
“Sudah saatnya Riri tahu jika aku mencintaimu dan menginginkanmu menjadi istriku. Lagipula kini Riri juga sudah menikah lagi, apa yang salah jika kita bersama?” Tanya Dewa dengan tatapan penuh harap.
Ya pria itu adalah Dewa. Dia sengaja datang jauh-jauh ke Bali hanya untuk menemui Arlin. Gadis yang sejak awal mencuri hatinya namun orang tuanya tidak merestui hanya karena Arlin adalah anak Krisna, tangan kanan Papi Riri.
Orang tua Dewa merasa jika Arlin tidak sepadan dengan mereka, oleh sebab itu Dewa justru disuruh untuk mendekati Riri dan menjalin hubungan dengan gadis itu. Pucuk dicinta ulampun tiba, Riri justru meminta dirinya untuk menikahinya. Meskipun tidak mencintai Riri tapi demi kedua orang tua dan demi jabatan di perusahannya tentu saja Dewa mau melakukannya.
__ADS_1
Hingga dia memberi persyaratan konyol, ia meminta pada Riri untuk menunda momongan. Dewa ingin berusaha meraih cinta Arlin saat dirinya bercerai dari Riri karena kedua orang tuanya pasti akan terus mendesak Riri untuk segera memiliki keturunan sementara dirinya tidak mau memiliki keturunan dari Riri.
“Aku sudah tahu sejak lama jika kau mencintai Arlin.” Ucap seseorang yang langsung membuat keduanya menoleh. Suara itu berasal dari Riri, wanita itu tepat berdiri tidak jauh dari meja mereka berdua bersama dengan Raka dan juga Eric.
“’Riri!” Pekik Arlin dan Dewa bersamaan bahkan Arlin sampai bangkit dari tempat duduknya. Ia takut jika Riri akan salah paham dengan dirinya.
__ADS_1
Tidak terkecuali Raka dan Eric yang juga ikut terkejut mendapati fakta yang ada. Mereka berdua benar-benar tidak menyangka ternyata Riri benar-benar berjiwa besar, masih bisa memaafkan Dewa yang berkelakuan buruk dengan menggoda seorang yang sudah seperti saudari bagi Riri.
“Ri, aku sungguh tidak pernah menggubrisnya. Tidak dulu dan juga tidak sekarang. Aku mohon kau jangan salah sangka padaku.” Arlin bergerak mendekat kearah Riri dan menyentuh tangan bos yang sudah ia anggap sebagai saudarinya sendiri.
“Aku tahu Lin, aku tahu segalanya dan aku percaya padamu. Kau cukup pintar dan tidak mungkin kau mau bersama laki-laki seperti Dewa. Seandainya jika dia bukan mantan suamiku aku tahu kau pasti juga tetap tidak akan mau dengannya.” Riri balas mengenggam tangan Arlin sambil tersenyum.
__ADS_1
“Tapi kau lupa satu hal Wa, aku juga tidak pernah mencintaimu. Aku memintamu menikahiku hanya karna menuruti keinginan Jessi yang kala itu berkata jika ia ingin menikah muda dan sebagai syaratnya aku harus lebih dulu menikah karna pantang dikeluargaku jika seorang kakak perempuan dilangkahi oleh adiknya. Dan saat itu hanya kau yang sedang dekat denganku jadi aku putuskan untuk memintamu menikahiku.”
“Kau benar-benar laki-laki bre-ng-sek dan pengecut. Jika kau mencintai Arlin seharusnya kau perjuangkan dia bukannya malah menggodanya saat kau sudah menikah denganku. Dan sekarang kau meminta Arlin untuk menikah denganmu?” Riri tersenyum dengan senyuman jahatnya yang Raka baru kali ini melihatnya. Istrinya sungguh mengerikan, ia tidak ingin melihat wajah Riri yang seperti ini lagi. “Kau pikir Arlin mau menerimamu? Kau tidak memikirkan nama baiknya jika kalian sampai menikah? Orang-orang pasti akan mengira jika Arlin adalah pelakor dan penghancur rumah tangga kita dulu. Cobalah berfikir dewasa, kau tidak berubah sama sekali.” Cemooh Riri sambil melipat tangannya didepan dadanya.