Cinta Raka Buat Riri

Cinta Raka Buat Riri
Mencari jodoh masing - masing


__ADS_3

Klik, Riri mematikan sambungan teleponnya tanpa menunggu jawaban dari Raka. Ia menatap Arlin dan Gerry bergantian sebelum akhirnya Riri ijin untuk kembali lebih dulu karna Raka membutuhkannya. “Aku harus segera kembali, Raka membutuhkan bantuanku. Ger, kau bisa berbincang dengan Arlin jika ada hal yang ingin kau ketahui tentangku. Dia mengetahui segalanya yang menyangkut diriku. Sampai jumpa lagi.” pamit Riri yang langsung beranjak pergi untuk segera kembali ke kamar Raka.


Tinggalah Arlin dan juga Gerry yang akhirnya menyelesaikan kegiatan mereka. Arlin menyelesaikan sarapannya sementara Gerry menyesap kopinya. Keduanya akhirnya berbicara dengan santai. Apalagi kini mereka tengah membahas seseorang yang mereka kenal. Gerry banyak bertanya mengenai Riri pada Arlin dan Arlin pun bertanya pada Gerry sudah sejauh mana hubungan antara mereka berdua. Hingga akhirnya pun keduanya berpisah karna Gerry harus kembali dan Arlin juga harus segera menyusul Riri untuk membantu bosnya tersebut.


*


*

__ADS_1


*


Arlin menatap bergantian pada dua pasangan yang kini berada di meja yang sama dengannya. Sang suami membawa wanita lain dan sang istri membawa pria lain. Ia benar-benar tidak menduga harus berada ditengah-tengah mereka. Arlin dan Eric saling memandang lalu sama-sama menghembuskan nafas mereka dengan gusar.


“Kalian sedang berkencan?” tanya Raka menatap Riri dan Gerry bergantian. Mulut Riri terkatup rapat, dirinya seperti seorang istri yang tengah ketahuan berselingkuh. Tapi apa bedanya dengan Raka? Sang suami pun sedang pergi bersama gadis lain.


“Ya, dia selalu mengatakan dan menganggap aku adalah adik laki-lakinya meskipun status kami adalah suami istri.” Jawab Raka tanpa menatap Gerry namun justru menatap Riri yang terlihat resah dan tidak pernah berani menatap matanya.

__ADS_1


“Oh i see, dia sudah menceritakan semuanya padaku. Apa kau pun berkencan dengan gadis yang berada disebelahmu?“ sahut Gerry ramah sembari menatap Shelo yang duduk disamping Raka. Anggukan yang Raka berikan adalah jawaban untuk pertanyaan Gerry.


Yang entah kenapa tindakan Raka tersebut membuat Riri tidak nyaman. Suaminya itu mengakui secara terang-terangan jika berkencan dengan gadis lain dihadapan Gerry dan yang lainnya. Riri memberanikan diri menatap Raka namun lelaki tersebut justru sedang menatap Shelo yang terlihat tidak nyaman.


“Apa kau tidak nyaman?” tanya Raka pada Shelo. Gadis yang duduk disebelahnya itupun memaksakan senyumnya dan mengatakan jika dia baik-baik saja.


“Kau tidak perlu merasa tidak nyaman. Pernikahan mereka bukan atas kemauan mereka sendiri dan mereka sudah punya kesepakatan untuk berpisah jika sudah mempunyai pasangan masing-masing.” Jelas Gerry yang membuat Raka langsung menatap Riri dengan intens. Wanita itupun buru-buru mengalihkan pandangannya dari tatapan Raka dan tersenyum menatap Shelo.

__ADS_1


“Yang Gerry katakan benar. Aku dan Raka sudah sepakat akan mencari jodoh masing-masing. Kau tidak perlu sungkan, bukankah kau pernah mengatakan dirumah sakit jika kau sedang menunggu jawaban Raka? Dan sepertinya kini kalian tengah berkencan bukan? Tidak usah merasa tidak enak padaku karna perkenalan pertama kita. Aku memang sering mengenalkan diriku sebagai kakak Raka. Kini kau sudah tau yang sebenarnya, santailah. Anggap juga aku kakakmu.” Jelas Riri dengan senyum manisnya yang mengembang di wajahnya kepada Shelo. Gadis didepannya itupun mengangguk dan ikut membalas senyuman Riri.


__ADS_2