Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Boy band


__ADS_3

Papi Gruno, Papa Rendra, Bela dan Bisma serta Nada dan Rama sama-sama tertawa bahagia saat mendengar kabar jika kini Riri tengah mengandung buah cintanya bersama Raka. Padahal dua anak kecil itu belum tau pasti apa yang dibicarakan para orang dewasa, tapi mereka ikut tertawa saat yang lainnya juga tengah bereuforia merayakan kehamilan Riri.


Tidak tanggung-tanggung bahkan Papi Gruno langsung saja memesan jasa chef hotel untuk memasakkan makanan untuk dinner sekaligus pesta kecil yang dibuat untuk merayakan kabar baik tersebut. Hatinya bahagia karna kini impiannya untuk memiliki cucu akhirnya bisa terwujud.


“Ce, kini ada kehidupan lain didalam tubuhmu. Kau harus bisa menjaganya dengan baik. Hentikan kebiasaanmu yang suka bergonta-ganti warna rambut.” Nasehat Papi Gruno dengan senyum mengembang diwajahnya sambil mengusap lembut surai panjang milik anak sulungnya.


Riri mengangguk dan membalas senyuman dari Papinya. Tentu saja dia tidak akan mewarnai rambutnya lagi. Bukankah dulu ia pernah berjanji jika hamil dan memiliki anak maka dia akan berhenti mewarnai rambutnya karna tidak ingin anaknya kenapa-kenapa. Meskipun kini banyak cat rambut yang aman untuk ibu hamil dan menyusui tapi Riri tidak mau mengambil resiko.

__ADS_1


“Katakan pada Raka jika kau menginginkan sesuatu Ri. Biarkan dia mencarikan dan membelikannya untukmu. Terkadang ibu hamil menginginkan sesuatu yang diluar nalar bukan? Kau jangan sungkan untuk menyuruhnya.” Papa Rendra ikut menimpali. Dirinya juga bahagia karna sebentar lagi anak bungsunya akan memberinya cucu.


“Tentu Pa, aku tidak akan mungkin sungkan meminta sesuatu dari Raka.” Riri tersenyum jahil menatap sang suami. Raka hanya bisa menghela nafasnya. Mau seperti apa permintaan Riri selagi ia bisa memenuhi pasti akan dia penuhi.


“Aunty, berikan aku tiga adik laki-laki oke?” Celetuk Rama tiba-tiba. Sontak saja semuanya terkejut mendengar ucapan bocah yang baru naik ke kelas TK B tersebut.


“Tiga?” Beo Riri. Rama pun mengangguk dengan sangat menggemaskan saat mendengar perkataan Riri.

__ADS_1


“Supaya kami bisa membentuk boy band.” Jawab Rama polos. Semuanya hanya bisa tertawa termasuk juga Riri. “Aku akan rajin berdoa pada Allah agar Aunty memberikanku tiga adik laki-laki yang lucu dan tampan. Sama tampannya sepertiku.” Lanjutnya lagi. Tentu saja semuanya semakin tertawa mendengar celotehan Rama.


“Aku rasa tingkat kepedeannya menurun sepertimu Bis.” Ledek Eric yang juga merupakan sahabat baik Bisma. Ayah dari Rama itu hanya bisa terkekeh geli membenarkan ucapan Eric jika tingkat kepercayaan dirinya menurun pada Rama.


“Tidak apa, justru malah bagus jika Rama memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi. Itu artinya dia tidak mudah untuk di intimidasi.” Sahut Riri yang sedang membenarkan helaian poni Rama.


“Aku tidak bisa membayangkan bagaimana kalau kau benar-benar hamil kembar tiga Ri? Triplets? Aku mengurus Rama dan Nada saja sangat kewalahan padahal mereka selisih setahun. Apalagi yang lahir bersamaan dan langsung tiga bayi? Oh Astaga.” Bela bergidik membayangkan hal itu terjadi. Karna dirinya sendiri memang kerepotan mengurus Rama dan Nada.

__ADS_1


“Tidak usah kau bayangkan hal-hal yang belum tentu terjadi Bel. Tapi jika itu terjadi berarti aku harus menjalaninya. Tuhan pasti tahu aku sanggup mengurusnya. Bukankah dengan begitu aku tidak perlu hamil dan melahirkan lagi? Cukup sekali bukan?” Riri menjawab dengan entengnya.


“Iya kau benar Ri. Cukup hamil sekali karna isinya langsung tiga.” Seloroh Bela sambil tergelak.


__ADS_2