
“Kaaa, cepatlah bangun. Ayo kita harus menunggu matahari terbit. Sayang sekali jika kita melewatkannya.” Riri menggoyang-goyangkan lengan kekar Raka yang masih membelit pinggangnya dengan posesif.
“Engghhh…” Lenguh Raka sambil melepas belitannya pada Riri. Wanita itu buru-buru duduk sambil merapikan rambutnya, bersiap untuk melihat sunrise yang sebentar lagi akan muncul.
“Ayoo Kaaa…” Riri kembali menarik tangan Raka saat melihat suaminya itu kembali memejamkan matanya.
“Morning kiss dulu baru aku akan bangun.” Ucap Raka entah sadar atau tidak tapi Riri langsung menurut dan mengecup sekilas pipi Raka. Dan itu berhasil membuat Raka membuka matanya lebar-lebar.
“Sudah, ayo cepat bangun!” kata Riri setelah ia mengecup sekilas pipi kiri milik Raka. Lelaki itupun menuruti kemuan istrinya. Selesai membasuh muka, Raka menyusul Riri keluar tenda. Ia melihat istrinya itu sudah duduk dikursi lipat membelakanginya.
__ADS_1
Tanpa sepengetahuan Riri, Raka mengabadikan momen tersebut lewat kamera ponselnya lalu mengunggahnya pada lama instagramnya dengan memberikan caption “Mrs. Janitra waiting for the sunrise”. Raka sengaja tidak menandai akun Riri karna ia tidak ingin istrinya terusik dan merasa tidak nyaman.
Lelaki itu terseyum manis melihat unggahan pertamanya setelah menikah. Foto wanita pertama yang diunggahnya di akun instagramnya. Selama ini ia hanya menggunggah foto-foto motor sportnya saja. Bahkan fotonya sendiripun tidak ada. Tapi kini ia memposting foto seorang wanita dari belakang yang merupakan istrinya sendiri.
Riri menoleh kebelakang saat menyadari ada seseorang yang sedang memperhatikannya. Ia melambaikan tangannya lalu menyuruh Raka untuk mendekat dan duduk dikursi lipat yang sudah dia siapkan untuk Raka.
“Kenapa kau lama sekali? Duduklah” ucap Riri saat Raka sudah berada didekatnya. Suaminya itupun duduk sambil menghirup udara pagi yang segar, sinar matahari pelahan-lahan juga sudah mulai muncul.
“Iya, aku membuat timelaps. Kapan lagi aku akan melihat hal secantik ini?” tanya Riri dengan binar bahagia diwajahnya.
__ADS_1
“Kita pasti akan kesini lagi saat aku libur.”
“Benarkah?” tanya Riri antusias yang dijawab oleh senyuman dan anggukan kepala oleh Raka.” Ayo kita berfoto Ka, sebelumnya kita tidak pernah berfoto berdua kecuali saat kita menikah kan?” ajak Riri yang langsung merampas ponsel Raka lalu melakukan selfie.
Riri mengajak Raka untuk berpose macam gaya, banyak sekali bidikan yang sudah mereka abadikan. Hati Raka sedikit gusar saat Riri membuka galeri di ponselnya. Ia takut jika istrinya mengetahui jika diam-diam tadi dia memotretnya dari belakang. Tapi kalau dipikir lagi apa yang salah? Raka memotret istrinya sendiri, bukan wanita lain.
“Nanti tolong kirimkan foto-foto yang tadi ya Ka, ponselku masih kugunakan untuk merekam.” Ucap Riri sambil menyerahkan kembali ponsel milik Raka. Beruntung Riri tidak menelisik galeri Raka terlalu jauh sehingga dia tidak menemukan foto dirinya yang diam-diam diambil oleh Raka. Raka mengiyakan permintaan istrinya.
Hari ini mereka berdua benar-benar menikmati liburan tanpa gangguan dari manapun. Ponsel mereka hanya digunakan untuk berfoto atau memvideo saja. Baik Raka maupun Riri sama-sama puas dengan liburan mereka kali ini dan berharap bisa kembali lagi mengulanginya.
__ADS_1
Tepat setelah jam makan siang, mereka berdua memutuskan untuk kembali ke villa agar sampai rumah tidak terlalu sore. Mengingat besok juga Raka harus kembali bekerja. Sepanjang perjalanan Riri terlelap karna saking mengantuknya. Padahal semalam tidurnya sudah nyenyak tapi entah kenapa rasanya ia mengantuk. Raka membiarkannya dan baru membangunkan Riri ketika mobil mereka sudah terparkir sempurna digarasi. Disana sudah ada Arlin dan Eric yang menyambut kedatangan mereka.
“Akhirnya pengantin baru kembali juga.” Ejek Eric dengan senyum khasnya. Raka hanya memutar matanya malas tanpa menghiraukan ejekan Eric. Sementara Riri justru menatap sesuatu yang terparkir tidak jauh dari motornya.