
WARNING !!
Ada adegan 18+ 🔞
Bocil harap menyingkir ❌❌❌
“Kenapa kau selalu ingin? Apa yang semalam tidak cukup?” tanya Riri dengan mata yang masih terpejam.
__ADS_1
“Sudah aku katakan bukan, sekali aku memulainya maka aku tidak akan pernah berhenti. Lagipula kenikmatan yang mendatangkan banyak pahala kenapa harus aku tolak.” Bisik Raka sensual ditelinga Riri. Nafas suaminya yang menyentuh tengkuk dan telinganya membuat ia kembali meremang. Apalagi kini Raka memainkan kedua ujung pu-ting-nya yang membuatnya mau tidak mau juga ikut terpancing.
“Aku ingin kau yang memimpin sehingga aku bisa melihat bagaimana seksinya kau memacu diri diatas tubuhku.” Bisik Raka lagi yang langsung membuat Riri membuka matanya karna kini Raka sudah mendudukkan dirinya diatas tubuhnya dan sudah melesatkan kejantanannya kedalam kewanitaan Riri yang sudah basah akibat fo-re-play singkatnya itu.
“Move baby” pinta Raka sambil menggerakkan pinggul Riri. Wanita yang sudah paham kemauan suaminya itupun hanya bisa pasrah dan menuruti keinginan laki-laki itu. Karna ia sendiri amat menyukai sentuhan Raka. Mereka berdua kembali mereguk indahnya surga dunia bersama-sama. Dengan rasa cinta dihati keduanya meskipun salah satunya belum menyadarinya. Hingga akhirnya pelepasan pun kembali mereka raih lalu tertidur sambil memeluk satu sama lainnya.
Lelaki itu mendekat kearah Riri yang masih belum sepenuhnya terjaga karna kelelahan. “Aku pergi dulu karna ada keadaan mendesak, kepala mandor yang menangani proyek mengalami kecelakaan kerja. Aku juga sudah meminta kak Lin untuk menjemputmu dan membawakanmu pakaian ganti. Tunggulah kak Lin, aku tidak bisa menjemputmu karna kemungkinan akan pulang terlambat. Jika kau lapar, pesanlah room servis seluruh tagihannya akan dimasukkan ke kartuku.” Ucap Raka sebelum ia me-lu-mat bibir Riri, lalu mencium kening istrinya itu sekilas dan langsung pergi meninggalkan istrinya seorang diri tanpa menunggu respon dari wanita itu.
__ADS_1
Riri kembali tertidur sepeninggal Raka karna ia benar-benar kelelahan melayani hasrat suaminya yang baru ia tahu jika Raka mempunyai stamina yang luar biasa. Tidurnya kembali terusik karna seseorang terus menekan bel kamarnya yang membuatnya mau tidak mau segera bangun dan membukakan pintu untuk seseorang tersebut yang sudah ia duga adalah Arlin seperti yang tadi Raka sampaikan padanya.
Wanita itu hanya mengikat bathrobe nya asal hingga lehernya terekspose sempura, menampilkan maha karya Raka yang belum ia sadari. Dengan malas Riri membuka pintu itu, wajahnya menegang karna Gerry lah orang yang ternyata menekan bel kamarnya terus menerus. Tanpa menunggu dipersilahkan, Gerry langsung menerobos masuk dan duduk diatas sofa. Sudah bisa ia pastikan jika tadi malam pasti terjadi pergulatan panas antara Raka dan Riri. Bisa dilihat dari ranjang yang berantakan dan penampilan Riri yang tak kalah berantakannya. Jangan lupakan tanda kemerahan yang Raka buat hampir diseluruh leher Riri.
Gerry menyodorkan paper bag yang tadi Arlin berikan padanya. Gadis itu memang meminta tolong pada Gerry untuk menjemput Riri karna ia sendiri harus turun memeriksa cabang yang berlawanan arah dengan hotel dimana Riri berada. “Mandi dan bergantilah, kita harus segera pulang.”
Tanpa membantah, Riri segera memasuki kamar mandi lalu membersihkan dirinya. Ia membulatkan matanya saat melihat dirinya di pantulan cermin. Banyak sekali kissmark yang Raka buat di sekujur tubuhnya, khususnya di bagian leher, dada dan perutnya. Sudah dipastikan Gerry pasti tau apa yang terjadi antara mereka berdua.
__ADS_1