Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Thankyou boy


__ADS_3

Riri masih menatap layar laptopnya dengan intens. Wanita itu selalu menggunakan kacamata anti radiasi setiap bekerja dengan laptop atau komputernya. Hal itu membuat Raka lagi-lagi melihat sisi lain dari istrinya. Rambut acak-acakan yang digulung asal dengan helaian-helaian rambut yang sedikit jatuh disekitar wajahnya membuatnya sungguh semakin cantik.


Raka baru kembali ke villa saat jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam, Riri melirik sekilas saat melihat suaminya itu memasuki kamar mereka. Tanpa menyapa Riri terlebih dahulu, Raka bergegas menuju bathroom untuk membersihkan tubuhnya. Mengingat permintaan Raka tempo hari yang memintanya untuk menyiapkan pakaian ganti untuk dirinya, membuat Riri akhirnya melakukan tugas itu.


Wanita itu bangun dan memilih celana training dan juga kaos sebagai pakaian ganti Raka malam ini. Pakaian itu ia letakkan di rak dekat bathroom agar Raka lebih mudah untuk berganti pakaian selepas mandi.


“Tadi Papi menelponku, ia memintaku untuk ikut membantu mencari Jessi karna sudah dua bulan lebih adikmu itu tidak ada kabarnya sama sekali.” Ujar Raka memecah keheningan saat ia sudah selesai mandi. Pemuda itu merebahkan badannya di sofa sambil meregangkan otot-ototnya. Riri menatap Raka sekilas lalu kembali fokus pada layar laptopnya.


“Kau sedang meminta ijin padaku? Santai saja Ka, kau bebas melakukan apa saja bahkan kau bebas jika ingin berkencan dengan gadis manapun. Kan sudah aku bilang berulang kali, anggaplah aku ini kakakmu. Aku tidak keberatan jika kau mau mencari Jessi. Bagaimanapun kau orang terdekatnya yang selama ini menemaninya, Papi pasti mengira kau akan lebih mudah menemukan Jessi.” Sahut Riri dengan santai tanpa beban sedikitpun yang entah mengapa justru membuat Raka tidak suka mendengarnya.

__ADS_1


“Aku sedang memberitahumu bukan sedang meminta ijin padamu.” Sangkal Raka karna ia merasa kesal dengan jawaban Riri.


“Ooohhh. Carilah.” Respon Riri dengan singkat.


“Apa pekerjaanmu begitu banyak? Kenapa sampai jam segini kau belum juga beristirahat?” tanya Raka yang menyaksikan Riri begitu fokus dengan layar laptopnya.


“Namanya pekerjaan kadang banyak, kadang sedikit. Terkadang aku bisa santai-santai seharian tapi kadang aku harus lembur semalaman. Istirahatlah lebih dulu Ka, hari ini pasti kau sangat lelah. Apa kau sudah makan?”


“Sudah. Bagaimana pekerjaanmu Ka?” tanya Riri sambil menatap Raka. Setidaknya obrolan-obrolan ringan seperti ini bisa membuat hubungan mereka semakin dekat dan tidak canggung sama sekali. Riri benar-benar berusaha untuk mencairkan hubungan mereka, membuat Raka nyaman dan menggapnya sebagai kakak sendiri sehingga tidak ada batasan yang terlalu kentara diantaranya.

__ADS_1


“Ya begitulah, sangat melelahkan. Oh ya, lusa mobil yang kau minta akan diantar kemari. Kau jangan kemana-mana.” Kata Raka memberi tahu yang seketika itu langsung membuat Riri melompat keranjang mendekat pada sang suami.


“Sungguh? Benarkah yang kau katakan?” Mata Riri berbinar-binar memancarkan kebahagiaan saat mendengar mobil impiannya akan diantar ke villanya sebentar lagi.


“Iya, apa kau sesenang itu?”


“Tentu saja Ka, itu mobil impianku tapi papi selalu melarangnya jika aku ingin membelinya. Alasannya karna tidak ingin terlalu mencolok, tapi sekarang aku tinggal di Bali dan banyak mobil mewah bersliweran. Jadi bukan hal yang mencolok jika aku memilikinya.” Ujar Riri menerawang.


“Kau tidak mau mengatakan sesuatu padaku?” pancing Raka

__ADS_1


“Terimakasih Ka, thankyou boy.” Ucap Riri tulus sambil memegang tangan Raka. Pemuda itu hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya, melihat tingkah Riri yang terkadang seperti anak kecil. Sikap yang tidak pernah ia lihat selama ini saat Riri berada di Solo.


__ADS_2