Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Pijat kakiku


__ADS_3

“Seharusnya kau katakan itu pada Raka karna dia yang berusaha mencari Jessi.” Jawab Riri acuh tanpa menoleh kebelakang. Padahal disana sudah ada Raka dan Eric yang mendengar pembicaraan mereka berdua sedari awal tanpa Riri sadari.


“Huhh.. dasar singa. Mulutmu saja yang sepedas cabai tapi hatimu selembut tahu.” Gerutu Arlin saat Riri sudah tak nampak lagi. Gadis itu tidak tahu jika gerutuannya didengar oleh Raka dan juga Eric. Arlin tersentak saat menoleh kebelakang dan mendapati dua pemuda itu tengah menatapnya.


“Kau susul istrimu ka, rayulah dia. Ayo Lin kita beli pesanan Riri dulu supaya bos singamu itu tidak mengamuk.” Eric menarik lengan Arlin untuk segera mengikutinya. Sementara Raka menyusul istrinya yang pasti sudah berada didalam kamar saat ini.


“Kau marah padaku?” Raka membuka pintu lalu menyembulkan kepalanya terlebih dahulu. Memastikan kalau istrinya sudah berada didalam kamar.


“Tidak.” Sahut Riri singkat sambil meminum segelas air putih.


“Lalu kenapa tadi dibawah kau tidak menjawab pertanyaanku?”


“Karena aku ingin kak Eric mengira aku sedang marah padamu, kau pasti sudah menceritakan padanya mengenai kejadian tadi siang di pantai kan?” Riri menatap Raka menunggu jawaban dari suaminya itu.


“Iya, tapi kenapa kau ingin kak Eric mengira kalau kau sedang marah padaku?” tanya Raka tidak mengerti maksud Riri.


“Dengan begitu kak Eric akan memberi waktu untuk kita berdua. Dia pasti akan menyingkir dan mengajak Arlin agar tidak menganggu kita. Seperti yang aku katakan waktu itu, aku kan sudah bilang padamu kalau ingin menjodohkan mereka. Biarlah mereka memiliki waktu berdua lebih banyak agar semakin dekat.”

__ADS_1


“Kau ini ada-ada saja Ri.” Raka tergelak tidak percaya dengan pemikiran istrinya ini. “Maafkan aku, aku sungguh keterlaluan.” Raka langsung memijat Riri saat melihat wanita itu tengah memijat tengkuknya. Sentuhan Raka membuat Riri menegang seketika, disentuh oleh seorang pria nyatanya membuat ia sedikit merasakan gelenyar aneh yang sudah lama tidak ia rasakan. Ingin menolak namun ternyata pijatan Raka cukup membuatnya nyaman.


“Kau ingin aku maafkan?”


“Tentu saja” jawab Raka dengan cepat.


“Tolong pijat kakiku setelah aku mandi, kau besok libur kan?” Riri memanfaatkan keadaan sambil tersenyum devil yang tidak dilihat oleh Raka.


“Iya, baiklah aku akan memijatmu. Sekali lagi maafkan aku ya.” Raka berucap dengan tulus membuat Riri tersenyum tipis tanpa diketahui suaminya.


“Iya tadi aku sudah mendengar saat ia berbicara denganmu.” Sahut Raka tanpa eskpresi. Riri pun kembali memunggungi Raka dan membiarkan suaminya memijat tengkuknya. Setelah mengatakan pada Raka untuk berhenti memijat tengkuknya, wanita itu bangkit berjalan menuju bathroom untuk membersihkan dirinya.


Sambil menunggu Riri selesai mandi, Raka tidak membuka ponselnya sama sekali tapi justru lebih memilih membuka laptop dan memeriksa kembali pekerjaanya. Ia tidak sadar jika mamanya berulang kali menelponnya karena ponselnya sedang dalam mode silent.


Riri menghampiri Raka saat sudah selesai membersihkan tubuhnya. Ia memberikan minyak kelapa pada Raka agar digunakan pemuda itu untuk memijat kakinya. Riri juga sudah mengganti pakaiannya dengan piyama model strappy shorts dengan atasan tanktop bertali spageti.


Raka menelan salivanya dengan susah saat melihat penampilan Riri. Wanita itu kenapa akhir-akhir ini terlihat semakin menarik dimatanya. Semakin hari ia semakin menyadari bahwa Riri mempesona meskipun tidak berdandan yang aneh-aneh.

__ADS_1


“Cepat pijiti aku Ka” suara Riri membuyarkan lamunan Raka. Ia melihat istrinya itu tengah merebahkan tubuhnya diatas ranjang. Bersiap mendapat pijatan darinya. Raka pun menuruti kemauan Riri, ia berjalan mendekat dan mulai melakukan pijatannya.


“Auhh sakit, pelan-pelan Ka.” Protes Riri karna Raka memijatnya keras.


“Iya ini sudah pelan.” Raka melembutkan pijatannya agar Riri tidak kembali protes.


“tolong lebih kebawah lagi Ka, mulailah dari bawah baru ke atas.” Titah Riri yang hanya bisa dipatuhi oleh Raka.


“Dari sini?” raka menyentuh telapak kaki Riri.


“Iya, pelan-pelan kalau tidak aku bisa kegelian Ka.” Riri terkekeh geli.


BRAAAK!!!


“Apa yang kalian lakukan hah ??” Jessi membuka pintu kamar Riri dengan kasar saat ia mendengar suara-suara yang baginya cukup ambigu dari luar kamar. Ia tidak menyangka kakaknya akan bercinta dengan mantan kekasihnya. Namun pemandangan yang ia lihat saat ini justru berbanding terbalik dengan apa yang ia pikirkan.


Raka terlihat sedang memijat kaki Riri, sementara kakaknya itu duduk selonjor sambil menatapnya dengan tajam karna perbuatannya barusan. Jessi diam tidak bergerak sama sekali, ia tahu sebentar lagi Riri pasti akan memarahinya.

__ADS_1


__ADS_2