaian ganti untukku?”


“Baiklah, aku akan mengingatnya. Tak masalah bagiku menyiapkan pakaian ganti untuk adik lelakiku.” Riri mengiyakan.


“Apa selama menikah dengan Dewa kau tidak pernah menyiapkan pakaian ganti untuknya?” tanya ingin tahu setelah ia kembali dari mengganti pakaiannya.


“Hmm, ayo kita tidur besok aku harus mulai bekerja. Kau akan bekerja dari rumah atau akan keluar?” Raka mulai ikut merebahkan dirinya disampin Riri. Ukuran ranjang yang cukup besar, super king size membuat kasur itu tampak sangat lega ditempati mereka berdua.


“Aku akan bekerja dari rumah Ka, tapi kalau ada cabang yang perlu dicek aku bisa keluar untuk langsung mengeceknya atau biasanya Arlin yang melakukannya.”

__ADS_1


“Baiklah kalau begitu, bolehkah aku menggunakan motormu lagi Ri?” tanya Raka meminta ijin istrinya.


“Tentu, kau gunakanlah apa yang sekiranya perlu kau gunakan. Tidak perlu ijin dan tidak perlu merasa sungkan padaku. Aku ini kakakmu Ka.” Jawab Riri tersenyum walaupun tatapan gadis itu fokus pada layar ponselnya.


“Ri, sejak kapan kau menyukai motor sport? Saat di Solo aku tidak pernah sekalipun melihat kau menaiki motor apalagi motor sport?” Raka ingin menuntaskan rasa penasarannya. Karna Riri yang ia temui di Bali hari ini sangat berbeda dengan Riri yang dulu sering ia temui saat berada di Solo.


“Ck, kau ini seperti tidak tahu Papiku saja. Mana boleh aku diijinkan naik motor sport, tapi kan disini tidak ada papi jadi aku bebas melakukannya. Aku bukan penyuka motor sport tapi aku pernah mendengar seorang bule mengatakan jika wanita menggunakan motor sport maka tingkat kecantikan dan keseksiannya akan naik berkali- kali lipat. Makanya demi menggaet suami buleku ya tentu saja aku mengikuti saran bule tersebut.” Cengir Riri yang membuat Raka tergelak, tidak menyangka itu jawabannya.


“Ayo tidur.” Raka mulai bersiap untuk menuju alam mimpi.


“Ka, aku tidak bisa tidur jika ada sedikit saja cahaya didalam ruangan. Kamar ini harus gelap, aku akan mematikan semua lampunya. Kau tidak keberatan kan?”


Riri memang tidak bisa tidur jika ada sedikit saja cahaya di ruangan. Wanita itu terbiasa dan hanya bisa tidur jika suasananya benar-benar gelap.

__ADS_1


“Aku tidak masalah Ri, aku bisa tidur dalam situasi apa saja.” Sahut Raka yang mulai mejamkan matanya. Dan Riri pun segera mematikan lampu kamarnya dan juga ikut bersiap untuk tidur. Mengistirahatkan tubuhnya yang seharian ini padahal sudah banyak beristirahat.


__ADS_2