Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Sedang bermain- main


__ADS_3

Raka menghentikan langkahnya untuk memasuki Villa saat ia melihat Riri baru saja memasuki pekarangan villa dan memakirkan motor sportnya. Penampilannya sungguh seksi, celana hitam ketat ditambah jaket kulit berwarna hitam yang ia yakini di dalam jaket itu pasti istrinya menggunakan tanktop dengan warna senada.


Riri melepas helm full face dan melepas ikatan rambutnya agar rambutnya tergerai. Ia tersenyum saat melihat Raka menunggunya untuk memasuki villa. “Kau baru pulang dari mengantarkan Shelo?” tanya Riri yang kini sudah berada disamping Raka. Mereka pun berjalan bersamaan memasuki Villa.


“Ya, dia mengucapkan banyak terimakasih padamu.” Sahut Raka.


“Tidak masalah, aku juga senang jika bisa membantu. Kau mandi dan beristirahatlah, aku mau menyiapkan makan malam.” Ucap Riri yang meneruskan langkah kakinya menuju dapur dengan membawa bungkusan ditangannya yang berisi ayam panggang buatan Gerry.


Raka ikut membantu Riri menyiapkan makan tersebut. Ia heran tidak biasanya Riri membeli makanan sejenis ayam panggang. “Dimana kau membelinya? Tidak biasanya kau membeli makanan seperti ini?”

__ADS_1


Riri menoleh sekilas lalu kembali sibuk mengeluarkan ayam dan side dish yang dibawakan Gerry. Dirinya hendak memindahkan makanan tersebut ke pinggan tahan panas untuk kembali di hangatkan sebelum mereka santap. “Aku tidak membelinya, Gerry yang memasak.” Ucap Riri sambil tersenyum. Ia tidak memperhatikan raut wajah Raka yang berubah menjadi kurang bersahabat.


“Kau pergi ketempatnya?” tanya Raka dengan nada datarnya.


“Iya, tadi aku mampir ke villa Gerry. Kau mau makan sekarang atau nanti? Biar aku memanaskannya untukmu.” Tawar Riri sambil membuka jaket yang membuatnya kepanasan. Dan benar saja dugaan Raka, istrinya itu menggunakan tanktop berwarna hitam yang melekat pas ditubuh Riri. Membuat istrinya itu terlihat semakin seksi.


“Tidak perlu, aku jadi merindukan makanan buatan Shelo. Semenjak ia sakit Shelo jadi tidak pernah memasak untukku.” Sahut Raka yang langsung meneguk air minum dari kulkas.


“Hmm” Raka hanya berdehem, malas menanggapi Riri.

__ADS_1


“Apa kau serius dengan Shelo Ka?” tanya Riri random, dia hanya ingin mengobrol dengan Raka karna hubungan mereka kini sudah semakin jauh.


“Tentu saja aku serius. Jika tidak untuk apa aku merawatnya saat dia sakit sampai aku menelantarkan pekerjaanku. Lagipula bukankah kau yang selalu menyuruhku untuk segera mencari calon istri masa depanku?” Raka menatap tajam Riri, wanita itu diam tidak bergeming mencerna ucapan Raka.


Beberapa detik kemudian Riri sudah bisa menguasai dirinya. Ia membasuh tangannya yang kotor karna memindahkan makanan pemberian Gerry. “Ya kau benar, Aku senang mendengarnya. Itu artinya kau sudah benar-benar move on dari Jessi.” Respon Riri tanpa menoleh pada Raka yang ia tahu suaminya itu masih menatap punggungnya.


“Lalu apa kau serius dengan Gerry?” Raka bertanya saat Riri selesai membasuh tangannya dan membalik badannya hingga tatapan keduanya bertemu.


“Apa menurutmu aku terlihat sedang bermain-main?” jawab Riri gamang lalu berlalu meninggalkan Raka karna ia harus membersihkan dirinya.

__ADS_1


Wanita itu terus saja berjalan menuju kamarnya, tidak mempedulikan suami yang masih menatapnya dari jauh. Ada rasa sesal dihatinya saat ia tidak sengaja melontarkan pertanyaan random kepada suaminya. Ia tidak menyangka jika Raka memang benar serius. Bodohnya dia, harusnya dia sudah menyadarinya. Bahkan Raka saja merawat Shelo dengan sangat telaten dan perhatian. Dari situ seharusnya dia sudah tahu jika Raka tidak main-main dengan Shelo.


__ADS_2