Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Twins


__ADS_3

“Benar itu Ri, kau tidak boleh kelelahan. Lebih baik kau pulang sekarang.” Imbuh Bela yang duduk disebelah adik iparnya itu.


“Baiklah, aku akan pulang tapi kita menyalami kak Eric dan Arlin dulu sekaligus berpamitan karna tidak bisa mengikuti acara sampai selesai.”


Dengan hati-hati Raka menuntun Riri menuju pelaminan dimana Eric dan juga Arlin berada. Ada rasa bangga dihati Raka saat menggandeng Riri dengan perut buncit sang istri yang terlihat begitu menonjol. Keberhasilan seorang pria bisa dilihat jika dia sudah bisa menghamili istrinya sendiri bukan?


“Aaaarrghh…” Teriak Riri tiba-tiba. Hal itu tidak luput dari perhatian seluruh keluarga Huleeo dan juga Janitra. Mereka semua berhamburan menuju tempat Riri yang belum jauh dari meja mereka berkumpul tadi.


Raka yang tak kalah paniknya pun ikut bingung sambil menahan tubuh sang istri. “Sayang kau kenapa?” tanyanya panik.


“Kenapa Ri? Kenapa Ce?” tanya keluarga mereka bersamaan saat melihat Riri kesakitan dan tubuhnya sudah tidak kuat untuk berdiri.

__ADS_1


“Sepertinya twins akan lahir.” Jawab Riri terengah sambil menahan sakit yang ia rasakan saat merasakan ada dorongan yang begitu kuat.


Dengan sigap Elang pun menyuruh Raka untuk segera menggendong Riri menuju mobil dan membawa istrinya kerumah sakit. Khawatir jika mereka terlambat bisa saja Riri melahirkan didalam mobil.


“Ada apa Ka, Ri?” tanya Eric dan Arlin bersamaan, kedua pengantin itu bahkan meninggalkan pelaminan dan langsung ikut bergabung dengan keluarga Janitra dan juga keluarga Huleeo yang sedang berkerumun padahal bukan di meja yang disediakan untuk mereka.


“Sepertinya Riri akan melahirkan.” Sahut Bisma tak kalah panik, bahkan dirinya tidak sadar jika Eric dan Arlin yang menanyai dirinya.


“Lalu bagaimana dengan acara pernikahannya jika kalian justru ikut menyusul Raka dan Riri kerumah sakit?” tanya Bela yang tidak habis pikir melihat kedua pengantin itu turun karna melihat kerumunan kedua keluarga besar Riri dan Raka.


Bisma pun ikut menoleh dan terkejut saat menyadari jika yang menanyainya barusan adalah Eric dan Arlin. “Hei, apa yang kalian lakukan disini? Kembalilah ke pelaminan.” Usirnya cepat lalu buru-buru menyusul Raka yang sudah lebih dulu menggendong Riri dibantu oleh Elang.

__ADS_1


“Kelahiran twins lebih penting dari pesta ini. Lagipula aku juga sudah lelah menyambut para tamu yang tidak ada habisnya. Lebih baik aku ikut menyambut kehadiran twins.” Sahut Arlin yang disetujui oleh suaminya, Eric.


“Iya benar, aku lebih senang untuk menunggu kelahiran twins daripada terus bersalaman dengan para tamu. Lagipula aku dan Arlin memang harus selalu berada didekat Raka dan Riri karna bagaimanapun kami adalah asistennya.” Tambah Eric yang setuju dengan Arlin.


Tanpa pikir panjang pun mereka langsung menyusul Raka dan Riri setelah Raka memberi tahunya jika mereka pergi ke rumah sakit yang biasa mereka datangi untuk kontrol kandungan Riri. Ayah Krisna dan Ayah Gilar hanya bisa membiarkan Eric dan Arlin pergi menyusul Raka dan Riri. Sementara mereka berdua beserta istri masing-masing masih berdiri dipelaminan untuk menyambut sisa-sisa tamu undangan.


Meskipun dalam hati kecilnya Ayah Krisna juga ingin ikut pergi melihat Riri, namun hal itu tidak bisa ia lakukan mengingat saat ini dirinya sedang berada dalam pesta pernikahan putrinya yang kini justru pergi meninggalkan pelaminan.


“Sepertinya twins pun tidak bisa jauh-jauh dari Arlin dan Eric. Terbukti saat mereka akan lahir justru kedua anak kita memilih untuk menyambut mereka daripada menyambut para tamu.” Kekeh Ayah Gilar yang diangguki Ayah Krisna.


“Kau benar, semoga Arlin dan Eric segera menyusul untuk memberikan kita cucu. Apa kau setuju?” ayah Krisna meminta pendapat besannya.

__ADS_1


“Tentu saja. Semoga saja mereka juga mendapat twins seperti Raka dan Riri agar kita tidak berebut.” Sahut Ayah Gilar lalu keduanya tertawa bersamaan.


__ADS_2