Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
my bae


__ADS_3

Tak ingin membuat keduanya menunggu, Riri meminta ijin pada Raka untuk menyusul Arlin dikantin rumah sakit. Karna kebetulan ia sendiri juga lapar dan butuh sesuatu untuk dimasukkan ke dalam perutnya.


“Aku akan menyusul Arlin dikantin dulu, apa kau mau menitip sesuatu?” tanya Riri pada Raka yang sibuk dengan laptopnya. Lelaki itu tetap saja bekerja meskipun tengah dirawat dirumah sakit.


“Tidak ada, pergilah jangan lama-lama.” sahut Raka tanpa menoleh.


Setelah mendapat ijin dari Raka, Riri buru-buru mencari lokasi kantin rumah sakit. Bahkan ia sampai bertanya pada suster yang tidak sengaja berpapasan dengannya. Jujur saja ia sendiri tidak tahu dimana letak kantin rumah sakit tersebut.


Setelah diberi petunjuk oleh suster yang berpapasan dengannya barulah Riri menemukan tempat yang ia cari. Dari kejauhan ia melihat sosok yang sangat amat dikenalnya tengah duduk bersama. Apa aku berhalusinasi? Bagaimana bisa mereka duduk dalam satu meja yang sama sedangkan banyak meja yang kosong? Batin Riri dalam hati sambil menatap sekeliling yang memang masih banyak terdapat meja kosong.

__ADS_1


Riri memicingkan matanya dan buru-buru mendekati dua orang yang ia yakini adalah Arlin dan Gerry. “Apa kalian sudah saling mengenal?” tanyanya saat berdiri disamping meja. Arlin dan Gerry sontak langsung mendongakkan kepalanya dan melihat Riri tengah menatap mereka berdua bergantian. Meminta penjelasan pada dua orang yang duduk dalam satu meja tersebut.


“Kau mengenalnya?” tanya Gerry dan Arlin bersamaan dan membuat keduanya saling berpandangan lalu menatap Riri menunggu jawabannya.


“Ya aku mengenal kalian. Lin ini adalah Gerry dan Ger, ini adalah Arlin. Asisten, sahabat, saudari, musuhku, belahan jiwaku, segalanya bagiku bahkan aku sampai bingung mau memberi julukan apa padanya saking banyak sekali jabatan yang ia miliki.” Sahut Riri yang kini ikut duduk disebelah Arlin. ”Kenapa kalian memanggilku?” lanjutnya karna keheranan dengan keadaan dimana Arlin dan Gerry memanggilnya secara bersamaan.


“Aku—“ jawab Gerry dan Arlin bersamaan lagi. ”Kau duluan saja yang menjelaskan.” Gerry mempersilahkan Arlin untuk berbicara lebih dulu.


“Aku sudah mengenalnya dan kami memang sedang berusaha untuk menjalin hubungan sebagai teman dekat.” Jelas Riri yang membuat Arlin shock sampai tidak sadar jika mulut gadis tersebut menganga.

__ADS_1


“Berarti teman yang kau maksud adalah Riri? Kopi itu untuk Riri?” Arlin memandang Gerry dengan wajah terkejutnya, menuntut jawaban dari pria asing dihadapannya.


“Iya nona, kopi itu untuk my bae.” Gerry menjawab dengan senyuman manisnya.


“Astagaa, kau berhutang cerita padaku Ri.” Geram Arlin pada Riri. Sementara Riri hanya acuh menyerobot minuman yang Arlin pesan. Baru saja ia hendak memesan makanan, tiba-tiba ponselnya berbunyi, dan ternyata sang suamilah yang menelponnya.


“Iya Ka, ada apa?”


“Cepatlah kembali, aku kesusahan untuk pergi ke kamar mandi dan membersihkan tubuhku.”

__ADS_1


“Oke baiklah, tunggu sebentar.”


__ADS_2