Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Sama sama kaku


__ADS_3

Riri bingung harus bersikap seperti apa dan bagaimana pada Gerry karna ia meninggalkan pemuda itu di Beach Club kemarin malam dan kini justru ia bertemu dengan Gerry dalam kondisi seperti ini. Riri hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan kasar dan gusar. Pasrah dengan apa yang akan terjadi padanya. Ia sendiri yang menerima Raka dan membiarkan suaminya untuk menyentuhnya.


Selama diperjalanan keduanya terdiam, baik Gerry maupun Riri tidak ada yang bernisiatif untuk membuka pembicaraan. Sampai mereka sudah berada didepan villa milik Riri pun keduanya masih diam hingga akhirnya Gerry membuka mulutnya. “Kita akan membicarakan ini lain waktu, sekarang kau masuk dan beristirahatlah.” Tanpa menunggu jawaban dari Riri, Gerry berlalu begitu saja.


Terbesit rasa bersalah dalam dirinya, namun rasa itu tidak sebesar rasa bersalahnya pada Raka saat ia pergi menghabiskan waktu berdua dengan Gerry. Meskipun mereka berdua tidak melakukan apa-apa. Waktu yang dihabiskan oleh Gerry dan Riri kebanyakan hanya untuk sekedar mengobrol, mencoba makanan atau restoran baru, bersantai di villa Gerry dan menikmati masakan yang dibuat pria itu. Hanya sebatas itu yang mereka lakukan.

__ADS_1


Riri memandangi villanya yang benar-benar sepi. Ia kini sendirian berada di villa sebesar itu, villa yang tadinya ia minta pada Papinya untuk hidup bersama suami bule dan anak-anak bulenya kelak. Tapi takdir berkata lain, villa itu justru Riri tempati bersama Raka, suami yang tidak pernah ia sangka-sangka sebelumnya, Eric dan Arlin.


Setelah menyiapkan makan malam untuk penghuni rumah lainnya yang masih belum pulang, Riri memilih untuk beristirahat dan tidur lebih awal karna jujur saja, sisa-sisa pergulatannya dengan Raka semalam dan tadi pagi masih membuat sebagian tubuhnya remuk. Apalagi tadi dia juga tetap memaksakan diri untuk memasak karna takut jika Raka, Eric maupun Arlin kelaparan.


Hanya Eric dan Arlin yang menikmati makan malam mereka, Raka belum juga kembali jadi mereka memutuskan untuk makan lebih dulu. Sementara Riri mengatakan jika masih kenyang, sehingga hanya Eric dan Arlin yang menikmati makan malam itu.

__ADS_1


Arlin mengedikkan bahunya sambil melahap makanan yang sudah Riri siapkan. “Aku sudah pernah mengatakan padamu bukan kak jika ini belum akhir. Kita masih belum tau akhirnya, berharaplah ada keajaiban. Jika mereka sampai bisa bersama, kau lekaslah mencari pendamping agar tidak selalu dipusingkan dengan kehidupan Raka.” Ejek Arlin yang membuat Eric tergelak.


“Kalau mereka sampai bersatu, aku akan menikahimu.” Goda Eric yang membuat Arlin tersedak makanannya. Eric pun memberikan air putih pada gadis tersebut dan segera diteguk olehnya.


“Hish, tidak aku tidak mau. Kita berdua sama-sama kaku kak, lebih baik kita cari yang lain saja.” Tolak Arlin mentah-mentah

__ADS_1


“Untuk apa mencari yang lain jika sudah ada kau, lagipula kita sudah saling mengenal satu sama lain, lebih mudah bukan menjalani pernikahan dan anggap saja selama ini kita sedang berkencan.” Eric mengerlingkan sebelah matanya, namun Arlin hanya mendengus malas menanggapi.


Selesai makan, Arlin dan Eric pun merapikan kembali meja makan. Karna saat ini Mbok Ila masih dalam masa cuti, mereka berempat haruslah bekerja sama untuk membersihkan villa besar itu. Selesai beres-beres, keduanya masuk ke dalam kamar masing-masing untuk beristirahat.


__ADS_2