
“Suami mana yang tidak cemberut jika istrinya meninggalkan dirinya dan justru lari untuk menemui laki-laki lain.” Sahut Raka masih kesal dan berjalan dengan cepat untuk menyusul Riri.
“Hati-hati jika berbicara. Tau rasa jika Riri sampai benar-benar meninggalkanmu.” Ucap Eric lalu berlari kecil meninggalkan Raka dibelakang.
Mau tidak mau akhirnya Raka ikut berlari menyusul yang lainnya. Benar apa yang dikatakan oleh Eric, kapan lagi dirinya akan bertemu dengan Gerry. Dan untung saja penerbangan Gerry masih setengah jam lagi. Dari kejauhan bisa Raka lihat jika Gerry tengah memeluk Riri dan mengusap punggung wanitanya perlahan. Sementara Arlin terlihat mengusap air matanya.
__ADS_1
Meskipun cemburu tapi Raka sadar ini bukan saat yang tepat. Riri sudah menjadi istrinya, hati serta jiwa raganya juga sudah menjadi miliknya. Rasanya tidak pantas jika ia mengedepankan egonya dan meneruskan cemburunya pada Gerry. Ia tahu Riri pasti merasa sedih berpisah dengan seseorang sebaik Gerry.
“Berhentilah menangis, aku pasti akan kembali kesini untuk menemuimu dan menemui keponakanku. Oleh sebab itu kau dan Raka harus rajin membuatnya oke?” Pinta Gerry sambil tersenyum hangat yang tidak bisa dilihat oleh Riri karna posisi mereka yang sat ini sedang berpelukan.
“Maafkan aku Ger karna selalu merepotkanmu selama ini dan terimakasih banyak karna kau selalu menyediakan bahu dan telingamu untukku. Aku begitu beruntung bertemu dengan pria sebaik kau. Tidak bisakah kau tinggal disini saja Ger? Aku janji akan mencarikan gadis terbaik untukmu.” Bujuk Riri, meskipun ia tahu hal itu tidak akan mempan.
__ADS_1
“Aku tidak akan pernah berpaling darinya Ger, dia yang terbaik untukku.” Sahut Raka yang langsung memeluk Gerry. Entah kenapa dirinya juga merasa sedih ketika melihat Riri menangis sebab berpisah dari Gerry. Dirinya juga merasa tidak rela kehilangan teman sebaik Gerry. “ Terimakasih Ger, dan maafkan segala kesalahanku. Tanpamu belum tentu aku dan Riri bisa seperti ini.” ucap Raka dengan tulus.
“Aku pegang omonganmu Ka, jika kau sampai menyakiti Riri maka akan kubawa dia ke Rusia bersamaku.” Ancam Gerry untuk menggoda Raka. Ia tahu jika Raka pasti akan menepati perkataannya. “Tidak perlu berterimakasih padaku, istrimu memang mencintaimu sejak awal namun dia belum menyadarinya. Hiduplah dengan bahagia, berikan aku banyak keponakan oke?” Pinta Gerry pada Raka dengan tawa lebarnya yang menampilkan deretan gigi putih miliknya.
Raka menganggukkan kepalanya saat pelukannya dengan Gerry terurai. “Kau juga harus hidup bahagia Ger. Jika kau masih belum bisa move on mungkin tidak ada salahnya menerima saran istriku untuk mencarikanmu gadis Indonesia.” Kekeh Raka yang membuat semuanya menjadi tertawa.
__ADS_1
“Kau harus secepatnya kembali kesini, kalau perlu pindah dan menetaplah disini.” Kini giliran Eric yang memberi pelukan untuk Gerry.
“Aku akan langsung kemari begitu kau memberi undangan pernikahanmu dengan Arlin.” Balas Gerry sambil menepuk punggung Eric dan mengurai pelukannya.