Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Curhat dengan pria asing 2


__ADS_3

“Lalu bagaimana dengan pernikahan keduamu?” tanya Gerald lagi penasaran dengan kelanjutan cerita Riri.


“Kau tahu, setelah aku menikah dengan suami pertamaku adikku justru tidak jadi menikah. Dan satu tahun setelah aku bercerai, adikku baru mau melangsungkan pernikahannya tapi dia justru kabur dihari pernikahan dan menjadikanku pengantin pengganti, konyol bukan?” Riri tertawa miris menertawakan dirinya sendiri.


“Maksudmu, kau menikah dengan laki-laki yang seharusnya menjadi adik iparmu?” tanya Gerald terkejut.


“Iya kau benar, dan jika aku bercerai darinya orang tuaku akan menghapus namaku sebagai ahli waris. Begitu juga dengan dia yang akan dihapus sebagai ahli waris keluarganya. Sebenarnya aku tidak masalah dicoret sebagai ahli waris, namun hanya aku harapan satu-satunya dikeluarga karna adikku lebih memilih dunia modelingnya.”


“Wowww… Aku sungguh tidak habis pikir dengan kisahmu, benar-benar diluar dugaanku.”Gerlad tidak bisa berkata-kata setelah mendengar kisah Riri. Cerita hidup gadis itu seperti drama dan novel romance.


“Tapi kami memiliki kesepakatan, kita akan hidup sebagai kakak-adik. Kebetulan usiaku lebih tua darinya satu tahun. Aku membebaskan ia untuk mencari gadis impiannya, begitupun juga aku. Aku memiliki kriteria sendiri untuk suamiku kelak. Dan rasanya sangat aneh bukan? Menjadi istri dari seseorang yang seharusnya menjadi adik iparmu. Apalagi dia dan adikku sudah menjalin hubungan selama empat tahun.”

__ADS_1


“Kadang kala menjadi egois itu perlu demi meraih kebahagiaanmu sendiri. Aku juga tidak bisa membayangkan jika berada diposisimu. Lalu seperti apa kriteria suami masa depanmu?” Gerald menanggapi cerita Riri yang baginya sangat menarik untuk disimak dan sayang untuk dilewatkan.


“Sepertimu” sahut Riri sambil menatap Gerald sekilas.


“Sepertiku?” Gerald menunjuk dirinya sendiri, tidak paham dengan ucapan Riri.


“Maksudku pria bule bermata abu-abu sepertimu. Aku sangat ingin memiliki bayi bermata abu-abu, maka dari itu setidaknya aku harus menikah dengan bule kan?” jelas Riri yang justru membuat Gerald terbahak.


“Astaga, kau benar-benar unik. Aku pikir kau akan menjawab ingin memiliki suami yang kaya, tampan dan ya kriteria-kriteria seperti yang wanita inginkan pada umumnya. Tapi kau sungguh berbeda,” Gerald menatap Riri takjub.


“Ya aku tahu, mobilmu sudah menjelaskan setinggi apa status sosialmu.” Gerald menunjuk mobil Range Rover milik Riri yang terparkir lumayan jauh dari mereka. Karna dipantai itu hanya ada dirinya dan Riri. Sedangkan Gerald datang menggunakan sepeda motor, tentu saja mobil itu bisa dipastikan jika milik Riri.

__ADS_1


“Aku bukan bermaksud sombong, tapi memang benar keluargaku kaya. Aku akan meninggalkan itu semua jika aku sudah menemukan pria bule bermata abu-abu yang mau hidup bersamaku dan tentu saja yang mencintaiku. Makanya untuk saat ini aku sedang mengumpulkan pundi-pundi untuk melarikan diri bersama suami baruku nantinya. Aku tidak peduli jika akan dicoret sebagai ahli waris. Kau tahu, uang tidak menjamin kalau kau bisa bahagia. Aku sendiri sudah merasakannya. Segalanya memang membutuhkan uang tapi segalanya tidak melulu tentang uang.”


“Ya kau benar. Jadi kesepakatanmu itu masing-masing dari kalian boleh memiliki wanita idaman lain dan juga pria idaman lain begitu?” Gerald masih tidak paham dengan kesepakatan yang Riri sempat katakan tadi.


“Bukan begitu, kami akan bercerai jika sudah menemukan orang yang kami yakini sebagai jodoh untukku dan untukknya. Aku yang akan melepaskan semuanya sehingga dia tidak dicoret sebagai ahli waris keluarganya.”


“Kau mau berkorban sekali lagi? Mengorbankan segalanya?” Gerald tidak mengerti dengan jalan pikiran Riri.


“Iya, tapi sepadan dengan yang aku dapatkan. Suami impian yang mencintaiku, anak-anak bule bermata abu-abu. Kehidupan yang sungguh aku inginkan. Tak masalah hidup sederhana asalkan kami saling mencintai dan memiliki satu sama lain.” Ujar Riri dengan senyum yang mengembang di wajahnya.


Gerald merasa takjub dengan pemikiran Riri. Memang benar apa yang wanita itu katakan, segalanya membutuhkan uang tapi segalanya juga tidak melulu tentang uang. Punya banyak uang tapi tidak bahagia, wanita disebelah inilah contoh nyatanya.

__ADS_1


“Ku doakan semoga kau mendapatkan apa yang kau inginkan nona.” Ucap Gerald tulus yang diangguki dan di amini oleh Riri.


“Hari sudah hampir petang, ayo sebaiknya kita pulang.” Ajak Gerald yang disetujui Riri. Mereka pun berpisah setelah Riri memasuki mobilnya dan Gerald memacu sepeda motornya. Pertemuan yang tidak disengaja dan tidak diketahui lagi kapan mereka akan bertemu kembali atau mungkinkah mereka akan bertemu lagi? Sedangkan mereka berdua sama-sama tidak mengenalkan nama mereka satu dan lainnya.


__ADS_2