
^^^From :Raka ^^^
^^^Baiklah. Jangan lupa sampaikan salamku untuk papi dan mami.^^^
^^^Have fun 😎^^^
Hanya dua baris pesan yang Raka kirimkan, itupun Raka membalasnya sekitar tiga jam kemudian dari waktu Riri mengirimkan pesan padanya. Sebelum tidur Riri menyempatkan untuk membuka akun instagram milik salon langganannya di Solo untuk melihat karya-karya terbaru mereka. Ia bertekad akan mewarnai rambutnya dengan warna yang terang saat melihat postingan salon tersebut yang menampilkan warna rambut yang baginya cukup unik dan indah. Mereka memberinya nama unicorn. Perpaduan warna pink, ungu dan biru serta sedikit highlight fire coral.
__ADS_1
Kita lihat nanti bagaimana eskpresinya? Karna akhir-akhir ini dia sudah tidak peduli padaku. Gumam Riri sedih mengingat Raka yang kembali acuh dan dingin kepadanya.
*
*
Papi Gun menyelesaikan niatnya untuk menutup pintu lalu berjalan menuju sofa yang ada dikamar tidurnya. Pria paruh baya itu melepas kacamatanya dan menatap sang istri dengan seksama. “Tidak ada yang istimewa. Hanya melepas rindu antara anak perempuan dengan ayahnya.” Jawabnya tidak sepenuhnya benar namun tidak sepenuhnya salah.
__ADS_1
“Oh ayolah Pi. Mami mengandung Riri selama sembilan bulan tujuh hari, meskipun dia jarang menceritakan masalahnya padaku karna lebih memilih untuk bercerita kepadamu tapi Mami tahu jika ada hal yang tidak beres. Riri tidak mungkin tiba-tiba pulang dengan alasan merindukan kita. Papi tahu sendiri jika anak sulung kita selalu memilih untuk menyuruh kita yang menemuinya daripada dia harus kembali ke rumah. Itu yang selalu Riri lakukan ketika dia berkuliah dulu, Papi tidak mungkin lupa bukan? Jadi lebih baik sekarang ceritakan pada Mami dan jangan ada yang ditutupi. Mami tidak mau nantinya terserang penyakit jantung jika tiba-tiba mendengar berita mengejutkan.” Oceh Mami Vindi yang secara tidak langsung mendesak Papi Gun untuk mengatakan hal apa yang dibicarakannya bersama Riri.
Pria keturunan Chinise tersebut menghela dan menghembuskan nafasnya perlahan. Sepertinya dia memang harus memberi tahu Vindi mengenai kondisi rumah tangga Riri agar jika hal yang tidak di inginkan sewaktu-waktu terjadi, Vindi tidak akan terkejut dan tidak akan murka padanya karna menutupi dari dirinya. “Sepertinya Raka dan Riri akan bercerai.” Jujur Papi Gun dengan tatapan sendunya.
Bagaikan tertimpa batu di dadanya, Mami Vindi langsung terduduk diatas ranjang. Dari awal dia memang sudah mengira jika Raka dan Riri akan berpisah. Namun prasangkanya menghilang seiring berjalannya waktu apalagi setiap harinya ia mendapatkan berita baik mengenai kedekatan antara Raka dan Riri dari Mbok Ila.
Mami Vindi mengira jika baik Raka maupun Riri sudah mulai menerima pernikahan mereka apalagi usia pernikahan keduanya sudah melewati lebih dari setengah tahun lamanya. Hal itu cukup membuktikan bahwa keduanya menjalani pernikahan paksaan tersebut dengan baik. Apalagi Mbok Ila tidak pernah mengadu padanya jika Raka dan Riri terlibat perselisihan.
__ADS_1
“Kenapa? Bagimana bisa? Papi tahu sendiri jika selama ini Mbok Ila mengatakan kepada kita jika hubungan Raka dan Riri baik-baik saja dan sangat harmonis. Riri menjalani perannya sebagai istri dengan baik dan Raka juga menjadi suami yang bertanggung jawab kepada istrinya. Apa yang Papi katakan tadi serius?” Mami Vindi mencoba menyangkal apa yang ia dengar dari suaminya. Ia tidak ingin anak sulungnya menjadi janda yang kedua kalinya.