
“Jangan mengharapkan Jessi lagi. Kau bisa mendapatkan yang lebih baik dari dia. Kau harus buktikan itu, meskipun dia adikku tapi yang dia lakukan sungguh keterlaluan. Jika kau masih menunggu dan mengharapkan Jessi kembali maka harus kuakui kalau kau bodoh sampai ke tulang-tulangmu meskipun itu hak mu.” Riri memberi nasehat sambil menyesap jus yang baru saja datang.
“Aku tidak mengharapkan Jessi lagi. Tapi aku sedang malas untuk berurusan dengan perempuan.” Elak Raka.
“Baguslah kalau kau sudah tidak mengharapkan Jessi lagi. Tenang nanti akan kucarikan gadis yang beribu-ribu kali lipat lebih baik dari Jessi. Lagipula kau cukup tampan dan juga kaya, tidak susah mencarikan gadis untukmu.” Riri mengamati Raka dengan seksama, memberi penilaian untuk suaminya yang ternyata memang cukup tampan.
“Ya lakukanlah sesukamu. Aku rasa kau lebih cocok untuk membuka jasa biro jodoh daripada mengurusi bisnis keluargamu.” Ejek Raka lalu menyibukkan dirinya dengan ponsel. Riri menepuk keras paha Raka karna ucapan suaminya itu. Ia takut jika Raka sampai keceplosan mengenai rencananya untuk menjodohkan Arlin dengan Eric.
__ADS_1
“Baru kali ini aku menemukan istri yang bersemangat untuk mencarikan jodoh bagi suaminya. Mungkin orang yang mengetahuinya akan mengatakan kalau kau tidak waras Ri.” Ujar Arlin sambil menggelengkan kepalanya. Sementara Eric sedikit terbahak mendengar perkataan Arlin barusan.
“Orang-orang tidak akan tahu jika Raka suamiku, lagipula tidak ada yang tahu jika dia seorang suami. Orang pasti akan mengira ia seorang pria lajang.” Sahut bos singanya dengan santai.
“Darimana orang bisa mengira aku pria lajang? Orang-orang pasti tahu aku ini pria beristri, kau tidak lihat apa yang melingkar dijari manisku ini?” Raka menunjukkan cincin kawin yang digunakannya tanpa Riri sadari.
“Seperti yang kau lihat. Dan ini pakailah cincinmu, tidak usah membohongi orang-orang dengan statusmu. Sesuatu yang dimulai dengan kebohongan tidak akan berakhir dengan baik. Jika nanti aku atau kau menemukan jodoh masing-masing, cukup katakan dan jelaskan pada mereka mengenai kondisi pernikahan kita. Jika mereka benar-benar mencintai kita pasti mereka bisa menerimanya.” Raka menyodorkan cincin kawin yang tadi pagi sempat ditolak oleh Riri. Raka hendak memasangkan cincin itu pada jari manis Riri namun wanita itu menolaknya lagi.
__ADS_1
Membuat Raka merasa hatinya sedikit sakit. Eric dan Arlin yang melihatnya juga ikut merasakan kekecewaan Raka. Riri buru-buru menjelaskan pada Raka agar tidak sampai pemuda itu tersinggung.
“Bukan aku tidak mau menerimanya Ka, tapi modelnya terlalu mewah. Aku tidak menyukainya, carilah yang modelnya lebih sederhana. Tidak harus dengan carat yang sama, aku tidak mempermasalahkan carat dan harganya.”
Raka menghela nafas dengan lega karena ternyata Riri menolak cincinnya bukan karna tidak mau memakainya tapi karna merasa cincin itu terlalu mewah.“Baiklah aku akan menggantinya nanti.” Putus Raka tidak ingin memperpanjang urusan mereka.
“Kau jangan lupa juga untuk mengurus mobil yang kuminta Ka.” Riri mengingatkan suaminya yang hanya Raka jawab dengan deheman saja.
__ADS_1
Sore ini mereka berempat bersantai menikmati indahnya pantai dan juga menunggu datangnya sunset. Sambil bercengkrama satu sama lain. Meskipun dalam kenyatannya hanya Riri, Eric dan Arlin yang mendominasi pembicaraan. Sementara Raka hanya menyimak dan sesekali menyahuti jika dimintai pendapatnya.