Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Seblak setan


__ADS_3

“Arshakara adalah nama depanku dan Arsha adalah nama panggilan teman-temanku disekolah.” jelas Raka.


“Kisahmu sungguh lucu, saat kecil kau menyukai Riri namun saat remaja kau memacari adiknya dan saat dewasa kau menikahi gadis kecil yang kau sukai. Sepertinya kau memang ditakdirkan berjodoh dengannya.” Seloroh Eric yang sama terkejutnya seperti Arlin. Ia tidak menyangka kisah hidup Raka seperti film saja.


“Aku setuju denganmu kak, kalau begitu aku pamit duluan ya. Aku harus membereskan barang-barang dan pekerjaanku sebelum meninggalkan Riri selama dua hari. Istrimu sangat pelit memberiku ijin sangat sedikit.” Arlin mencebikkan bibirnya lalu beranjak menuju kamarnya. Eric juga mengikuti jejak Arlin untuk mempersiapkan keberangkatannya besok. Lain halnya dengan Arlin yang pergi karna ada urusan keluarga, Eric pergi untuk mengurus pekerjaannya.


*

__ADS_1


*


*


Sepulang mengantarkan Eric dan Arlin dari bandara, Riri memilih untuk langsung pulang tanpa berdiam di Beach Club seperti biasanya. Ia sudah mencoba menghubungi Raka. Menanyakan suaminya pulang jam berapa dan ingin makan apa. Karna kini hanya ada tiga orang yang ada dirumah. Raka mengatakan akan makan diluar bersama rekan-rekannya. Dan Riri memilih untuk tidak memasak daripada tidak ada yang memakannya.


Entah apa yang suaminya kerjakan dan lakukan, tapi tumben sekali Raka pulang ke villa hingga selarut ini. Pukul setengah sebelas malam. Dan saat Raka pulang kerumah, Riri baru saja selesai membuat seblak. Makanan yang beberapa hari ini begitu diidamkannya dan akhirnya kini ia berkesempatan untuk membuatnya.

__ADS_1


“Apa yang kau makan? Kenapa sampai banyak tisue seperti ini?” Raka mendekati istrinya. ia melihat betapa menggemaskannya Riri saat kepedasan seperti itu. Seluruh wajahnya memerah, bibirnya bengkak dan basah. Rasanya ingin Raka lu-m-at bibir merah yang menggoda itu.


“Aku sedang makan seblak, dari kemarin aku menginginkannya tapi baru kali ini sempat membuatnya.” Riri menyeka ingus dan keringatnya yang terus keluar. Namun lagi-lagi ia kembali melahap seblak setannya dengan lahap. Membuat Raka yang melihatnya menelan air liur karna tergiur.


“Kau mau? Tapi ini sangat pedas, aku saja sampai menangis seperti ini. Kalau kau mau aku akan membuatkannya yang tidak terlalu pedas.” Riri menawari suaminya, namun Raka menolak dan justru ingin makan seblak milik Riri saat ini. Berulang kali Riri melarang tapi Raka terus saja merengek.


Akhirnya Riri membiarkan Raka memakan seblaknya. Hanya tiga suap setelah itu Raka menyerah dan meminum susu untuk menetralisir rasa pedasnya. Ia tidak habis pikir bagaimana istrinya itu bisa memakan makanan sepedas itu.

__ADS_1


“Apa kau tidak khawatir dengan kesehatanmu Ri? Lain kali jangan makan makanan sepedas ini.” Raka menasehati sambil membantu Riri mengusap keringat dan air mata yang terus keluar karna saking pedasnya makanan yang dimakannya. Ia tidak menyahuti perkataan Raka karna rasanya mulutnya terasa terbakar.


Mangkuk berisi seblak setan itu pun akhirnya bersih tak bersisa. Siapa lagi pelakunya kalau bukan Riri. Setelah itu ia meneguk susu coklat berkali-kali agar mulutnya tidak terasa panas lagi. Raka sudah lebih dulu menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan beristirahat. Sementara Riri masih duduk di meja makan, menunggu mulutnya sembuh dari rasa panas yang begitu membakarnya.


__ADS_2