Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Aku sangat peka


__ADS_3

Elang bahkan sampai memijat pelipisnya. Ia tidak habis pikir dengan pola pikir adik iparnya ini. Apa Riri benar-benar tidak bisa merasakan jika Raka memiliki perasaan lebih padanya. ”Baiklah nanti aku akan memberi Raka pengertian agar dia tidak cemburu padamu.” Ucap Elang pada akhirnya karna bingung harus menjawab apa.


“Sebenarnya kau ini wanita atau bukan Ri? Kenapa kau itu tidak peka sama sekali?” pertanyaan Arlin mewakili isi hati Elang.


“Bagian mananya aku tidak peka? Justru aku sangat peka makanya aku tahu jika Raka cemburu padaku. Ck, sudahlah lebih baik kau makan gelatomu itu.” Riri memaksa Arlin untuk kembali memakan gelato miliknya.


“Sepertinya Bela akan menyusul kemari Ri. Dia bilang sangat merindukanku dan sudah tidak sabar kalau harus menunggu beberapa hari lagi. Kau sudah mengenal Bela kan?” Elang mencoba mengalihkan topik pembicaraan. Wanita bernama tengah Fairylynx itu benar-benar tidak peka jadi percuma jika meneruskan pembicaraannya. Yang ada dia akan terus menerus menyangkal dan membenarkan opininya sendiri.

__ADS_1


“Ya aku mengenalnya meskipun tidak begitu dekat dengannya. Kalian bertiga sangat dekat satu sama lainnya ya? Ah, membuatku iri saja.”


“Kau kan masih memiliki aku, tidak usah iri dengan yang lainnya.” Arlin berusaha menghibur Riri agar tidak mengingat Jessi. Saudari satu-satunya yang lebih seperti musuh bebuyutan. Elang juga memilih untuk diam tidak menyahuti ucapan Riri barusan karna tidak ingin ikut-ikutan dan membuat Riri kembali mengingat perbuatan Jessi padanya.


“Kau juga memiliki aku dan Eric, anggaplah kami berdua kakak laki-lakimu Ri.” Elang menambahkan.


“Iya kak terimakasih. Oh ya kapan Bela datang? Tanya Riri kembali ke topik utama yang tadi Elang sampaikan.

__ADS_1


“Suruh saja agar Bela menginap di villa. Aku senang jika suasana di villa menjadi ramai. Dulu sebelum kedatangan Raka dan kak Eric, suasananya terasa sepi. Dan kini sedikit ramai karna kehadiran mereka berdua.” Riri memberi saran, meskipun dia tidak begitu dekat dengan Bela, tapi tidak ada salahnya menyuruh agar keluarga kecil Bela menginap di villanya. Apalagi tadi Elang mengatakan padanya jika Bela merindukannya. Sedangkan Raka juga masih merindukan kakakknya jadi lebih baik jika ketiga bersaudara itu berada dalam satu tempat yang sama.


“Nanti aku akan mengatakan pada Bela. Sebaiknya sekarang kita pulang. Hari sudah mulai sore, jam berapa biasanya Raka pulang?” ajak Elang pada kedua wanita di hadapannya ini.


“Biasanya Raka sampai rumah sekitar waktu maghrib, tapi lebih baik kita pulang sekarang. Aku juga harus menyiapkan makan malam kak.” Riri bergegas menghabiskan gelatonya lalu berjalan menuju parkiran untuk mengambil mobilnya.


Bukannya Elang tidak mau menyetir, tapi tinggal diluar negeri dalam waktu yang cukup lama membuatnya agak sedikit kaku untuk menyetir di tanah air. Apalagi dengan aturan yang berbeda, maka dari itu ia membiarkan Riri untuk mengendarai mobilnya sendiri.

__ADS_1


Perjalanan yang bisanya ditempuh dalam waktu satu jam kini molor menjadi hampir dua jam lamanya. Maklum karna sore hari dan kondisi jalanan yang cukup ramai. Mobil Riri memasuki pekarangan villa bersamaaan dengan motor Raka yang juga baru saja selesai diparkirkan. Raka dan Eric melepas helm serta membuka jaket mereka sambil menunggu Riri dan lainnya keluar dari mobil.


“Seharian ini kau kemana saja?” tanya Raka sambil membantu Riri mengambil alih belanjaan yang istrinya dan Arlin beli. Raka, Elang dan Eric membantu membawakan belanjaan yang cukup banyak. Dan baru ini ia melihat istrinya belanja sebanyak ini.


__ADS_2