
“Aku kan tidak tahu Lin, maaf.” Cengir Eric dengan wajah tanpa dosanya.
“Sudah lebih baik kalian beli makan diluar saja.” Saran Raka lalu mulai mengeluarkan bahan makanan dari kulkas yang membuat Arlin dan Eric bertanya-tanya apa yang akan Raka lakukan.
“Apa yang akan kau lakukan?” tanya Eric dan Arlin bersamaan, keduanya saling memandang namun saat tatapan mereka bertemu, Arlin buru-buru mengalihkan pandangannya. Eric lagi-lagi terkekeh geli melihat tingkah Arlin yang masih kesal kepada dirinya.
“Aku mau membuat sesuatu untuk istriku.” Raka menjawab dengan santai dan memulai pekerjaannya.
“Kau yakin bisa memasak?” Arlin sangsi karena Eric saja justru mencuci ikan yang dibelinya dengan sabun.
“Tentu saja. Tapi aku tidak akan memasak untuk kalian. Ini khusus untuk istriku.” Ujar Raka dengan percaya dirinya.
__ADS_1
“Semoga saja istrimu masih hidup setelah memakan masakanmu Ka.” Ejek Eric yang membuat Arlin memukulnya dengan keras.
“Kalau bicara itu yang benar, meskipun aku tidak yakin dengan keahlian Raka untuk memasak karna aku tidak pernah melihatnya sama sekali tapi kau jangan bicara sembarangan kak!” lagi-lagi Arlin menyemprot Eric, pemuda itu hanya bisa menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
Demi memastikan keamanan Riri, akhirnya Arlin memutuskan untuk mengawasi saat Raka memasak. Suami dari bosnya itu tampak cekatan ketika meracik dan memasak. Raka tidak membuat makanan yang wow, hanya mie goreng yang dicampur dengan aneka topping dan sayuran tapi dia mengklaim bahwa itu adalah karya terbaik sepanjang hidupnya.
Arlin dan Eric nampak tergiur dengan penampilan mie goreng ala Raka yang sudah siap disajikan. “ Ka, buatkan untukku, sepertinya mie buatanmu enak.” Pinta Eric dengan tidak tahu malunya setelah tadi mencemooh Raka.
Raka menaiki tangga dengan perlahan-lahan karna kini ditangannnya membawa nampan yang berisi sepiring mie goreng special buatannya ditambah segelas jus jambu kesukaan istrinya dan juga pomelo madu yang sudah ia kupas. Raka benar-benar menjelma menjadi sosok suami yang tanggap.
Dengan Perlahan Raka membuka pintu sepelan mungkin agar istrinya tidak terbangun. Setelah berhasil memasuki kamar tidurnya, Raka meletakkan nampan berisi makanan tersebut diatas meja. Baru saja ia hendak mendekat dan membangunkan istrinya rupanya sang wanita sudah lebih dulu bangun. Dengan mata terpejam, Riri meraba-raba kasur disebelahnya. Tapi nihil ia tidak menemukan Raka.
__ADS_1
Riri mengerjap-ngerjapkan matanya perlahan, lalu menoleh ke sisi kasurnya yang kosong. Raka yang melihat itu semua mengulum senyumnya, bahagia karna istrinya mencari keberadaannya.
“Mencariku nyonya?” goda Raka yang langsung membuat Riri membuka matanya dan mencari sumber suara. Dirinya tersenyum saat mendapati sang suami sudah berpakaian rapi meskipun hanya pakaian rumahan. Dan sepertinya sang suami juga sudah membersihkan dirinya.
“Kau darimana bby?” pertanyaan Riri membuat Raka mengerutkan dahinya.
“Bby?” Beo Raka tidak paham ucapan istrinya.
“Hmm.. bby, my hubyy. Suamiku…” Riri merentangkan kedua tangannya manja, dan dengan senang hati Raka langsung masuk kedalam pelukan istrinya yang saat ini semakin seksi karna hanya menggunakan kemeja miliknya yang kebesaran ditubuh Riri.
“Oh, rupanya ada yang memiliki panggilan khusus untukku sekarang hmm?” Goda Raka lagi sambil terus menciumi pucuk kepala Riri.
__ADS_1
“Apa kau tidak suka?” Riri mengurai pelukannya, ia menatap wajah Raka dengan seksama.