Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
I love u more Riri


__ADS_3

“Tentu saja kau tidak sepertinya. Itukan yang aku takutkan dulu jika kau seperti dia. Sudahlah tidak usah membahas yang lalu-lalu. Masalalu biarlah berada dibelakang dan tidak perlu selalu kita tengok. Jadi kira-kira kapan aku bisa mengunjungi villa yang kau bangun bby? Aku sudah tidak sabar untuk berbelanja perabotan villa.” Ucap Riri dengan wajah yang berseri-seri. Membayangkan asyiknya berbelanja untuk mengisi villa barunya.


“Belanja secara online saja ya sayang. Kau sedang hamil jadi tidak boleh kelelahan, oke?”


“Suamiku, istrimu ini sedang hamil bukan sedang sakit. Kau jangan melarangku banyak bergerak. Aku janji hanya melihat-lihat sebentar dan kau boleh ikut. Setidaknya aku ingin jalan-jalan berdua bersamamu. Bukankah selama kita menikah justru kita belum pernah berbelanja berdua sama sekali?” Riri berusaha merayu suaminya.


Apa yang Riri katakan benar. Selama mereka menikah, mereka berdua belum pernah pergi berbelanja bersama. Hanya pergi camping saja yang mereka lakukan berdua. Raka menghela nafasnya dengan kasar. Ia tahu istrinya itu pintar menjaga diri dan tidak mungkin melakukan hal-hal yang akan merugikan dirinya sendiri.


“Baiklah, weekend ini kita pergi belanja perabotan villa. Kau tidak boleh memaksakan dirimu, jika lelah kita harus segera pulang. Ingat sayang, ada kehidupan lain didalam rahimmu. Dan kau tidak bisa sebebas dulu dalam beraktivitas.” Raka mengingatkan dan Riri mengangguk patuh.

__ADS_1


Sebagai balasan atas ijin yang diberikan Raka, kucing besar itu langsung me-lu-mat bibir suaminya tanpa aba-aba. Hingga membuat Raka tersentak kaget namun dia menikmati ciuman yang diberikan oleh istri tercintanya.


“I love u Raka.”


“I love u more and more and more Riri.” Balas Raka sambil mengecup kening sang istri penuh perasaan.


*


*

__ADS_1


*


Entahlah bawaan ibu hamil memang berbeda-beda. Raka amat bersyukur karna istrinya termasuk ibu hamil yang gampang. Riri bahkan rajin meminum susu ibu hamil tanpa harus di ingatkan suaminya.


“Kapan kalian akan menikah?” tanya Riri tanpa beban. Eric dan Arlin yang tengah memakan sarapan mereka tersedak secara bersamaan. Tidak menduga jika pertanyaan itu akan keluar secepat ini dari bibir Riri.


“Kalian sudah berani cium-cium tidak tahu tempat, hati-hati banyak setan. Lebih baik kalian segera menikah.” Raka ikut menimpali hingga membuat Eric dan Arlin kembali tersedak. Apalagi Arlin, pipi gadis itu bahkan sampe merah merona saking malunya.


“Betul apa yang suamiku katakan. Lekaslah menikah dan aku akan memberikan villa ini sebagai hadiah pernikahan untuk kalian.” Lanjut Riri. Sontak saja hal itu membuat Eric dan Arlin terkejut. Mereka tidak menyangka sama sekali jika Riri akan memberikannya villa yang kini mereka tempati.

__ADS_1


“Apa kalian merestui kami?” Eric bertanya dengan serius sambil menatap Raka dan Riri secara bergantian.


“Kalau tidak merestui lalu untuk apa kami menyuruh kalian lekas menikah.” Sahut Riri malas. Pertanyaan Eric sungguh aneh, tentu saja dirinya dan Raka merestui.


__ADS_2