
Beberapa hari setelah acara makan malam romantis yang berakhir dengan kekacauan di hati Raka. Membuat lelaki itu kini perlahan-lahan menjaga jarak pada istrinya. Dan Riri masih belum menyadari hal itu, ia masih saja bersikap biasa pada Raka. Sama seperti pagi ini, ia mulai menyiapkan sarapan dan juga bekal makan siang untuk Raka seperti biasanya.
“Ri, mulai hari ini kau tidak perlu membuatkanku makan siang lagi. Aku tidak mau merepotkanmu.” Riri menoleh dan menatap Raka dengan sedikit kaget karna mendengar perkataan Raka barusan. Ia sedikit heran dengan permintaan Raka.
“Aku tidak merasa kerepotan. Apa kau bosan dengan menu makanan yang kumasak?” Riri menatap Raka, menunggu suaminya memberi jawaban.
__ADS_1
“Sudah ada gadis yang membawakannya makan siang Ri. Kau tidak perlu mengurusi Raka lagi.” Eric menjawab lebih dulu daripada Raka. Dan lagi-lagi hal itu membuat Riri terkejut. Baru beberapa hari yang lalu Raka mengatakan cinta padanya dan kini ternyata sudah ada gadis lain. Ternyata memang benar dugaannya jika Raka salah mengenali perasaannya sendiri.
Riri mengembangkan senyumnya lalu memegang kedua bahu Raka agar menatapnya. “Benar itu Ka? Wah kau diam-diam menghanyutkan. Seharusnya kau bilang saja sedari awal jika sudah ada yang menyiapkan makan siang untukmu jadi aku tidak berfikiran jika masakanku membosankan bagimu. Baiklah, aku tidak akan menyiapkan bekal untukmu lagi. Ayo cepat sekarang kita sarapan.” Ajak Riri dengan senyum yang terus mengembang diwajahnya.
Wanita itu tanpa sadar sedang menipu hatinya sendiri. Meskipun wajahnya menampilkan senyuman tapi dalam hatinya ia sedikit gusar saat tahu jika saat Raka sedang dekat dengan gadis lain. Kenapa rasanya ada perasaan tidak rela? Seperti itukah perasaan Bela saat Raka menikahinya dulu? Perasaan kehilangan dari kakak perempuan atas adik laki-lakinya.
__ADS_1
Seharian ini Riri hanya bermalas-malasan sambil menatap foto-foto dirinya dan Raka saat camping beberapa waktu yang lalu. Kenapa rasanya benar-benar tidak enak saat tahu Raka sedang dekat dengan gadis lain sementara dirinya masih saja sendiri.
“Akhir-akhir ini aku menjadi kurang rajin untuk sekedar nongkrong di Beach Club. Aku justru menyibukkan diriku untuk menyiapkan makan malam dan menunggu Raka pulang. Aku benar-benar berperan menjadi istri idaman. Kalau begini terus kapan aku akan mendapatkan suami buleku?” monolog Riri sambil menatap cermin.
Sepertinya mulai hari ini ia harus kembali pada kebiasannya untuk semakin rajin mencari suami bule dengan mendatangi Beach Club yang berbeda tiap harinya. Dengan begitu kemungkinan mendapatkan suami bule akan semakin cepat.
__ADS_1
Untuk menghilangkan perasaan suntuknya yang ia sendiri belum sadari apa penyebabnya. Riri memilih berenang lalu setelah itu ia memutuskan untuk pergi ke salon dan mengubah warna rambutnya. Tadi sewaktu sedang bosan, tidak sengaja ia melihat salah satu akun salon yang ia ikuti memposting foto-foto hair coloring dengan teknik balayage yang sedang naik daun. Hal itu membuatnya ingin mengganti warna rambutnya dengan warna caramel menggunakan teknik balayage. Sepertinya warna itu cukup cocok dan tidak terlalu mencolok.
Raka cukup terkejut mendapati notifikasi di ponselnya jika Riri baru saja menggunggah foto di akun instagram. Tanpa pikir panjang Raka langsung membukanya. Rupanya istrinya mengganti warna rambutnya. “Kenapa dia tidak meminta ijin padaku? Padahal waktu itu dia sempat bertanya padaku?” gumam Raka dalam hati. Meskipun warna rambut istrinya kali ini tidak begitu mencolok tapi tetap saja baginya mencolok karna ada beberapa rambut yang terlihat lebih terang. Ia memutuskan untuk menutup ponselnya lalu fokus pada pekerjaannya. Ia akan menanyakan pada Riri sesampainya dirumah.