Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Dia kakakku


__ADS_3

“Baiklah aku pulang, kau ingin makan sesuatu? Biar aku buatkan untukmu.” tawar Riri sebelum pergi meninggalkan suaminya untuk kembali ke villa.


“Tidak ada, aku hanya ingin beristirahat saat ini. Nanti jika aku ingin sesuatu, aku akan menghubungimu. Pulanglah, hati-hati dijalan.” Usir Raka lagi yang akhirnya membuat Riri mau tidak mau menuruti perintah suaminya. Karna dirinya juga sudah merasa risih dan gerah ingin segera membersihkan tubuh.


Setelah kepergian Riri, Raka langsung terlelap karna tubuhnya sangat lemas dan suhu tubuhnya masih panas. Ia tidak ingin melihat Riri khawatir dengan kondisinya dan semakin merasa bersalah karna memang seblak buatan Riri yang membuat dirinya harus dilarikan ke rumah sakit.


Beruntung suhu tubuh Raka turun saat memasuki tengah hari. Setidaknya rasa pusing dan panas yang ia rasakan kini sedikit berkurang. Ia menatap pada gadis yang duduk manis di sofa sambil membaca majalah. Entah sejak kapan gadis itu sudah berada disana.


“Kau sudah lama?” gadis itu menoleh ke arah sumber suara, dilihatnya laki-laki tampan yang kini terbaring lemah sedang menatapnya.

__ADS_1


Gadis manis itupun menutup majalahnya lalu berpindah duduk di kursi samping tempat tidur Raka. “Lumayan, bagaimana sekarang kondisimu?” tanya sigadis sambil menyentuh kening Raka. Memeriksa suhu tubuh lelaki tersebut.


“Panasnya sudah turun, aku lapar tapi aku tidak pernah suka dengan makanan rumah sakit. Rasanya terlalu hambar.” Keluh Raka saat melihat makan siangnya sudah diantar dan masih utuh tidak tersentuh.


“Lalu apa yang kau inginkan untuk makan siang? Kau ini menjadi pasien cerewet sekali dan banyak tuntutan. Makanlah, kau harus segera pulih karna banyak pekerjaan yang harus kau selesaikan.” Sigadis mulai membuka jatah makan siang Raka lalu berniat menyuapi lelaki yang sedang sakit itu namun Raka berikeras menutup mulutnya.


“Aku ingin makan sup ikan.” Rengek Raka manja yang membuat gadis tersebut tersenyum kecil.


“Aku bisa makan sendiri, tanganku masih kuat. Sini kemarikan.” Raka berusaha merebut piring yang berisi jatah makan siangnya namun gerakannya dapat dibaca oleh sigadis sehingga gadis itu menjauhkan piringnya dari Raka.

__ADS_1


“Ck, kau ini banyak tingkah. Duduk dan makanlah, biar aku yang menyuapimu.” Paksa si gadis lagi yang akhirnya membuat Raka pasrah. Berdebat pun percuma karna kini tubuhnya sedang tidak sesehat biasanya.


Ceklek,


“Rak……a” suara Riri melemah di akhir kata saat ia membuka pintu dan melihat sosok seorang gadis yang tengah duduk manis disamping Raka sambil menyuapi suaminya.


“Kau siapa?” tanya Riri dan gadis itu bersamaan. Hingga gadis itu menyuruh Riri untuk berbicara terlebih dahulu.


“Aku is—“

__ADS_1


“Dia kakakku lebih tepatnya kakak Jessi, mantan kekasihku dulu” Raka memotong ucapan Riri sebelum wanita itu menjawab pertanyaan gadis yang menyuapinya. Padahal Riri baru mau mengatakan jika ia adalah istri Raka namun ucapannya sudah lebih dulu dipotong.


Ada sedikit rasa sesak dan sakit saat kini Raka mengakuinya sebagai kakak bukan sebagai istri. Padahal Raka biasanya mengenalkan ia sebagai istrinya kepada siapapun yang bertanya. Sedangkan Riri selalu mengatakan jika Raka adalah adik lelakinya jika ada yang bertanya mengenai hubungan mereka. Tapi kenapa kini semua seperti berbalik arah? Apakah ini karma untuk Riri?


__ADS_2