
“Apa kau sedang berlatih untuk melamar seseorang? Baiklah aku akan menjawabnya dengan kata 'ya ' sehingga kau bisa memasangkan cincin itu di jariku.” Sahut Riri yang mengira jika Raka sedang berlatih melamar seorang gadis. Hal itu justru membuat laki-laki itu kembali berdiri lalu duduk dihadapan Riri. Ia bahkan tidak memasangkan cincin itu ke jemari Riri saat istrinya sudah menerima lamaran yang dikiranya sebagai latihan.
“Aku melamarmu Darelona Fairylynx Huleeo. Aku ingin menikahimu, menjalani pernikahan yang sesungguhnya denganmu. Aku mencintaimu Ri…” Raka mengucapkan kata-kata itu dengan lancar dan sorot mata penuh harap. Riri mengerjapkan matanya beberapa kali dan pikirannya langsung kosong. Rasanya sangat tidak mungkin Raka bisa jatuh cinta padanya secepat ini padahal dulu Raka menjalani hubungan dengan adiknya cukup lama.
Pernyataan cinta dari Raka sukses membuat Riri membeku untuk beberapa saat. Sampai akhirnya beberapa detik kemudian wanita singa itu bisa kembali menguasai dirinya. “Kau mencintaiku?” Riri mengkonfirmasi apa yang ia dengar dari Raka barusan. Memastikan bahwa dia tidak salah dengar.
__ADS_1
“Iya, aku mencintaimu. Aku sudah jatuh cinta pada istri yang melarangku untuk jatuh cinta padanya.” Raka mengenggam tangan Riri. Ia berharap istrinya juga membalas perasaannya. Senyumnya mengembang kala melihat Riri tersenyum sambil membelai genggaman tangan Raka.
Riri menghela nafasnya dalam-dalam sebelum memulai kalimatnya. “Ka, kau tidak jatuh cinta padaku. Kau hanya terbiasa bersamaku. Menyalah artikan kebersamaan yang kita bangun selama ini sebagai perasaan cinta. Aku terbiasa ada untukmu, terbiasa mengurusmu sehingga kau terbiasa dengan kehadiranku. Itu bukan cinta Raka, kau salah.” Perkataan Riri sukses membuat Raka merubah raut wajahnya. Hatinya kecewa mendengar ucapan istrinya. Ternyata benar, susah membuat Riri mempercayai perasaan cintanya.
“Terimakasih sudah menyiapkan ini semua untukku. Aku bahkan tidak pernah bermimpi mendapatkan ini semua. Kau laki-laki yang baik Raka, dan sebagai istri rasa kakak aku salut padamu. Aku yakin kau pasti akan mendapatkan gadis yang baik. Dan gadis itu sangat beruntung mendapatkanmu. Aku akan melupakan apa yang kau katakan tadi, jadi kedepannya kau tidak perlu canggung. Kadang memang susah memahami perasaan kita sendiri. Tapi kau perlu tahu, perasanmu untukku bukan perasaan cinta my lil bro.” Riri memulai makannya tanpa mempedulikan eskpresi Raka yang sudah sangat tidak enak dipandang.
__ADS_1
Selesai makan, Raka mengatakan pada Riri untuk pulang lebih dahulu karna ia harus mengurus beberapa urusan. Tanpa banyak mengatakan hal lagi, Riri menurut dan pulang menggunakan taksi. Sementara Raka kembali duduk di meja yang tadi ia pesan untuk makan malam romantis bersama Riri. Ia terus memandangi kotak cincin yang sudah ditutupnya. Isinya masih utuh dan belum berpindah ke jemari manis milik Riri.
“Sepertinya semuanya tidak berjalan lancar? Jangan menyerah Ka, ini baru satu kali. Masih ada banyak kesempatan apalagi dia istrimu.” Suara Eric membuyarkan lamunan Raka. Ia menoleh dan melihat Eric dan Arlin sudah dihadapannya.
“Buat saja dia hamil, dengan begitu dia tidak akan lepas darimu.” Celetuk Arlin tiba-tiba yang membuat Raka dan Eric menatap gadis itu dengan tidak percaya. Seorang Arlin bisa mengatakan hal sevulgar itu. ”Kenapa kalian menatapku seperti itu? Buatlah Riri hamil, maka dia tidak akan meninggalkanmu. Lagipula tidak ada yang salah kan dari menghamili istri sendiri?” Arlin balik bertanya, menatap Eric dan Raka bergantian menunggu jawaban dari keduanya.
__ADS_1
“Yang ada dia semakin membenciku jika aku berbuat hal itu. Apa kalian tahu alasannya menolakku?” pertanyaan Raka dijawab gelengan oleh Eric dan Arlin. “Dia menolakku karna katanya aku ini salah mengartikan perasaanku padanya. Aku bukan jatuh cinta padanya tapi terbiasa dengan kehadirannya. Apa dia pikir aku ini bodoh sampai tidak tahu apa itu jatuh cinta?” adu Raka dengan nada dan raut wajah kesalnya. Ia tidak habis pikir dengan pemikiran istrinya itu.