
“Jangan menangis, kau sekarang sudah menjadi seorang suami. Mengalahkan aku yang masih saja jomblo.” Ledek Elang sambil membalas pelukan dari adik bungsunya tersebut. Ia tahu Raka lebih sensitif dibanding dirinya. Raka terlihat dingin dan acuh dari luar namun didalamnya ia adalah sosok yang sensitif dan amat penyayang.
“Aku kira kau sudah lupa jika masih memiliki orang tua serta adik yang selalu menunggumu.” Cemooh Raka sambil mengurai pelukannya. Elang hanya tertawa mendengar sindiran dari adiknya.
“Bagaimana rasanya menikah? Apa kau bahagia?” Elang menatap tubuh Raka dengan seksama. Menelisik dengan teliti.
“Ya sama saja seperti memiliki seorang teman dekat, kau akan menginap ditempat kami kan? Nanti aku kenalkan pada istriku.”
__ADS_1
“Ya baiklah, aku sengaja kemari karna ada acara Conference Internasional yang harus aku hadiri. Setelah acara itu selesai aku akan segera kembali ke Solo Ka. Aku akan menetap disana.” Jelas Elang yang membuat Raka semakin bahagia. Itu artinya kakaknya akan berada tidak jauh dari dirinya. Terutama tidak jauh dengan orang tuanya yang pasti sangat merindukan Elang.
“Baguslah aku senang mendengarnya. Ayo kita pulang, atau kau mau makan dulu? Biasanya istriku memasak tapi mungkin kali ini dia tidak memasak. Kami baru saja kembali dari camping siang ini dan sepertinya dia kelelahan. Tadi saja saat aku berpamitan untuk menjemputmu dia juga masih tidur.” Cerita Raka tanpa sengaja.
“Kau itu mau pamer habis membuat istrimu kelelahan begitu?” goda Elang yang membuat Raka menjadi salah tingkah.
“Maksudmu kau melakukan kawin kontrak begitu?” tanya Elang sambil mentap Raka tidak percaya. Ia pikir adiknya ini menikah dengan kekasih yang sering Raka ceritakan. Tapi kenapa kini justru ada kesepakatan didalam pernikahan adiknya ini.
__ADS_1
Akhirnya selama perjalanan dari Bandara sampai villa milik Riri, Raka menceritakan semua kejadian yang terjadi. Mulai dari Jessi yang meninggalkannya tepat dihari pernikahannya dan digantikan dengan Riri. Setelah itu kesepakatan yang diminta istrinya dalam menjalani rumah tangga mereka. Beban Raka seperti berkurang saat ia menceritakan permasalahan yang ia alami pada Elang dan dia berharap jika kakaknya itu bisa memberikan solusi.
“Aku benar-benar tidak menyangka kisah asmaramu akan serumit ini Ka. Beruntung aku tidak tertarik untuk menjalin hubungan dengan siapapun.” Ucap Elang membuka mulutnya setelah mendengar cerita Raka.
“Aku butuh pendapatmu kak, aku harus bagaimana? Aku ingin menjalani pernikahan ini, aku tidak ingin mengecewakan kedua orang tua kita disamping itu tentu saja aku tidak mau dicoret sebagai ahli waris Janitra Grup. Tapi masalahnya Riri melarang agar kami tidak saling jatuh cinta, bahkan dia mengatakan akan melepas semuanya jika sudah mendapatkan suami bule yang sesuai idamannya itu.” Dengus Raka dengan sebal saat mengingat hal tersebut.
“Sekarang aku tanya padamu, apa kau sudah mencintainya?”
__ADS_1
“Aku tidak tahu, dia memperlakukanku seperti seorang adik laki-lakinya. Dia selalu menekankan kita ini bro and sist relationship. Aku lama-lama muak. Aku ini suaminya tapi dia terus saja menganggapku adik laki-lakinya. Bahkan dia sering mengenalkan aku dengan gadis-gadis yang terlihat menarik saat kami sedang nongkrong atau sedang makan diluar. Benar-benar aneh bukan? Seorang istri yang begitu antusias mencarikan kekasih untuk suaminya.” Curhat Raka sambil menggelengkan kepalanya serta memijat pelipisnya saat mengingat kembali tingkah absurd Riri.