
Hati Riri menghangat mendengar cerita Raka. Ia tidak menyangka jika Raka adalah bocah laki-laki yang membuatnya selalu terngiang-ngiang hingga dia menikah dengan Dewa. Jujur saja, tiap kali memikirkan untuk memiliki seorang anak, ia berharap bisa memiliki anak yang seperti itu.
Kini Riri benar-benar yakin bahwa dia memang mencintai Raka dan menyayangi Raka sebagai seorang lelaki bukan sebagai seorang adik. Bahkan dari dalam dirinya ia tidak menyesal sama sekali bercinta dengan Raka dihotel tempo lalu karna kini dia menyadari jika ia melakukan itu karna mencintai Raka dan ingin Raka menyentuhnya.
“I love u Arsha, Arshakara suamiku.” Ucap Riri setulus hatinya, kemudian ia mencium bibir suaminya penuh kelembutan. Hal itu tidak ia duga justru kembali membangkitkan gairah suaminya yang kini sudah meremas kedua asetnya dengan gemas. “Lagi?” tanyanya tak percaya saat suaminya ingin kembali menggagahinya.
“Tentu saja, aku tidak akan melewatkan ini selagi aku mampu. Kau harus selalu siap melayaniku nyonya Janitra.” Raka langsung saja kembali memulai aksinya. Dan benar saja, dalam sekejap kini mereka melakukan percintaan kembali. Mereguk kembali indahnya surga dunia hingga akhirnya masing-masing dari mereka mendapat pelepasannya dan memilih untuk tidur berpelukan.
*
*
__ADS_1
*
“Pengantin kadaluarsa itu benar-benar tidak mengganggap kita, seenaknya saja mereka meninggalkan kita disini.” Gerutu Eric saat melihat Raka dengan tidak sabaran menggendong Riri dan membawa istrinya itu ke kamar mereka.
“Kau tidak perlu iri, carilah istri agar kau bisa merasakan apa yang Raka rasakan,” Gerry menimpali.
“Oh aku tidak ingin merasakan apa yang Raka rasakan. Rasannya sangat menyesakkan, hubungannya rumit dan untungnya mereka berakhir bersama. Ku pikir kau akan benar-benar membawa Riri pergi bersamamu.” Sahut Eric cepat karna ia memang tidak ingin merasakan kesusahan Raka.
“Ya kau benar, tapi Arlin sudah menolak lamaranku. Shel apa kau mau menikah denganku?” tanya Eric tiba-tiba pada Shelo yang membuat wanita itu terkejut. Sedangkan Arlin hanya acuh tak acuh tak mau menggubrisnya.
“Kau mengajak orang menikah seperti mengajak orang membeli gorengan.” Cibir Shelo sebal dan seketika itu Arlin tersenyum mengejek kepada Eric.
__ADS_1
“Kau dengar itu kak, kalau mau mengajak orang menikah itu yang benar. Bukan asal-asalan seperti yang kau lakukan.” Sindir Arlin sambil menjulurkan wajahnya.
“Ya ya ya nanti akau akan belajar. Mana aku tahu cara untuk melamar, aku saja baru tau hal seperti itu saat membantu Raka melamar Riri tempo lalu” Eric menatap Gerry yang masih sibuk berbalas pesan. “Kau kapan akan kembali ke Rusia?” tanyanya penasaran, ia sendiri jujur menyukai kepribadian Gerry meskipun ia kadang sedikit dongkol karna ia pikir Gerry menghalangi hubungan Raka dengan Riri. Tidak disangka-sangak justru Gerry-lah yang membantu Riri menyadarkan perasaannya.
“Besok lusa aku kembali ke Rusia Ric, apa kau mau ikut? Wanita disana cantik-cantik.” Goda Gerry yang tentu saja membuat Eric justru tersenyum miring padanya.
Hari ini aku update 2 novel sekaligus ya ☺️☺️ novel yang ANALOGI RASA juga aku update. Maaf agak slow update karna masih kurang sehat. Bulan ini insyallah Raka dan Riri tamat.
Yang mau extra part bisa komen sebanyak-banyaknya ya 😍
Happy reading semuanya, stay safe stay healty 😘❤️💕
__ADS_1