Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Jangan menundanya oke ?


__ADS_3

“Ah ya kau benar, aku beruntung memiliki mertua seperti Mamamu dan Papamu. Sudah lama aku tidak menelpon mereka, bagaimana kalo kita melakukan panggilan video, kau mau?” Riri menawari Raka yang tentu saja disetujui oleh suaminya. Ia juga sangat merindukan kedua orang tuanya apalagi semalam ia tidak tahu jika mamanya menelepon berulang kali. Riri bergegas mendial nomor Mama mertuanya, cukup lama menunggu sampai panggilan itu dijawab oleh perempuan paruh baya yang masih cantik, sama seperti Mami Vindi.


“Assalamualaikum Ma..” Sapa Raka dan Riri bersamaan yang membuatnya saling menoleh lalu tertawa.


“Walaikum salam sayang, kalian sedang dalam perjalanan? Mau kemana?” tanya Mama Maira yang memang melihat latar belakang anak dan menantunya itu sedang berada di dalam mobil.


“Kami akan pergi camping kedaerah Bangli ma, pumpung Raka libur.” Jawab Riri sambil menoleh sekilas pada Raka. Wanita itu duduk memiringkan tubuhnya agar bisa mendekat kepada Raka sehingga suaminya itu juga tampak di layar ponselnya.


“Bulan madu begitu?” goda Mama Maira yang membuat Raka dan Riri sama-sama salah tingkah. “Mama tidak memburu-buru kalian untuk segera memiliki momongan, tapi tolong jangan menundanya oke?”


“Iya Ma, kami tidak menundanya.” Kini giliran Raka yang menjawab. “Bagaimana kabar Mama dan Papa?”


“Kami baik-baik saja nak, oh ya Mama dengar Jessi mendatangi tempat tinggal kalian? Kau harus ingat Ka, Jessi masa lalumu dan kini kau sudah memiliki Riri sebagi istrimu. Jaga perasaannya dengan baik.” Mama Maira menasehati yang entah mengapa membuat Riri tersentuh. Benar kata Raka, ia beruntung memilik mertua seperti orang tua Raka. Yang bahkan masih memikirkan perasaannya saat kedatangan Jessi.

__ADS_1


“Tentu Ma, aku sudah tidak memiliki perasaan apapun padanya. Makanya hari ini kami memutuskan untuk berlibur agar tidak melihat wajah Jessi yang mengesalkan itu.” Adu Raka pada mamanya.


“Baiklah kalau begitu, kau menyetirlah dengan hati-hati. Nanti kita sambung lagi jika kalian sudah sampai. Oke .” saran Mama Maira yang disetujui oleh Raka dan Riri.


*


*


*


“Jemputan apa maksudmu?” tanya Jessi tidak paham.


“Tentu saja jemputan yang akan membawamu kembali ke kediaman Huleeo. Duduk dan diamlah jangan berbuat onar lagi. Kasihanilah Papi dan Mami bos, kau ini sudah besar tapi gemar sekali membuat ulah.” Sindir Arlin yang membuat Jessi membulatkan matanya.

__ADS_1


“Aku masih ingin berlibur, nanti jika saatnya tiba aku pasti akan pulang dengan sendirinya.” Tolak Jessi mentah-mentah yang terus melangkah menuju luar rumah namun langkahnya langsung dihadang oleh Eric.


“Menurutlah Jess, ulahmu kali ini sungguh keterlaluan. Kembalilah kedalam dan tunggu jemputanmu.” Titah Eric yang semakin membuat Jessi naik pitam.


“Kalian ini benar-benar—“ belum sempat Jessi meneruskan kata-katanya, sebuah mobil berjenis Alphard memasuki pekarangan vila milik Riri. Beberapa saat kemudian turunlah dua orang paruh baya yang ternyata suruhan Papi Gruno untuk menjemput Jessi.


Setelah melalui beberapa macam drama yang melelahkan, dengan berbagai paksaan akhirnya Jessi menurut untuk mengikuti kedua orang suruhan papinya tersebut. Karna ia sendiri juga sudah mulai kehabisan uang sementara kartu dari kedua orang tuanya sudah diblokir tepat dimana saat ia melarikan diri dihari pernikahannya.


Arlin dan Eric nampak melambaikan tangannya dengan semangat saat melihat mobil jemputan Jessi perlahan-lahan menjauh dari penglihatan mereka. Selepas itu mereka berdua ber tos lalu tertawa bersama. Rasanya hilang sudah beban mereka saat melihat Jessi sudah naik ke mobil jemputannya. Semoga saja Jessi tidak berulah dan selamat sampai tujuan.


“Akhirnyaaa, beban kehidupanku berkurang satu.” Ucap Arlin dengan lega


“Ya kau benar, aku sungguh baru mengetahui sikap Jessi yang sebenarnya, pantas saja jika Riri kurang menyukai adiknya itu.” Sahut Eric

__ADS_1


“Ada sesuatu hal lagi yang pasti akan membuatmu terkejut kak jika kau tau apa yang sebenarnya terjadi.” Kata Arlin yang membuat Eric mengerutkan dahinya, ia penasaran sebenarnya kenapa penyebab hubungan antara Jessi dan Riri kurang baik.


“Ayo kita mencari tempat untuk membahas ini, lagipula besok aku masih libur. Kita bisa refreshing sejenak” Ajak Eric yang langsung disetujui Arlin. Sepertinya ia juga butuh sesekali untuk me time tanpa gangguan dari bos singanya.


__ADS_2