Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Wanita tidak peka


__ADS_3

“Kami sudah lama tidak belanja kak, lagipula itu juga ada beberapa kebutuhan rumah yang aku beli. Coba saja tengok jika kau tidak percaya.” Riri menyahuti kakak iparnya sambil mengendarai kendaraan. Elang hanya menggelengkan kepalanya, wanita memang tidak pernah bisa jauh-jauh dari yang namanya belanja.


“Wanita memang gemar belanja, aku sudah tidak kaget. Mama dan Bela juga sama seperti kalian. Apakah kita akan pulang Lynx eh Ri? Maksudku tidakkah kau ingin mengajakku jalan-jalan terlebih dahulu?”


“Bagaimana kalau kita di Gusto gelato kak? Aku sudah lama ingin pergi ketempat itu tapi selalu kelupaan. Kebetulan tempatnya ada yang tidak jauh dari sini.” Ajak Riri yang tentu saja Arlin sangat setuju. Elang pun hanya mengikuti saran dari adik iparnya.


Tidak ada salahnya makan gelato di sore hari yang panas begini. Selama perjalanan tidak ada obrolan berarti, karna Elang sibuk dengan ipadnya. Sedangkan Arlin dan Riri sama-sama diam sambil menikmati lagu yang terputar dari audio.

__ADS_1


Arlin dan Riri terlihat begitu antusias memilih rasa gelato yang akan mereka pesan. Elang berdiri dibelakang kedua perempuan itu. Persis seperti bapak yang sedang menjaga anak gadisnya. Tidak menyangka jika istri Raka masih kadang bertingkah seperti anak kecil. Dia meyakini bahwa siapapun tidak akan ada yang tahu jika Riri lebih tua satu tahun dari Raka. Wajah Riri yang baby face membuatnya terlihat lebih muda dari usia yang sebenarnya.


“Apa kau pernah mengajak Raka kesini?” tanya Elang saat ketiganya sudah duduk sambil menikmati eskrim mereka masing-masing.


“Tidak pernah, lagipula aku tidak yakin jika Raka menyukainya.” Riri menjawab sekenanya sambil kembali memakan gelato miliknya yang sangat enak menurutnya.


“Kau tahu kak, tatapan Raka tadi pagi saat aku bilang akan mengantarmu? Dia seperti terbakar api cemburu kak.” Ujar Riri membuka pembicaraan, Elang hanya tertawa. Ternyata adik iparnya ini sudah menyadari perasaan adiknya. “Dia seperti hendak memakanku, kenapa harus cemburu padaku coba? Akukan tidak akan mungkin merebut kakaknya. Apa salahnya aku mendekat pada kakak iparku? Tapi sepertinya dia tidak rela jika membagimu denganku. Dia ingin menguasaimu. Baginya kau ini hanya kakaknya saja dan aku tidak boleh mendekatimu.” Tambah Riri dengan santainya yang membuat Arlin dan Elang saling berpandangan.

__ADS_1


Astaga ternyata dugaan mereka salah. Keduanya mengira jika Riri mulai menyadari perasan Raka. Tapi justru wanita itu mengira jika Raka lah yang cemburu padanya karna mengira Riri akan merebut perhatian kakaknya. Wanita ini benar-benar tidak peka. Gumam Elang dalam hati sambil menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Kau ini benar-benar wanita aneh! Bagaimana mungkin Raka cemburu padamu karna kau ingin dekat pada kakaknya. Yang ada Raka cemburu padamu karna takut kau menyukai kakaknya. Gerutu Arlin dalam hati sambil memakan gelatonya dengan kasar. Heran dengan isi kepala Riri.


“Raka tidak seperti itu Ri,” Elang mencoba membela Raka dan meluruskan kesalahan yang ada. Namun belum selesai Elang berbicara, Riri sudah memotongnya.


“Jelas-jelas aku melihat dan merasakannya seperti itu kak. Dia sangat cemburu padaku, takut kau lebih dekat denganku daripada dengannya. Jujur saja aku iri melihat kalian. Aku terlahir sebagai anak sulung sehingga tidak mengerti rasanya memiliki kakak. Dan ketika kau datang, aku seperti memiliki harapan untuk merasakan bagaimana memiliki seorang Kakak. Tapi ya kau lihat sendiri, sepertinya Raka tidak suka akan hal itu.” Keluh Riri sedih yang lagi-lagi membuat Elang dan Arlin saling melirik lalu menggeleng pelan.

__ADS_1


Aku bonusin satu chapter ya, pumpung bisa update 💕💕


__ADS_2