Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Tidak suka diacuhkan


__ADS_3

Saat ini Raka tengah berbaring disebelah sang istri tercinta yang sedang memeriksa laporan. Sebenarnya dia sedikit jengkel karna diacuhkan sedangkan dirinya rindu dan ingin bermanja-manja dengan Riri. Laki-laki itu terus saja mendusel pada istrinya persis seperti anak kucing yang minta diperhatikan.


“Tunggulah sebentar lagi bby, sabar.” Bujuk Riri sambil membelai surai sang suami. Tidak lupa ia menampilkan senyum manisnya agar Raka tidak merajuk.


“Daritadi kau bilang sebentar, sebentar, sebentar, tapi ini sudah lama. Aku merindukanmu, aku ingin bermesraan denganmu sayang.” Sahut Raka yang mulai memeluk Riri posesif. Yang tentu saja membuat sang istri susah untuk meneruskan pekerjaannya.

__ADS_1


Riri memilih untuk mengalah dan menutup laptopnya dengan segera daripada bayi besarnya merajuk dan terus bergelendotan padanya. Raka benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat. Kini suaminya itu sangat amat manja, selalu bersikap manis dan tidak pernah malu menunjukkan cintanya untuk Riri dihadapan siapapun.


Padahal jika di ingat kembali, Raka tidak pernah bersikap manja saat bersama dengan Jessi. Laki-laki itu cenderung diam namun selalu menuruti kemauan Jessi guna menghindari pertengkaran. Namun lihatlah, saat bersama Riri lelaki itu justru berubah menampilkan sosoknya yang asli. Yang hanya diketahui oeleh keluarganya.


Setelah meletakkan laptop diatas nakas samping tempat tidurnya, wanita itupun melepas kacamatanya dengan susah payah karna gerakannya benar-benar terbatas. Raka memeluknya dengan posisi yang membuatnya susah untuk bergerak. Riri mengusap lembut pipi sang suami. “Sudah jangan marah lagi” Cupp, Riri mengecup pipi Raka sekilas.

__ADS_1


“Baiklah, as you wish hubby.” CUPP.. Riri mengecup bibir Raka yang langsung saja dilu-mat oleh sang suami. Riri yang tanpa persiapan apapun hanya bisa terkejut dan memukul dada bidang suaminya untuk menyudahi ciuman mereka karna Riri kehabisan nafas.


Raka terkekeh mendapati istrinya yang kehabisan nafas karna serangan dadakannya barusan. “Itu hukuman untukmu karna sedari tadi kau sibuk sendiri tidak memperhatikanku.” Ujar Raka santai lalu kembali memeluk sang istri.


“Astaga, aku sibuk bekerja Ka. Bukan sibuk bermain atau melakukan hal yang tidak berguna. Bagian mana aku tidak perhatian padamu? Sepulang kerja aku sudah menyiapkan makan malam untukmu, menyiapkan air hangat untukmu mandi, menyiapkan pakaian gantimu. Aku hanya sedang memeriksa laporan yang baru masuk sayang, bukan bermaksud untuk tidak peduli padamu. Mengertilah Ka..” Riri memohon pengertian untuk yang kesekian kalinya karna jika Raka sudah dirumah, lelaki itu memang tidak suka dan akan merasa kesal jika Riri mengerjakan pekerjaannya dan tidak menghiraukan dirinya. Padahal Riri selalu mengerjakan kewajibannya sebagai seorang istri, hanya saja untuk saat-saat tertentu wanita itu harus segera memeriksa laporan yang tiba-tiba masuk seperti tadi.

__ADS_1


“Aku tidak suka kau acuhkan sayang, jika aku sudah berada dirumah kau hanya boleh sibuk bersamaku.” Sahut Raka tidak mau kalah dan bersikukuh dengan keinginannya.


Riri hanya bisa menghela nafasnya, berbicara pada laki-laki yang ia cintai memang percuma. Raka tidak akan mau bernegosiasi untuk yang satu itu dan dia harus mengalah karna kalau dipikir-pikir hal itu memang benar. Riri harus fokus pada sang suami jika suaminya sedang berada dirumah.


__ADS_2