
Didalam mobil,
“Ka, aku sudah mereservasi tenda namun hanya dengan satu tempat tidur, tidak masalah kan? Tapi sepertinya ukuran ranjangnya tidak sebesar kamar kita.” Riri bertanya tanpa menatap suaminya yang fokus menyetir. Wanita itu sibuk berkomunikasi via whastapp dengan admin Sunrise Hill.
“Tidak masalah, kita juga sudah terbiasa berbagi tempat tidur bukan?”
“Iyaa, mari kita bersenang- senang.” Teriak Riri yang membuat Raka menoleh karna kaget.
“Kecilkan suaramu, mengagetkan saja.” Protes Raka sambil mengelus dadanya.
“Hehehe, maaf aku terlalu senang. Ini pertama kalinya aku pergi camping.”
“Ri, apa kau sudah memaafkan Dewa?” tanya Raka hati-hati. Entah kenapa ia ingin tahu mengenai masa lalu istrinya. Apalagi setelah ia mendengar cerita dari Arlin.
__ADS_1
“Kau pasti sudah mendengar ceritaku dari Arlin?” tanya Riri yang dijawab dengan anggukan oleh Raka. “Aku sudah lama memaafkannya, untuk apa aku memendam amarah lama-lama Ka? Justru akan mengotori hatiku. Kisahku dan dia sudah selesai lebih dari satu tahun yang lalu, kau mau? ” tawar Riri dengan santai sambil memakan camilan popcorn yang sebelumnya sudah ia beli di minimarket saat tadi awal keberangkatan mereka.
“Bagaimana aku bisa memakan sambil menyetir, kau ini ada-ada saja. Tapi aku salut padamu, mungkin aku harus banyak belajar darimu agar hidupku lebih tenang.”
“Aku bisa menyuapimu. Buka mulutmu aaakkkk..” titah Riri yang dituruti Raka. Laki-laki itu membuka mulutnya dan menerima suapan popcorn dari Riri.
“Yang lalu biarlah berlalu Raka, mereka hadir dalam kehidupan kita untuk memberikan banyak pelajaran berharga. Kau juga harus memaafkan Jessi dengan begitu kau akan menjani kehidupanmu dengan tenang. Apalagi kini kita sudah menikah, kau harus terbiasa bertemu dengannya sewaktu-waktu. Aku tidak memintamu membuang perasaanmu pada Jessi, hanya saja aku harap kau bisa menjaga sikapmu.” Nasehat Riri dengan bijak sambil terus bergantian menyuapi raka dan dirinya dengan popcorn rasa caramel favorit Riri.
“Perasaanku padanya sudah hilang Ri. Aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya. Aku sudah mengatakan padamu berulang kali.”
“Tapi aku sudah tidak mencintainya Ri.” Kekeh Raka pada pendiriannya.
“Ya.. yaa.. baiklah terserah kau saja. Lagipula bukan urusanku kau mau mencintai siapapun. Asal jangan mencintai aku saja.” Ejek Riri yang langsung mendapat tarikan rambut dari Raka.
__ADS_1
“Kau ini kenapa takut sekali jika aku jatuh cinta padamu? Kau tidak takut jika kau yang jatuh cinta padaku?”
“Bukannya aku takut jika kau jatuh cinta padaku tapi aku hanya takut jika tidak bisa membalasnya.” Meledaklah tawa Riri setelah mengucapkan perkataan barusan. Setelah tawanya mereda barulah ia meneruskan perkatannya, “Itu tidak mungkin terjadi jika aku jatuh cinta padamu, kau lupa jika aku ingin memiliki suami bule?” Riri mengingatkan hal itu pada Raka yang entah mengapa membuat Raka tidak suka mendengarnya.
“Lalu bagaimana jika kita saling jatuh cinta?” tanya Raka lagi sambil melirik Riri sekilas.
“Ya tentu saja kita akan menjalani pernikahan ini dengan sebenarnya, memangnya mau apalagi? Tapi hal itu tidak mungkin terjadi Ka.” Bantah Riri.
“Kau itu seperti Tuhan saja, memangnya kau tahu apa yang akan terjadi kedepannya?”
“Tidak tahu, tapi aku memiliki keyakinan jika hal itu tidak mungkin terjadi. Kau masih muda, perjaka dan tentu saja bisa mendapatkan yang jauh lebih baik dari Jessi dan dariku. Sedangkan aku pernah menjadi seorang janda, kau tahu kan maksudku.”
“Ck, kau minder? Memang apa bedanya dengan gadis dan janda jaman sekarang? Banyak gadis rasa janda, kasarannya banyak gadis yang sudah tidak gadis lagi. Jangan berpikiran terlalu sempit Ri.” Saran Raka yang membuat Riri hanya menghela nafasnya. “Jangan bilang salah satu alasan kau bersikeras ingin menikah dengan bule karna pemikiran bule lebih open minded sehingga tidak mempermasalahkan statusmu yang seorang janda?” tebak Raka pada intinya yang memang itu benar adanya. Raka menoleh pada Riri dan terlihat wanita itu sedang mengangguk lemah.
__ADS_1
“Kau itu benar-benar berpikiran sempit. Tidak semua orang-orang negara kita memiliki pemikiran jelek tentang janda. Apa kau tahu? Orang tuaku lah yang meminta pada orang tuamu untuk menjadikanmu sebagai pengantinku. Itu artinya orang tuaku menerima segala tentangmu, bahkan orang tuaku mengatakan kau adalah pilihan terbaik untukku.” Raka mengungkap fakta yang selama ini belum Riri ketahui. Membuat hati istrinya itu terhenyak. Tidak menyangka jika ternyata kedua orang tua Raka-lah yang sudah memintanya untuk menjadi istri Raka. Padahal jika mereka mau, mereka bisa mencari berbagai gadis yang sepadan dengan Raka bukan janda seperti dirinya. “Kau harusnya bersyukur memiliki mertua seperti orang tuaku, mereka bisa menerimamu dengan baik bahkan tidak memandang masa lalumu.” Raka menambahkan.