
“Kau tahu dimana Riri berada Ka?” Arlin terlihat cukup panik dan langsung bertanya pada Raka saat melihat suami dari sahabatnya itu baru saja turun dari atas motornya. Raka menoleh kesamping dan baru menyadari jika motor sport Riri tidak ada sedangkan kedua mobilnya masih terpakir rapi. Itu berarti istrinya sedang pergi dengan motor sportnya.
“Aku tidak tahu, memangnya dia tidak menghubungimu?” Raka balik bertanya dan langsung dijawab gelengan oleh Arlin.
“Terakhir kali dia seperti ini saat kau memanggilku ke pantai waktu itu.” Jelas Arlin yang mana hal itu membuat Raka kembali mengingat pertengkaran pertamanya bersama Riri.
“Apa kalian bertengkar lagi?” Eric membuka suaranya.
“Tidak, seharian ini bahkan aku tidak berkomunikasi dengannya. Sepertinya dia baik-baik saja. Tadi siang aku sempat melihat dia memposting foto warna rambut barunya di instagram. Sepertinya dia mengganti warna rambutnya, mungkin dia sedang bersenang-senang.” Raka mulai berjalan memasuki villa. Meskipun hatinya gundah tapi dugaannya mengatakan jika Riri baik-baik saja.
__ADS_1
“Kau mengikutinya di instagram?” tanya Arlin tidak percaya jika laki-laki seperti Raka mengikuti istrinya.
“Iya, sudah lama aku mengikutinya. Semenjak aku berpacaran dengan Jessi. Tapi dia tidak pernah mengikutiku kembali.” Jujur Raka yang membuat Arlin dan Eric terbahak.
“Kau lihat saja siapa yang di ikuti istrimu. Hanya salon-salon langgananya, akun baby-baby bule dan aku. Dia tidak mengikuti yang lainnya bahkan Jessi pun tidak dia ikuti.” Ucap Arlin membanggakan diri.
“Ya ya, kalian itu kan kembar siam. Tidak terpisahkan” ledek Raka sambil berlari menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah itu ia akan menghubungi Riri dan menanyakan keberadaan istrinya.
“Pelan-pelan Ka makannya. Tidak akan ada yang merebutnya darimu. Kau ini masih bisa makan saat istrimu belum diketahui keberadannya.” Sindir Eric yang melihat Raka makan dengan lahapnya.
__ADS_1
“Aku kelaparan karna melewatkan makan siangku. Lagipula untuk mencarinya juga membutuhkan tenaga.” Jawab Raka dengan jujur sambil terus memakan masakan istrinya.
Sebelum pergi, Riri memang menyempatkan untuk memasak makanan dan menyuruh Mbok Ila untuk menghangatkannya ketika Raka dan yang lainnya pulang. Karna ia sendiri tahu akan pulang terlambat.
“Suruh siapa kau menolak saat ku ajak makan siang. Lidahmu itu sudah terlalu candu dengan masakan Riri. “ ledek Eric yang tidak digubris oleh Raka karna ia mendengar suara motor yang memasuki kediamannya. Bisa dipastikan istrinya itu sudah pulang.
Dan benar saja, kurang dari tiga menit Riri kini sedang berjalan menuju meja makan. Penampilannya benar-benar memukau karna rambutnya kini baru saja diwarnai. Jangan lupakan jumpsuit jeans seatas paha yang membuat Raka segikit geram melihatnya. Karna lagi-lagi istrinya itu mengumbar auratnya.
“Darimana saja kau? Jam segini baru pulang.” Sindir Arlin dengan ketus karna Riri memasang wajah tanpa dosanya padahal dirinya sudah menghubungi Riri bolak-balik namun tidak ada respon.
__ADS_1
“Kau tidak lihat ini? Aku mengganti warna rambutku tentu saja aku dari salon.” Jawab Riri santai, ia memilih untuk tidak makan karna selama di Beach Club tadi ia sudah makan. Wanita itu meminta Mbok Ila untuk mengupaskan pomelo madu kesukannya yang ternyata sudah disiapkan oleh asisten rumah tangganya itu. Jadi Riri tidak perlu menunggu lama untuk memakannya.