
“Kau tahu bukan jika dia sudah memiliki suami?” Arlin bertanya lagi dan Gerry menjawabnya dengan anggukan.
“Aku bahkan tahu semuanya, Riri sudah menceritakannya padaku.” jelas Gerry yang tentu saja membuat Arlin terkejut. Ia tidak menyangka jika Riri benar-benar serius dengan pria asing dihadapannya ini. Bahkan Riri sampai menceritakan segalanya pada Gerry.
__ADS_1
Arlin kembali diam sibuk menata kalimat yang akan ia utarakan pada Gerry. Dalam benaknya ia sedikit kecewa jika Riri benar-benar meninggalkan Raka dan menjalani kehidupan dengan Gerry, meskipun Arlin tahu bahwa impian Riri adalah memiliki suami bule dan anak-anak bule. Tapi entah kenapa rasanya Arlin tidak rela jika Riri harus berpisah dari Raka.
“Kau memang tipe idamannya, pria dengan segala kriteria yang Riri impikan. Tapi sungguh jika aku boleh jujur, sebenarnya aku ingin orang yang sudah kuanggap sebagai saudariku sendiri menjalani pernikahannya dengan suaminya saat ini. Aku tidak ingin melihat Riri bercerai lagi kemudian menikah untuk yang ketiga kalinya. Tidak bisakah kau mundur? Raka sedang berjuang untuk mendapatkan Riri tapi dengan kehadiranmu tentu saja hal itu akan membuat semuanya semakin sulit. Raka tidak mungkin bersaing denganmu.” Arlin menatap Gerry dengan tatapan penuh permohonan.
__ADS_1
Gerry menyesap kopinya sesaat sebelum akhirnya ia menatap Arlin dengan intens dan tatapan yang dalam. Ia menelisik dengan seksama, paham jika Arlin benar-benar jujur dengan keinginannya. Sedetik kemudian pria bule itupun tersenyum, Arlin menjadi tidak paham kenapa Gerry tiba-tiba tersenyum. “Riri memang wanita yang menarik dan mungkin aku akan tertarik padanya jika saja hatiku tidak ada pemiliknya. Namun sayang sampai detik ini masih ada nama seseorang yang terukir didalam hatiku sehingga Riri belum mampu menggantikannya.” Ucap Gerry yang membuat Arlin bingung lalu beberapa saat kemudian berubah menjadi kemarahan.
Gerry mencoba menenangkan Arlin. Ia sadar jika ucapannya pasti memicu rasa tidak terima dalam diri Arlin karna setahu gadis itu dirinya sedang menjalin hubungan dengan Riri namun didalam hatinya ada nama gadis lain. “Hei tenanglah Lin, aku belum selesai dengan perkataanku. Aku dan Riri hanya mencoba untuk mejadi dekat dan mengenal satu sama lain lebih dalam lagi. Mungkin kau tidak menyadarinya, tapi selama aku dekat dengan Riri sebenarnya dia sudah memiliki perasaan untuk suaminya, hanya saja ia masih mengelak dan terus menolak. Hingga akhirnya dia tidak sadar dengan perasaannya sendiri.”
__ADS_1
“Lalu untuk apa kau mencoba dekat dengannya jika kau sudah memiliki orang lain didalam hatimu dan juga Riri sudah memiliki perasaan untuk Raka?” tanya Arlin tidak paham. Gadis itu berusaha mengontrol emosinya yang tadi sempat tersulut.
“Aku hanya ingin membantu Riri untuk menyadarkan perasaannya pada Raka. Apa kau tahu, banyak hal yang ia ceritakan padaku namun belum tentu ia ceritakan padamu. Riri butuh sosok yang bisa menasehatinya tanpa menghakiminya. Ia butuh sosok pendengar bukan hanya pemberi masukan yang tidak tahu posisinya. Dan dia dapatkan itu dariku. Mari kita bekerja sama untuk menyadarkan Riri atas perasaannya. Kau bisa berperan seperti biasanya dan akupun berperan seperti biasanya.” Gerry menyodorkan tangannya, menunggu Arlin untuk menerima uluran tangannya.
__ADS_1