Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Jatuh cinta pada suami


__ADS_3

“Kau tidak bisa menjawabnya bukan? Sekarang aku tanya padamu, bagaimana jika kau hamil? Aku tidak mungkin membawa wanita hamil yang masih menjadi istri orang.” Lanjut Gerry kemudian yang membuat Riri semakin bingung harus melakukan apa.


“Aku belum tentu hamil Ger.” Sanggah Riri takut jika kenyataan itu benar, maka anaknya akan hidup dengan terpisah dari kedua orang tuanya yang bercerai.


“Tapi kemungkinan kau hamil itu ada, fifty fifty Ri. Aku tidak akan membawamu sebelum tau kau hamil atau tidak.” Putus Gerry.


“Lalu jika aku hamil bagaimana?”

__ADS_1


“Maka kau harus mempertahankan rumah tanggamu bersama Raka, kalau tidak anak kalian yang akan menjadi korban.” Riri terdiam saat mendengar ucapan terakhir Gerry. Keduanya tidak menyadari jika Raka, Arlin, Eric dan juga Shelo mendengar pembicaraan mereka saat Riri mengatakan jika dia dan Raka masih suami istri dan wajar jika mereka bercinta.


Saking fokusnya pada pembicaraan dengan Gerry, Riri sampai tidak menyadari keempat orang tadi kembali ke villanya di waktu yang tak terduga. Mereka berempat tidak sengaja mendengarkan percakapannya dengan Gerry dan Raka yang sudah hendak masuk sedari tadi selalu ditahan oleh Eric.


“Itu tidak mungkin Ger, Raka sudah bersama Shelo dan aku tidak ingin merusak kebahagiaannya. Bawalah aku meskipun kita tidak akan menikah nantinya. Aku akan kembali kesini saat sudah berani menghadapi mereka.” Riri memohon pada Gerry, pria asing itu menatap Riri lalu menggelengkan kepalanya.


“Perasaanku tidak penting Ger. Dari dulu keadaan selalu memaksaku, tidak pernah bertanya dan ingin tahu bagaimana perasaanku. Jika aku hamil tidak akan ada yang tahu kecuali kau, aku akan mengatakannya pada Raka setelah anak itu lahir. Itupun jika dia percaya bahwa anak yang kukandung adalah anaknya, jika tidak—“

__ADS_1


“Jangan berani-beraninya kau pergi selangkah meninggalkanku saat kau membawa benih Janitra didalam rahimmu Ri!” sentak Raka yang sudah tidak tahan mendengar pembicaraan istrinya dengan Gerry. Raka menatap Riri dengan tatapan tajamnya sementara Gerry tersenyum dengan senyuman yang tidak bisa diartikan. Kemudian pria itu menatap Arlin dan memberikan kerlingan matanya pada gadis tersebut. Eric yang melihat hal itu membuatnya menjadi bertanya-tanya apa yang terjadi dengan Arlin dan Gerry. Kenapa Gerry nampak bahagia saat hubungannya dengan Riri terancam kandas.


“Aku– “ lagi-lagi Riri bingung harus menjawab bagaimana. Apalagi kini sudah ada Shelo, Arlin dan juga Eric.


“Aku tidak akan pernah menceraikanmu, ingat itu!” tegas Raka lalu merebahkan tubuhnya disamping Riri. Memijat pelipisnya yang terasa berkedut, niat awalnya untuk pulang karna ada sesuatu yang tertinggal justru membuatnya terkejut. Apalagi saat melihat Arlin dan Eric juga datang sesaat sebelum kedatangannya dan melarangnya untuk masuk kedalam. Barulah ia sadar jika Riri sedang berbicara serius dengan Gerry.


“Ka, kau tidak boleh bersikap seperti ini. Kau sudah membawa Shelo masuk dalam kehidupanmu dan pernikahan kita sebentar lagi akan berakhir. Aku janji tidak akan menghalangimu jika kau ingin bertemu dengan anakmu. Itupun jika aku memang hamil, hal itu belum tentu terjadi Ka.” Riri berusaha membujuk Raka sehalus mungkin yang justru mendapat tatapan tajam kembali dari sang suami. Wajah suaminya mengeras, Raka tidak pernah terlihat semarah ini sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2