Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Daddy to be


__ADS_3

Riri dan Raka yang masih bingung hanya bisa menurut dan pasrah saat ditarik dan diseret paksa untuk mengikuti Mama Maira dan Mami Vindi. Dengan diantar Eric dan Arlin keenam orang itu menuju salah satu rumah sakit untuk memeriksa Riri.


Untung saja hanya dua orang yan diperbolehkan masuk, hingga akhirnya Riri didampingi oleh Raka untuk memeriksakan diri di dokter kandungan. Dokter bertanya seputar kapan terakhir kali Riri mendapatkan siklusnya.


“Sebentar dok, aku tidak pernah mengingatnya karna aku selalu mencatat di aplikasi yang ada di ponselku.” Sahut Riri lalu segera mengambil ponselnya. Beruntung ia selalu mencatat tanggal awal menstruasi dan tanggal selesai menstruasi pada aplikasi yang ia download.


Matanya membulat sempurna saat mendapati ia sudah telat lebih dari satu bulan lamanya. “Apa? Aku sudah terlambat lebih dari satu bulan?” Pekik Riri pelan seakan tidak percaya. Dia sendiri juga sudah lupa karena tidak pernah lagi membuka aplikasi tersebut semenjak dirinya dan Raka sudah menyatu.

__ADS_1


Dokter pun tersenyum “Silahkan berbaring dulu, kami akan melakukan USG untuk memastikannya.” Dan benar saja disana sudah ada kantung janinnya. Bahkan dokter menyuruh Riri dan Raka mendengarkan detak jantung calon anak mereka karna usia kehamilan Riri ternyata sudah memasuki minggu ke sebelas.


“Selamat Tuan dan Nyonya atas kehamilannya. Semoga sehat ibu dan bayinya sehat dan lancar sampai waktunya bersalin nanti. Jangan lupa konsumsi vitamin yang saya resepkan. Jangan terlalu kelelahan bekerja. Dan gunakan posisi yang aman untuk berhubungan suami istri. Jangan terlalu menekan perut calon ibu.” Jelas dokter itu yang membuat Raka menelan ludahnya cukup sulit. Ia sendiri malu mendengar penjelasan dokter pada kalimat terakhirnya.


Mama Maira, Mami Vindi, Arlin dan Eric berbondong-bondong langsung menyerbu Raka dan Riri saat keduanya sudah keluar dari ruang pemeriksaan. Dengan sigap Raka langsung memeluk Riri agar terhindar dari keempat orang dihadapannya ini.


“Kalian telalu bar-bar. Berhati-hatilah karena ada anakku didalam sini.” Raka mengurai pelukannya lalu membelai lembut perut Riri yang belum nampak buncit.

__ADS_1


“Apaaaa?” teriak keempatnya bersamaan lalu semuanya tersenyum bersamaan. Dan lagi-lagi Raka memeluk Riri saat Mamanya, Mami mertuanya dan Arlin hendak memeluk istrinya.


“Sudah ku katakan agar berhati-hati!” semprot Raka yang langsung membuat ketiga perempuan itu bersikap normal dan berusaha memeluk Riri dengan pelan. Raka pun melepas pelukan untuk istrinya dan membiarkan istrinya dipeluk oleh Mami mertuanya, Mamanya sendiri dan juga oleh Arlin.


“Selamat Ka, akhirnya kau akan menjadi seorang Daddy.” Eric memeluk Raka, hatinya sungguh terharu saat orang yang ia anggap seperti adik sendiri akhirnya akan menjadi seorang ayah.


“Terimakasih kak, selanjutnya giliran kau dan kak Lin. Jangan lama-lama” ledek Raka lalu keduanya tertawa bersamaan. Mereka tidak menyangka bisa berada di titik ini dimana kini Raka benar-benar menjalani pernikahannya dengan Riri bahkan sebentar lagi mereka akan memiliki anak. Eric ikut bahagia bisa menyaksikan langsung perjalanan cinta mereka sampai ke tahap ini. Dirinya berharap agar Raka dan Riri bisa terus bersama dan bahagia sampai maut memisahkan keduanya.

__ADS_1


__ADS_2