
“Sejak lama apanya? Kau mengacuhkanku, tidak mempedulikanku setelah penolakan yang kulakukan. Bahkan saat aku berada di Solo kau tidak pernah menanyakan kabarku sama sekali. Saat kau di Lombok juga tidak pernah mengirimiku pesan kecuali aku yang mengirimimu pesan. Kau juga membiarkanku menjalin hubungan dengan Gerry, itu yang kau namakan mencintaiku? Sudahlah, minggir.” Riri berusaha mendorong tubuh Raka yang kini berada diatasnya namun sia-sia. Tubuh Raka bahkan tidak bergeser sedikitpun. Suaminya itu justru semakin merapatkan tubuhnya hingga kulit mereka kini saling bersentuhan dan bergesekan.
Raka tersenyum melihat Riri merajuk manja pertama kali padanya. Lelaki itu menggesekkan hidungnya pada hidung milik istrinya “Aku memang tidak mengirim pesan padamu selama kau di Solo tapi aku selalu memantau keadaanmu dari Papi. Bahkan Papi mengirimkan sambungan cctv kamarmu kepadaku. Dan selama di Lombok, aku juga bisa memantaumu dari cctv yang terpasang dirumah ini. Ada Mbok Ila juga yang selalu melapor padaku. Aku bukannya berhenti peduli padamu sejak penolakanmu waktu itu, aku hanya berhenti menunjukkan kepedulianku padamu agar kau merasa nyaman.”
__ADS_1
“Kau tidak tahu jika aku begitu tersiksa dan sangat cemburu melihatmu bersama dengan Gerry. Namun aku bisa apa? Memaksamu untuk membalas cintaku? Aku tahu sulit bagimu untuk mencintaiku karna dikepalamu sudah tertanam jika aku adalah mantan kekasih adikmu. Kau tidak bisa dipaksa dan jika aku memaksamu untuk menerimaku dan membalas cintaku aku takut jika kau justru akan meninggalkanku. Aku tidak mau egois, sudah cukup banyak pengorbanan yang kau lakukan selama ini.”
“Caraku mencintaimu adalah membiarkanmu bahagia dengan yang lain saat kau tak menemukan kebahagiaanmu padaku. Aku lebih memilih untuk membiarkanmu bersama yang lain namun aku masih tetap bisa bersamamu, tetap didekatmu meskipun aku tidak ada didalam hatimu namun setidaknya aku bisa selalu melihatmu. Aku mengutamakan kebahagiaanmu diatas kebahagiaanku sendiri. Aku membiarkan diriku sakit dan terluka saat kau bersama pria lain asalkan kau bahagia. Tak bisakah kau merasakan cintaku yang begitu besar untukmu Ling?” tanya Raka dengan sorot mata penuh cinta.
__ADS_1
Riri tertegun mendengar penjelasan suaminya, ada rasa haru dan bahagia yang menyeruak kedalam kalbunya. Namun apa yang tadi dia dengar? Ling? Kenapa suaminya memanggilnya seperti itu? “Kau tadi memanggilku apa?” tanyanya untuk memastikan yang ia dengar.
“Arsha?” ulangnya lagi karna ia belum paham arah pembicaraan suaminya yang menurutnya melantur kemana-mana.
__ADS_1
“Lebih baik kita selesaikan yang ini dulu. Setelah itu baru aku akan menjelaskan semuanya padamu.” Sahut Raka yang tanpa aba-aba langsung me-lu-mat kembali bibir milik istrinya. Tangannya tidak tinggal diam, ikut bergerilya menjamah dan menyentuh seluruh bagian milik istrinya. Hingga ia merasa istrinya sudah siap, dengan sekali hentakan mereka melakukan penyatuan. Kembali mengarungi indahnya melarung hasrat, menikmati surga dunia.
Suara –suara de-sa-han dan e-ra-ngan khas percintaan kini benar-benar memenuhi kamar mereka. Setelah sekian lama akhirnya kamar itu benar-benar menjadi saksi percintaan panas mereka yang kembali berulang. Raka dan Riri hanya melakukannya sebanyak satu kali, karna selepas ini mereka berdua ingin membahas banyak hal bersama istrinya diatas ranjang. Mereka berdua bahkan tidak memperdulikan tamu mereka yang masih berada di villa atau justru sudah pergi.
__ADS_1