Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Aku belum tertarik


__ADS_3

Mereka terus saja mengendarai motornya selama kurang lebih setengah jam hingga sampai ke salah satu Beach Club yang cukup ramai. Riri kurang menyukai Beach Club sekelas Potato Head, Finns Beach Club atau sebagainya. Ia lebih memilih Beach Club seperti La Plancha untuk menikmati sore-sorenya.


Karna baginya hanya untuk menikmati sunset dan pantai untuk apa kita perlu membayar lebih. Riri lebih dulu turun dari motornya lalu ia berniat membuka tali outerannya sehingga kaki jenjang dan perut ratanya akan terlihat.


“Apa yang akan kau lakukan?” Raka menahan tangan Riri yang baru saja mau melepas tali outter yang ia kenakan.


“Aku mau membuka tali ini.” Sahut Riri dengan polosnya.


“Tidak perlu, lain kali jangan kau gunakan pakaian kurang bahan seperti yang kau kenakan saat ini.”

__ADS_1


“Memangnya apa yang salah Raka? Kita kan sedang berada di Beach Club, wajar kalau aku mengenakan pakaian seperti ini.”


“Ingatlah saat ini kak Eric tinggal di villamu, kau harus menjaga apa yang kau kenakan. Bagaimanapun ia laki-laki normal. Kalau kau masih ingin menggunakan pakaian kurang bahan seperti itu lebih baik aku menyewakan apartment untuk kak Eric.” Jelas Raka yang membuat Riri kini mengerti jalan pikiran suaminya.


“Ya baiklah, lain kali aku akan menggunakan dress pantai atau baju yang lebih pantas.” Riri menuruti ucapan suaminya. Memang benar, kini ada Eric diantara mereka dan tidak mungkin Riri memakai pakaian kurang bahan seperti itu terus menerus. Bisa saja Eric khilaf. Ibaratnya kucing diberi ikan pasti tidak akan ada yang menolak.


“Ayo masuk, apa yang kalian bicarakan?” selidik Arlin saat ia menghampiri Raka dan Riri yang masih berdiri disamping sepeda motor. “Kau tidak membukanya Ri?” tanya Arlin yang berniat hendak membukakan tali outter milik Riri tapi langsung dicegah oleh wanita tersebut. Membuat kening Arlin sedikit berkerut bingung dengan tingkah Riri.


“Oh baiklah, ayo kita masuk.” Arlin menarik tangan Riri dan membawanya masuk sementara Raka dan Eric mengekor dibelakangnya.

__ADS_1


Setelah mendapatkan tempat duduk yang sesuai dengan keinginan Riri, mereka berempat memesan minum dan beberapa makanan ringan untuk menemani menikmati sunset. Banyak wisatawan baik lokal maupun asing yang berada disana.


“Kupikir kau akan mendatangi beach club berkelas Ri.” Eric berujar sambil memperhatikan sekitar mereka yang cukup ramai.


“Aku lebih suka ketempat seperti ini daripada ke beach club mahal. Toh sama saja, sama-sama menikmati pemandangan laut dan menanti sunset.” Sahut Riri cuek sambil setengah merebahkan tubuhnya pada sofa beanbag yang ia duduki.


“Kau sering kemari? Pantas saja kau terus merengek untuk pindah kesini. Aku juga sepertinya akan betah tinggal disini.” Tanya Eric lagi, namun belum sempat Riri menjawab Arlin sudah lebih dulu menjawabnya.


“Kalau tidak sibuk atau tidak hujan ya bisa hampir setiap sore Riri kesini untuk mencari calon suami masa depannya.” Cibir Arlin yang hanya direspon dengan kekehan dari Riri.

__ADS_1


“Namanya juga usaha. Raka, cobalah kau lihat sekitar barangkali ada gadis yang menarik hatimu. Tenang saja nanti akan kubantu kau untuk berkenalan, sekarang aku kakakmu Raka. Aku akan mencarikan yang terbaik untuk adik lelakiku ini.” Ujar Riri penuh semangat sambil menepuk paha Raka yang kebetulan pemuda itu duduk disebelahnya persis.


“Aku belum tertarik.” Respon Raka singkat sambil mengenakkan kaca mata hitamnya.


__ADS_2