
“Tak apa, kau makanlah dulu Shel. Setelah itu kita periksa ke dokter dan kau tinggalah di villaku sampai kau sembuh. Sehingga aku bisa membantu Raka untuk merawatmu.” Kata-kata Riri meluncur dengan lancar meskipun dalam hatinya ia berat untuk mengatakan hal tesebut.
“Tidak perlu kak, aku tidak mau merepotkanmu.” Tolak Shelo halus. Raka yang sudah selesai menyiapkan bubur yang ia bawa pun duduk disebelah Shelo sambil menyerahkan mangkuk berisi bubur pada gadis tersebut. Riri baru melihat sosok lain dari Raka yang terlihat begitu peduli dan khawatir pada Shelo. Padahal ia sendiri sering mendapatkan perhatian lebih dari Raka namun Riri yang tak menyadarinya.
“Aku tidak merasa kerepotan. Itu lebih baik daripada Raka harus bolos dari pekerjaannya untuk mengurusmu Shel. Kau tahu, Raka masih dalam pengawasan Papanya. Jika ia membolos demi merawatmu tentu saja hal tersebut akan menjadi tanda tanya besar. Jadi lebih baik untuk sementara kau tinggal di villa milikku. Aku akan merawatmu saat Raka bekerja, dan setelah Raka pulang dia yang gantian akan merawatmu.” Jelas Riri dengan senyum diwajahnya meski hatinya menekan mati-matian perasaan resah, risau dan gusarnya yang ia tidak tahu apa penyebabnya.
__ADS_1
“Kau tidak perlu memikirkan apapun, Riri sudah mengatur semuanya. Ikutlah bersama kami.” Raka menambahi yang mau tidak mau akhirnya membuat Shelo menyetujuinya.
Setelah Shelo menghabiskan makanannya, Raka membantunya untuk berkemas, membawa pakaian dan kelengkapan yang akan ia gunakan selama tinggal di villa. Selanjutnya mereka bertiga pergi menuju klinik untuk memeriksakan kondisi Shelo. Rupanya gadis tersebut mengalami demam dan tekanan darah rendah. Mungkin karena kelelahan karna pekerjaan. Untung saja Shelo tidak mengalami penyakit serius.
Arlin yang baru saja pulang dari jadwal visit ke beberapa cabang minimarket nampak terkejut saat melihat Riri, Raka dan Shelo datang bersamaan. Beberapa kode yang ia berikan pada Riri agar wanita itu mendekat dan menjelaskan apa yang terjadi kepadanya pun tampak tidak digubris sama sekali oleh si bos singa. Arlin hanya bisa menghela nafasnya dan mengikuti langkah mereka bertiga. Lagi-lagi ia harus dikejutkan saat tahu jika Shelo ditempatkan di kamar tamu yang dekat dengan kamar utama. Kamar yang dulu hanya ditempati oleh papa dan mama Raka.
__ADS_1
Riri langsung ditarik paksa oleh Arlin. Dibawanya bos singa tersebut keruang santai yang berada di lantai dua. Raka yang melihatnya hanya membiarkannya dan terus saja melangkah menuju kamar untuk membersihkan dirinya.
“Apa yang sedang kalian lakukan? Kenapa kau justru membawa kekasih suamimu kesini? Apa kau sudah gila Ri!” cecar Arlin tidak habis pikir dengan tindakan yang dilakukan oleh Riri.
“Aku lebih gila lagi jika membiarkan Raka mengurus Shelo dan menelantarkan pekerjaannya. Dia masih dalam pengawasan Papanya. Jadi aku rasa lebih baik jika membawa Shelo kesini. Aku bisa membantu Raka mengurusnya saat ia bekerja dan setelah Raka pulang bekerja dia bisa gantian mengurus Shelo.” Riri menjawab dengan santai.
__ADS_1