Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Bubur untuk Shelo


__ADS_3

“Iya, karna dia lebih tua dariku, dan aku sudah terbiasa memanggilnya kak.” Jelas Raka santai.


“Bukankah Arlin seumuran dengan Riri, lalu kenapa kau tidak memanggilnya kak juga?” pertanyaan konyol yang Gerry lontarkan membuat Eric dan Raka berdecak bersamaan.


“Dia istriku, mana ada suami yang memanggil istrinya dengan sebutan kakak meskipun dia setahun lebih tua dariku.” Sahut Raka lagi dengan malas. Dan obrolan mereka harus berhenti disana karna makanan yang mereka pesan sudah datang. Perut lapar ditambah suasanya yang syahdu membuat mereka segera melahap pesanan yang mereka.


Riri menatap Raka sekilas yang terlihat tidak begitu bersemangat dengan makanannya. “Kau mau mencoba ikan bakarku?” tawarnya karna ia iba melihat Raka yang malas-malasan memakan soupnya padahal mungkin dia sudah bosan dengan segala jenis makanan lembut. Selama dirumah sakit hampir setiap hari makanan Raka selalu kuah dan lembut.


Raka menoleh piring istrinya dan makanan yang dipesannya. Ikan bakar milik Riri tampak menggiurkan, apalagi istrinya ini sangat gemar memakan sayuran mentah. Membuat dirinya yang tidak suka sayuran mentah menjadi ingin memakannya. “Bolehkah ?” tanya Raka meminta persetujuan.

__ADS_1


“Kemari, mendekatlah padaku. Aku akan menyuapimu agar tanganmu tidak kotor. Hanya tiga suap oke? Kau masih tidak boleh makan makanan yang kasar. Di villa pun aku sudah meminta Mbok Ila untuk membuat nasinya agar lebih lembut.” Riri menyiapkan nasi dan juga daging ikan yang siap ia suapkan untuk Raka menggunakan tangannya. Ingat menggunakan tangan, karna Riri memakan ikan bakar tersebut tanpa sendok.


Raka pun mencondongkan tubuhnya agar Riri lebih mudah menyuapinya. Mereka berdua benar-benar lupa jika disekitarnya masih ada Shelo dan juga Gerry yang menatap mereka dengan pandangan yang sulit diartikan. Hingga akhirnya Riri benar-benar hanya memberi Raka tiga suap dan berjanji akan membuatkan lelaki itu ikan bakar jika Raka sudah pulih.


*


*


*

__ADS_1


Riri menatap Raka dengan pandangan penuh tanya. Suaminya itu belum berangkat bekerja dan terlihat sedang menyiapkan sesuatu didapur. Hal yang tidak pernah ia lihat sebelumnya, Raka sedang memasak sesuatu hal.


Riri mendekat pada suaminya dan melihat langsung apa yang sedang dilakukannya. “Kau sedang apa?” tanyanya retorik karna ia sendiri sudah tahu jawabannya.


“Kau lihat aku sedang apa?” jawab Raka acuh tak menoleh sedikitpun.


“Sedang memasak, maksudku kau memasak untuk apa? Aku kan sudah memasak tadi, dan kau juga sudah sarapan.”


“Aku sedang membuat bubur untuk Shelo karna dia sedang sakit.” Sahut Raka lagi dan masih tidak menatap Riri. Jawaban dari suaminya itu membuatnya sedikit terperangah. Ada bagian dari dalam dirinya yang merasa iri. Bahkan dia tidak pernah dimasakkkan oleh Raka sekalipun.

__ADS_1


“Oh, sakit apa dia? Apa sudah dibawa ke dokter?” Riri mencoba mengenyahkan perasaan tidak enak yang bersarang dihatinya.


“Dia bilang kalau demam dan aku yang akan mengantarkannya ke dokter nanti. Kemungkinan aku tidak akan pulang. Aku akan mengurusnya sampai sembuh karna dia disini sendirian.” Ucap Raka lagi yang membuat perasan Riri semakin terusik.


__ADS_2