
WARNING !!
Ada adegan 18+ 🔞
Bocil harap menyingkir ❌❌❌
Raka yang sudah tidak tahan ingin segera bermain di gundukan kenyal tersebut langsung menyambar kedua ujung yang terlihat menantang itu secara bergantian. Tangan yang satu ia gunakan untuk meremas sementara tangan yang satunya sudah turun ke lembah kenikmatan milik Riri. Bermain-main disana. Menekan dan membelai klis-to-ris Riri hingga wanita itu men-de-sah nikmat dan terus meracau menyebut namanya.
__ADS_1
Hal itu semakin membuat Raka menggila dan bersemangat karna Riri benar-benar terus meracau menyebut namanya. Itu berarti Riri sadar jika ia sedang melakukan hal tersebut dengan Raka.
Riri memekik kaget karna jari-jemari Raka memasuki daerah kewanitaannya dan mengobrak-abrik disana sementara bibir Raka masih saja setia bermain-main di area gunung kembar miliknya. Setelah puas bermain-main di wilayah aset nan kenyal itu, Raka mencium perut milik Riri lalu turun kebawah lagi hingga kini wajah Raka tepat berada di depan kewanitaan milik Riri.
Daerah kemerahan yang bersih dari bulu dan juga sedikit basah. Raka tersenyum melihat Riri yang sudah lemas tidak berdaya dan hanya bisa pasrah menerima setiap sentuhan yang ia berikan. “Kau sudah basah“ kata Raka sensual dengan senyum smirknya lalu sedetik kemudian ia mengecup bibir kewanitaan milik Riri, me-nye-sap-nya, dan men-ji-lat-nya naik turun yang membuat Riri terus bergerak tidak menentu.
“Aku tahu, tapi kau tidak mengatakan untuk tidak berciuman dan tidak melakukan make-out. Jadi ini tidak termasuk. Diam dan nikmatilah, aku tau kau menyukainya.” Sahut Raka lalu kembali mengobrak-abrik kewanitaan Riri dengan lidahnya. Dengan gerakan nakalnya lidah Raka bergerak keluar masuk bahkan me-nye-sap dan men-ji-la-tinya berkali kali yang tentu saja hal itu membuat Riri menggila.
__ADS_1
Riri me-re-mas rambut Raka yang justru membuat Raka semakin bersemangat bermain dibawah sana menggunakan lidahnya. Raka semakin menusuk-nusuk inti milik wanitanya dengan lidahnya bahkan Raka semakin mengencangkan hi-sa-pan-nya dan mempercepat ritme ji-la-tan-nya hingga Riri mendapatkan pelepasan pertamanya.
Raka tersenyum miring melihat Riri yang tengah terengah karna sudah mendapatkan pelepasannya. Raka segera bangun dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. “Kau mau kemana?” tanya Riri saat Raka mengencangkan tali bathrobenya yang tadi sempat renggang dan berjalan menjahui ranjang. Lelaki itu terhenti dan menatap Riri yang masih mengatur nafasnya, rambutnya berantakan, tubuh seksi dan putih mulus miliknya kini terdapat banyak mahakarya yang tadi dibuatnya. Kalau dia tidak mengingat kesepakatan awal mereka, sudah dapat dipastikan ia akan melahap Riri dengan membabi buta. Melampiaskan hasratnya selama ini yang belum pernah dituntaskan.
“Tentu saja aku harus kekamar mandi untuk mengurusnya.” Jawab Raka sambil memandang bagian bawah tubuhnya yang sudah menegang sempurna hingga terlihat dari balik jubah mandi yang ia kenakan.
Riri bangkit dari tidurnya lalu melepas bathrobe yang sudah terbuka itu. Kini ia berjalan dengan tubuh polosnya mendekati Raka. Membuat pemuda itu harus mati-matian menelan salivanya dan menahan nafsunya. Riri mengarahkan kedua tangan Raka untuk menyentuh dua aset kembarnya, lalu dengan perlahan wanita itu membuka bathrobe milik Raka hingga kejantanan milik suaminya itu telihat jelas bentuk dan ukuranya.
__ADS_1
Riri mengusap dan membelai lembut kejantanan dan buah za-kar milik Raka, membuat laki-laki itu terpejam dan menggeram nikmat. Dengan tangan yang masih setia meremas buah dada Riri. ”Jadikan aku istrimu seutuhnya, sentuhlah aku sebelum kita benar-benar berpisah, aku akan memberikan hakmu.” Ucap Riri tiba-tiba yang membuat Raka membuka matanya dan menatap Riri tidak percaya.