Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Tidak bisa mengenali perasaan sendiri


__ADS_3

“Buatlah dia cemburu padamu. Riri begitu menginginkan kau berkencan dengan gadis lain. Maka berkencanlah seperti yang dia suruh selama ini. Aku yakin dia pasti akan cemburu. Setelah itu kau akan tahu jika dia juga jatuh cinta padamu.” Saran Arlin yang membuat Eric menatap dengan intens gadis dihadapannya.


“Kau yakin? Bagaimana kalau Riri justru menganggap perasaan Raka seperti yang dia ucapkan? Bagaimana kalau Riri justru akan melepas Raka?” Eric memastikan ide yang diberikan oleh Arlin. Ia takut jika hasilnya justru membuat keduanya saling menjauh.


“Aku kenal dia sedari kecil kak, kau tidak perlu meragukanku. Kalau Riri masih belum sadar akan perasaannya maka akan kupukul kepalanya dengan batu supaya ia cepat sadar.” Ucap Arlin meyakinkan sambil tergelak karna ucapannya sendiri. Eric dan Raka hanya menghela nafasnya lalu mengangguk perlahan. Mungkin mencoba ide dari Arlin tidak ada salahnya karna memang benar yang diucapkan gadis tersebut, bahwa dialah yang mengenal Riri sedari kecil.


“Lebih baik kau makan dulu Ka, berjuang kembali juga membutuhkan tenaga.” Arlin memanggil pelayan dan memesan menu untuk mereka bertiga. Meskipun hanya menu utama untuk Raka seorang sedangkan dirinya dan Eric memilih untuk memesan minuman saja karna keduanya sudah makan saat Raka dan Riri melakukan dinner romantis.


“Bagaimana jika kau berpura-pura berkencan dengan Arlin? Aku rasa mungkin Riri akan cemburu” Eric melontarkan ide konyolnya dengan tawa gelinya. Seketika itu Arlin menatapnya dengan tatapan tidak sukanya.

__ADS_1


“Tidak! Aku tidak mau membuat istriku semakin murka. Kak Lin sudah dijodohkan denganmu oleh Riri. Mana mungkin aku menikung kakakku sendiri.” Ujar Raka yang membuat Arlin dan Eric saling berpandangan lalu menggeleng bersamaan.


Arlin ijin pulang terlebih dahulu karna Riri terus menerus menelponnya, menanyakan keberadaan dirinya karna saat ini Riri berada sendirian di villa, tentunya selain dengan Mbok Ila. Baru saja Arlin turun dari motornya, Riri sudah menariknya lebih dulu. Membawa gadis itu masuk ke dalam kamarnya sehingga ia bisa leluasa berbicara dengan Arlin.


“Darimana saja kau? Pasti berkencan dengan Kak Eric kan? Lalu dimana Kak Eric?” Riri memberondong Arlin dengan berbagai macam pertanyaan yang membuat Arlin bingung harus menjawab dari mana.


“Tadi Raka mengatakan jika dia mencintaiku tapi aku menjelaskan padanya bahwa perasaannya itu bukan cinta. Hanya perasaan nyaman karna terbiasa. Sama seperti perasaanku padanya hanya saja aku bisa mengenali perasaanku dengan baik. Tidak seperti Raka yang salah menafsirkan perasaannya sendiri.” Jelas Riri yang entah mengapa hal itu membuat hatinya tidak nyaman.


“Raka yang tidak bisa mengenali perasaannya sendiri atau kau yang tidak bisa mengenali perasaanmu sendiri? Rasa cinta bisa hadir karna kenyamanan yang timbul terus menerus.” Sindir Arlin yang lagi-lagi membuat Riri terdiam, mencerna perkataan Arlin. Tapi ia yakin jika hatinya tidak mencintai Raka sebagai seorang pria. Ia hanya menyayangi Raka seperti adik laki-lakinya.

__ADS_1


“Kenapa akhir-akhir ini pembahasanmu sangat berat Lin? Jangan mengurusiku terus, pikirkan saja dirimu sendiri yang masih melajang diusia ini.” Riri menjulurkan lidahnya, menggoda Arlin agar tidak terus menerus membahas mengenai dirinya dan Raka.


“Untuk apa aku mengurusi diriku sendiri, kau kan sudah mengurusiku. Kau menjodohkan aku dengan kak Eric kan? Aku tau akal bulusmu itu.” Jawaban Arlin membuat Riri kalah telak. Gadis yang ia anggap sebagai saudarinya itu ternyata sudah mengetahui rencananya.


“Jadi kau sudah tahu? Lalu menurutmu kak Eric bagaimana? Cocok tidak dengan typemu?” Riri memborbardir Arlin dengan berbagai pertanyaan, sementara Arlin hanya mendengus kesal.


“Tidak tahu. Aku belum mencoba berkencan dengannya.” Arlin menjawab dengan acuh sembari ikut merebahkan tubuhnya disamping Riri.


“Baiklah kalau begitu aku akan mengatur agar kalian bisa berkencan.” Sahut Riri dengan sumringah. Arlin hanya menoleh sekilas lalu membiarkan Riri mengoceh sendiri sampai wanita itu kembali ke kamarnya saat mendengar suara Raka dan Eric yang sudah tiba di villa.

__ADS_1


__ADS_2